Rabu, 16 Februari 2011

BENUA ANTARTIKA


Antartika
Flag of Antarctica.svg
Location of Antarctica.
Luas 14,000,000 km² (5,400,000 sq mi) 280,000 km² (108,000 sq mi) tidak diliputi ais, 13,720,000 km² (5,297,000 sq mi) diliputi ais
Penduduk ~1000 (bukan menetap)
Kerajaan Sistem Perjanjian Antartika
- Setiausaha Eksekutif Johannes Huber
Tuntutan terhadap tanah Antartika Bendera Argentina Argentina
Bendera Australia Australia
800px-Flag of Chile.svg-1-.png Chile
Bendera Perancis Perancis
Bendera New Zealand New Zealand
800px-Flag of Norway.svg.png Norway
Flag of the United Kingdom.svg United Kingdom
Mempunyai hak menuntut tanah Flag of Russia.svg Rusia
Bendera Amerika Syarikat Amerika Syarikat
Domain Internet .aq
Kod Panggilan mengikut lokasi memanggil
Antartika adalah benua bumi selatan, encapsulating Kutub Selatan. Hal ini terletak di wilayah Antartika dari belahan bumi selatan, hampir seluruhnya selatan Lingkaran Antartika, dan dikelilingi oleh Samudra Selatan. Pada 14,0 juta km2 (5,4 juta mil ²), itu adalah benua terbesar kelima di daerah setelah Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sekitar 98% dari Antartika ditutupi oleh es, yang rata-rata minimal 1,6 kilometer (1.0 mil) di ketebalan.
Antartika, rata-rata, adalah, terdingin terkering, dan benua berangin, dan memiliki ketinggian rata-rata tertinggi dari semua benua. Antartika dianggap gurun, dengan curah hujan tahunan hanya 200 mm (8 inci) di sepanjang pantai dan jauh lebih pedalaman. Tidak ada penduduk manusia permanen, tetapi di mana saja dari 1.000 menjadi 5.000 orang tinggal sepanjang tahun di stasiun penelitian yang tersebar di seluruh benua. Hanya dingin-tanaman diadaptasi dan hewan bertahan hidup di sana, termasuk penguin, anjing laut, nematoda, tardigrades, tungau, banyak jenis ganggang dan mikroorganisme lainnya, dan vegetasi tundra. Meskipun mitos dan spekulasi tentang sebuah Terra Australis ("Tanah Selatan") tanggal kembali ke kuno, penampakan dikonfirmasi pertama benua umumnya diterima telah terjadi pada 1820 oleh ekspedisi Rusia Fabian Gottlieb von Bellingshausen dan Mikhail Lazarev. benua, bagaimanapun, sebagian besar tetap diabaikan selama sisa abad ke-19 karena lingkungan yang tidak bersahabat, kurangnya sumber daya, dan isolasi. Penggunaan resmi pertama dari nama "Antartika" sebagai nama benua pada tahun 1890 adalah disebabkan oleh kartografer John Skotlandia George Bartholomew. Nama Antartika adalah versi diromanisasi senyawa kata Yunani ἀνταρκτική (antarktiké), feminin ἀνταρκτικός (antarktikos), yang berarti "berlawanan dengan utara". Perjanjian Antartika ditandatangani pada tahun 1959 oleh dua belas negara, untuk tanggal, empat puluh enam negara telah menandatangani perjanjian. Perjanjian itu melarang kegiatan militer dan pertambangan mineral, mendukung penelitian ilmiah, dan melindungi ecozone di benua itu. percobaan yang sedang berlangsung akan dilakukan oleh lebih dari 4.000 ilmuwan dari berbagai negara dan dengan kepentingan penelitian.

Iklim

Iklim di Antartika sangat ekstrem; kelembapan udara sangat rendah, demikian pula suhu udara rata-rata sepanjang tahun rendah, kelajuan angin rata-rata sepanjang tahun tinggi.

Komunikasi

Kod telefon antarabangsa untuk Antartika adalah +672.
Antartika sudah memiliki liputan telefon nirkabel. Di Pangkalan Marambio milik Argentina terdapat sebuah menara selular yang menggunakan teknologi AMPS dan di Pulau Raja George terdapat sebuah menara GSM Entel Chili. Selain ini, komunikasi terbatas pada sambungan satelit.

Galeri

 
 
L.L. Ivanov et al, peta Pulau Livingston dan Pulau Greenwich
 
Puncak Ongal
 
 
 
 
 
 
Titik Renier
Pangkalan Antartik
Sumber Wikipedia

 Benua Antartika adalah benua yang memiliki sejumlah keunikan yang luar biasa untuk pelajari. Benua ini sebenarnya telah diselimuti es selama 35 juta tahun. Meski diselimuti es, benua dingin ini memiliki sejumlah gunung berapi, namun tidak satupun yang aktif. Benua Antartika memilik sejumlah puncak yang cukup tinggi, dengan Puncak tertinggi adalah Vinson Massif dengan ketinggian 4.897 meter. Meskipun manusia telah mendekati benua itu sejak 1820, namun baru 1990-an penjelajahan di daratan beku itu dimulai. Kehidupan yang sangat keras di sana ternyata telah merenggut nyawa 200 lebih ilmuwan dan peneliti selama 45 tahun terakhir!

Antartika merupakan benua terdingin, terkering, sering diembus angin kencang, juga mengandung es terbanyak di Bumi. Pada tanggal 21 Juli 1983, Vostok Station—sebuah stasiun milik Rusia yang terletak di tengah lempeng es Antartika Timur—mencatat temperatur terendah di muka Bumi, yaitu dengan kisaran -89,2 derajat Celcius. Dibangun sejak tahun 1957, stasiun itu mengadakan penelitian utama bekerjasama dengan pihak Prancis serta Amerika. Para peneliti melakukan pemboran menuju inti es, menembus lapisan sedalam 3,711 kilometer, guna memperoleh catatan iklim dalam kurun waktu hampir setengah juta tahun yang lalu.
Angin juga tak ragu berlari sekencang-kencangnya di benua yang terletak di Kutub Selatan Bumi ini. Di Teluk Commonwealth, pantai George V, tenggara Kutub Selatan, angin pernah tercatat berembus dengan kecepatan 200 mil per jam atau 321 kilometer per jam. Benua ini juga disebut benua terkering, karena hanya memiliki curah hujan rata-rata 50mm per tahun (bandingkan dengan Jakarta yang bisa memiliki curah hujan 100mm per dua jam, yang mengakibatkan munculnya banyak genangan pada tanggal 25 Oktober silam). Lapisan es paling tebal pun ditemukan di Wilkes Land yang lokasinya tak jauh dari Commonwealth Bay, dengan kedalaman 4,776 kilometer.
Bertolak dari Jakarta pada tanggal 28 November 2010, empat orang mahasiswa serta seorang alumni Unpar bertolak ke titik tertinggi Benua Antartika, yaitu Gunung Vinson yang memiliki ketinggian 4.892 meter di atas permukaan laut, sebagai salah satu upaya untuk menyambangi tujuh puncak tertinggi di tujuh lempengan benua planet ini.
Sempat tertahan di Union Glacier atau Patriot Hills (tempat pertama kali mereka mendarat di benua ini) selama satu malam, serta di salah satu titik pemberhentian saat menuju puncak, yaitu Vinson Base Camp selama 3 malam karena cuaca buruk, melalui cybercast yang diluncurkan oleh AAI (Alpine Ascent International) pada pukul 4.30 dini hari (sekitar pukul 18.30 waktu setempat), ternyata saat ini mereka masih menunggu agar cuaca menjadi lebih bersahabat, untuk melakukan pendakian akhir ke puncak. Semoga saja cuaca menjadi ramah, hingga malam berikutnya sang Merah Putih dapat menari-nari bersama angin untuk pertama kalinya di titik tertinggi Benua Antartika.

Daerah Kutub Selatan merupakan benua yang dikenal sebagai Benua Antartika. Benua Antartika merupakan dataran tinggi yang yang berupa gumpalan es atau gunung es dengan ketebalan rata-rata 2.200 m. Disekitar Benua Antartika tersebar ribuan pulau.
1. Letak Dan Batas-Batas Benua Antartika
Letak Benua Antartika  : 66,5 – 90 LS
Letak Benua Antartika : 15.540.000 km/segi
Benua Antartika dibatasi oleh Samudra Atlantik, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
2. Keadaan Alam
a.Gunung

Gunung-gunung yang ada dibenua Antartika antara lain Vinson Massif (5.140m), Gunung Kirkpatrick (4.528 m), Gunung Markham (4.350 m), Gunung Erebus (3.795 m) dan Gunung Jacksen (4.189 m). Gunung-gunung tersebut diselimuti salju sehingga dari puncak gunung sering terjadi gumpalan es mencair dan bergerak ketempat yang lebih rendah. Gumpalan es yang bergerak disebut Gletser.
b. Flora Dan Fauna
Flora yang ada di Benua Antartika hanya berupa lumut didaerah pesisir. Fauna yang hidup diwilayah ini antara lain, Anjing Laut, Pinguin dan Albratas.
c. Iklim
Iklim didaerah ini adalah iklim kutub. Suhu daratan Antartika lebih dingin dari Kutub Utara. Hal ini terjadi karena sebagian besar Benua Antartika terdiri dari gunung-gunung tinggi. Suhu di Benua Antartika terendah mencapai -89 C dan suhu rata-ratanya sekitar -37 C.
3. Penduduk
Sampai saat ini tidak ada penduduk yang menetap di Benua Antartika. Manusia hanya datang untuk tujuan-tujuan tertentu seperti penelitian, penjelajahan, wisata dan berburu binatang kutub.

Oronteus Finaeus sebenarnya adalah tukang gambar peta biasa. Tapi karya yang dikerjakan Topografer Perancis itu sampai sekarang masih menjadi misteri luar biasa. Mengapa…?
Di tahun 1532, Oronteus Finaeus menggambar sebuah peta dunia. Bukan masalah kalau yang digambarnya sekedar peta sekitar Benua Eropa, Afrika, Asia, dan sebagian Amerika, tapi yang menjadi luar biasa adalah bahwa Oronteus Finaeus menggambarkan Benua ke enam – yaitu Antarktika (Kutub Selatan)…! Padahal belum ada orang yang pernah berlayar sampai ke Antarktika…!

Dan yang lebih mencengangkan lagi, garis pantai pada peta Antarktika yang dihasilkan oleh Finaeus – ternyata sama persis seperti peta Antarktika modern saat ini…! Tentu saja hal ini menjadi luar biasa, karena benua Antarktika ditutupi es abadi yang tebalnya mencapai 2 Kilometer…

Dari mana Finaeus mengetahui semua itu…??? Itulah misteri yang belum terpecahkan hingga hari ini.

Oronce Finé, Orotius Finaeus, Oronteus Finaeus (1494-1555)

Oronce Fine itulah sebutan marganya, dilahirkan di Briançon tahun 1494 dan besar di Paris. Dia sempat meringkuk dalam penjara tahun 1518. Walaupun ia sendiri adalah seorang ahli matematika, namun di tahun 1522 masih mendapat gelar medis dari universitas Navarre di Paris.

Tahun 1524, ia masuk sekali lagi dalam penjara dan di tahun yang sama ia membuat sebuah jam matahari dari bahan sisa gading. Pada abad ke-16, banyak orang menyukai karya-karya para ahli matematika. Akhirnya Oronteus Fine diangkat menjadi ahli perbentengan dan dipekerjakan di pertahanan Benteng Milan-Italia.

Tahun 1531, ia mendapat gelar kehormatan di Collège Royal Paris. Pada saat itu pula karirnya menanjak dengan menulis banyak karya ilmiah. Karya-karya itu yang sempat dipublikasikan a.l:

1. Risalah ilmu perbintangan dan alat-alat falak. Pada tahun 1520, dialah yang mengusulkan bahwa gerhana bulan dapat digunakan untuk menentukan garis bujur sebuah tempat.
2. Tahun 1519 Dia menemukan proyeksi peta dan kemudian memproduksi peta dunia yang sekarang ini kita   pakai.
3. Di tahun 1544, menghitung nilai dari pi (22:7) = ( 22 2/9)/7, kemudian diperbaiki menjadi 47/15. Ia percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.
Peta ini ditemukan di Perpusatakaan Congress, Washington DC di tahun 1960 oleh Charles Hapgood. Bertuliskan “ digambar oleh Oronteus Finaeus tahun 1531”. Hampir sama persis dengan pemetaan Piri Reis, Antarctica ditunjukkan dengan es yang bebas mengalir seperti sungai, pola pengeringan dan coastline.

Peta Oronteus Finaeus lebih akurat dibanding peta yang lain pada waktu itu. Sesungguhnya, lebih akurat dibanding peta manapun yang dibuat sampai ke tahun 1800.

Fakta-Fakta mengenai Benua Antartika

Permukaannya terdiri dari:
Hutan = 0%
Batu = 2%
Es = 98%
Penemuan benua Antartika yang pertama kali diterima umum terjadi pada 1820 dan pendaratan yang pertama terverifikasi pada tahun 1821. Namun, peta yang dibuat Admiral Piri Reis pada 1513 memuat sebuah benua selatan yang mungkin mirip dengan pantai Antartika dan penjelajah pertama menuju Kutub Selatan terjadi pada tahun 1911.
Antartika adalah benua yang paling dingin; suhu di musim dingin dapat turun di bawah minus 100 ° F (minus 73 ° C). Suhu terendah yang pernah tercatat di bumi berasal dari Rusia’s Vostok Station: minus 128,6 ° F (minus 89,2 ° C) pada July 21,1983.
Antartika juga merupakan benua terkering, kenyataannya, hampir seluruhnya gurun. Sangat sedikit salju jatuh pada interior benua. Namun, karena benua tersebut sangat dingin, salju tidak jatuh dan tidak mencair. Seiring berjalannya waktu salju hanya beberapa inci per tahun dan perlahan terakumulasi menjadi topi es besar.
Sekitar 99% dari Antartika ditutupi oleh salju dan es. Ketebalan es mencapai 4 km (2.4 mil) di beberapa tempat. Es ini mengalir keluar dari benua es mengambang menciptakan banyak rak tempat es yang mengalir memenuhi lautan. Rak es ini pada gilirannya menimbulkan banyak gunung es.

Topi es Antartika mengandung sekitar 70% dari planet air tawar dan sekitar 90% dari es.
Paling selatan gunung berapi aktif di dunia, Mt. Erebus, membentuk sebuah pulau di tepi Ross Ice Shelf. Gunung ini meningkat lebih dari 3.700 meter (12.100 kaki) di atas Laut Ross di sekitarnya dan wilayah McMurdo Sound. Dua stasiun penelitian Antartika, Scott Base (NZ) dan Stasiun McMurdo (AS) yang terletak di ujung selatan pulau vulkanik ini.
Hampir semua Antartika terletak di dalam Lingkaran Kutub Selatan (66 ° 33 ‘Lintang Selatan). Semua poin selatan garis ini pengalaman setidaknya satu hari dari 24-jam siang hari selama musim panas dan satu hari dari 24-jam kegelapan di musim dingin. Lebih jauh ke selatan lengkap periode siang hari dan gelap gulita bertahan lebih lama (hingga sekitar 4 bulan setiap per tahun)
Tidak ada negara di Antartika, benua diatur oleh perjanjian internasional
Antartika tidak mempunyai penduduk tetap benar. Kurang dari 1.000 orang musim dingin di atas pada tahun tertentu; populasi musim panas secara substansial lebih tinggi sebagai ilmuwan dan staf pendukung dari lebih 27 negara berkumpul di benua.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar