Senin, 24 Mei 2010
Kota Tua, Harta & Sejarah Kota Jakarta
Sumber: Wikimu
”Kota tua” merupakan saksi sejarah kota Jakarta, dibalik arsitektur bangunannya yang mengagumkan menyimpan ”Misteri” akan peristiwa sejarah di masa lampau. Inilah selintas mengenai kota tua Jakarta dan sejarahnya….
Museum Wayang Gedung ini awalnya bernama Gereja Lama Belanda (De Oude Hollandsche Kerk) dibangun pada tahun 1640 M. Pada tahun 1732 M, gedung ini diperbaiki dan berganti nama menjadi Gereja Belanda Baru (De Nieuwe Hollandsche Kerk). Namun, terjadi gempa bumi pada tahun 1808 M yang menyebabkan sebagian bangunan ini hancur. Kemudian dibangun lagi pada Tahun 1912, dan dijual oleh pemerintah Hindia Belanda kepada sebuah perusahaan yang bernama Geo Wehry & Co serta dijadikan kantor hingga tahun 1934. Pada tahun 1936, kepemilikan gedung ini berpindah lagi setelah dibeli oleh sebuah Lembaga Ilmu Pengetahuan, Seni dan Budaya di Batavia milik pemerintah Belanda. Baru pada tahun 1957, gedung ini diserahkan pada Lembaga Kebudayaan Indonesia dan secara resmi dijadikan Museum Wayang pada tanggal 13 Agustus 1975.
Kalibesar
Kalibesar merupakan nama jalan di daerah Jakarta Utara. Letaknya tidak jauh dari Museum Sejarah Jakarta. Dengan berjalan kaki dari Museum Sejarah Jakarta, kita hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk mencapai jalan Kalibesar ini. Dulu pada abad ke-17, Jalan Kalibesar terkenal sebagai daerah pusat bisnis perdagangan yang cukup terkenal dan bergengsi. Jalan Kalibesar ini biasa disebut Grootegracht yang artinya kali besar, karena di jalan tersebut terdapat kali yang diapit jalan dan bangunan. Selain pusat bisnis perdagangan, di Jalan Kalibesar juga banyak terdapat rumah penduduk Cina. Kali itu sendiri menjadi jalur lalu lintas kapal bongkar muat barang. Hingga akhirnya pada tahun 1740, terjadi kerusuhan di Jalan Kalibesar dan banyak rumah penduduk dibakar.
Pada tahun 1870, Jalan Kalibesar dibangun kembali. Di Jalan Kalibesar terdapat bangunan berlantai dua dan berwarna merah. Nggak heran kalau bangunan ini disebut Toko Merah. Bangunan ini sangat terkenal pada zaman dulu karena pernah ditinggali oleh beberapa Gubernur Jenderal VOC. Saat ini bangunan Toko Merah masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai perkantoran.
Foto-foto kota tua lainnya :

”Kota tua” merupakan saksi sejarah kota Jakarta, dibalik arsitektur bangunannya yang mengagumkan menyimpan ”Misteri” akan peristiwa sejarah di masa lampau. Inilah selintas mengenai kota tua Jakarta dan sejarahnya….
Kalibesar
Foto-foto kota tua lainnya :
Kota Toea
Dari Singapura ke Batavia membutuhkan waktu sekitar 40 jam perjalanan. Lautnya relatif tenang, kecuali pada masa perubahan musim; saat itu laut menjadi sangat bergelombang.
Setelah meninggalkan Singapura, kapal uap berlayar menyusuri kepulauan Rhio, pantainya sangat indah dengan titik-titik pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kapal melampaui ekuator pada malam hari, di hari kedua melewati selat Banka, sebuah selat di antara pulau Banka dan pulau Sumatra. Kedua pantainya dijejeri pepohonan kelapa. Kapal berada begitu dekat dengan kedua pantai itu sehingga bendera kecil di atas menara di pulau Banka dapat terlihat dengan jelas.
Tapi semua ini tiba-tiba berubah. Sekonyong-konyong hujan turun, dan guyuran airnya yang tajam memukuli papan dek bagai panah-panah perak. Awan tebal mengembang di atas pantai, dan permukaan air yang semula tenang mulai bergerak dengan riak-riaknya. Warnanya yang hijau pirus berubah menjadi abu-abu keperakan. Keseluruhan atmosfirnya menyegarkan, tapi lebih segar lagi ketika semua ini berlalu.
Sebagaimana ia datang, begitu juga perginya. Hujan tiba-tiba saja berhenti. Tak lama kemudian diikuti terbenamnya matahari, dengan warna-warninya yang indah berpantulan di permukaan air dan pulau. Cepatnya perubahan memang merupakan karakteristik senja tropis.
Pulau Banka, bersama pulau Billiton di sisi timurnya, dikenal dengan produksi timahnya. Para penambangnya orang-orang Cina. Populasinya sekitar 115.000, kebanyakan orang Malay asal Sumatra.
Di pagi hari ketiga kapal uap memasuki Tandjong Priok. Sebagai pintu gerbang “Paradise of the East” ia agak kurang atraktif, tapi para pengunjung cukup puas dengan jaminan bahwa ini adalah ambang pintu yang tidak dipoles, menuju istana kecantikan alami yang amat luas.
Tandjong Priok. Pelabuhan kota Batavia. Di sini, di atas dermaga, begitu kapal merapat, para wisatawan disambut para pesuruh dari berbagai hotel. Kepada mereka barang-barang diserahkan (30 sen per parcel, biasanya akan dicantumkan dalam tagihan hotel). Juga ada porter resmi, yang akan membawa bagasi ke stasiun kereta api dengan biaya 10 sen per buah.
Pembangunan Tandjong Priok dilakukan antara 1877-1886, terdiri dari Pelabuhan Luar dan Pelabuhan Dalam. Pelabuhan Luar dengan kedalaman 26 kaki dilindungi oleh dua tanggul panjang masing-masing sepanjang 6.000 kaki. Pelabuhan Dalam panjangnya 3.500 kaki dan lebar 565 kaki, dengan dua dermaga, salah satunya memiliki tempat pengisian batubara. Biaya pembangunannya sebesar fl.2.200.000. Kini sedang diupayakan agar segera dilakukan perluasan.
Stasiun Kereta Api. Disebut Stasiun Tandjong Priok, berdampingan dengan kantor pabean. Di halamannya terdapat tempat penukaran uang (tempat menukar uang asing dengan uang yang berlaku di kepulauan) dan kantor pos (memiliki hubungan komunikasi telepon dengan hotel-hotel di Weltevreden). Dengan kereta api jarak ke Batavia sekitar 10 km, atau 16-17 menit, berangkat setiap 30 menit, kecuali hari Minggu dan hari-hari libur, saat itu kereta api tidak bekerja.
Ada tiga jalur rel kereta yang mengarah ke tiga kawasan kota yang berbeda. Wisatawan dianjurkan untuk memilih kereta yang sesuai dengan tujuan mereka.
Yang ingin ke kawasan perhotelan sebaiknya mengambil kereta SS Line hingga ke Kemajoran, atau NIS Line untuk ke Noordwijk atau Koningsplein, —ini adalah tiga stasiun yang berada di Weltevreden.
Jika ingin ke Batavia yang asli, naik kereta NIS Line ke Batavia N, atau kereta SS Line ke Batavia Z. Perlu diingat bahwa ada kereta SS Line yang tidak berhenti di Batavia Z, tapi langsung ke Kemajoran.
Tarif kelas 1 dan kelas 2 :
ke Batavia SS dan Batavia NIS 50 sen, 20 sen
ke Weltevreden SS (Kemajoran) 40 sen, 25 sen
ke Weltevreden NIS (Nordwijk) 50 sen, 30 sen
ke Weltevreden NIS (Koningsplein) 60 sen, 35 sen
bagasi 10 sen per 1/10 m3
Kereta dan otomobil. dos-a-dos (disingkat menjadi sado), adalah kereta pribumi di mana penumpang dan kusir duduk saling membelakangi, 15 sen per 1/4 jam.
Hotel-hotel memiliki kereta eropa dan otomobil yang akan menunggu di stasiun jika sebelumnya diberitahu melalui telepon.
Pemandu wisata. Di semua hotel kelas satu disediakan pemandu wisata yang berbahasa Inggris, fl.2,5 hingga fL.3 per hari di luar makanan dan biaya perjalanan. Tapi wisatawan biasa tidak memerlukan pemandu wisata profesional, karena semua orang Belanda bisa berbicara Inggris, Prancis, dan Jerman; sementara orang pribumi berbahasa Malayu, bahasa yang konstruksinya sederhana dan mudah dipelajari. Para porter hotel (mandoer dalam bahasa Malayu), umumnya bisa berbahasa Inggris, bisa dipercaya untuk membeli tiket, mengurus bagasi, dll.
Official Tourist Bureau terletak di Rijswijk 17 (di sudut Utara gang Pool), Weltevreden. Buka tiap hari jam 08:00-12:00 dan 17:00-19:00. Di sini para wisatawan bisa memperoleh informasi cuma-cuma mengenai perjalanan di Java atau wilayah lain di Hindia Belanda (biasanya mereka sudah mempunyai itinerary plan), dan berbagai pamflet berisikan informasi wisata. Buku-buku panduan juga dijual di sini.
Hotel. Umumnya berada di Weltevreden.
Hotel des Indes, 130 kamar di Molenvliet West, fl.7 hingga fl.15
Hotel der Nederlanden, 135 kamar fl.7-12, Grand Hotel de Java, Hotel de France, ketiganya di Rijswijk.
Central Hotel, di seberang Hotel des Indes di Molenvliet East
Hotel Tramzicht di Molenvliet East
Hotel-hotel ini umumnya satu lantai, dengan kamar-kamar yang dikelilingi beranda besar, dilengkapi meja kursi dan pot-pot tumbuhan. Bangunannya dikelilingi taman-taman yang ditanami pohon asam, beringin dan pohon-pohon lain yang juga tinggi dan mewah. Dalam satu kalimat, hotel-hotel kelas satu di Java melampaui segala pujian dan dilengkapi dengan semua kenyamanan yang bisa diperoleh oleh wisatawan di negeri tropis.
Restoran. GW Versteegh di Nordwijk memiliki ruang besar untuk pesta, dan bar di Waterlooplein; Stam & Weijins, Rikers, dan Eesrte Bataviasche Bierhalle —ketiganya di Noordwijk; Eerste Nederlandsche Bierbrouwerij di Goenoeng Sari; Breakfast-hall Hotel der Nederlanden di Rijswijk.
Pension (boarding house). Wisatawan yang berniat tinggal lama di Batavia lebih memilih penginapan ini daripada hotel yang mahal. Beberapa penginapan mensyaratkan minimal tinggal selama sebulan. Tarifnya bermacam-macam, perlu ditanyakan sebelum melakukan pesanan. Rumah-rumah ini umumnya memiliki satu atau dua pavilyun yang bisa disewa, dan dengan menyewa pembantu (fl.10-15 per bulan), orang bisa memiliki privacy yang lebih besar dibanding di kamar dalam rumah.
Kota. Penduduk Batavia pada sensus 1912 berjumlah 162.000 terdiri dari 15.000 orang Eropa, 114.000 pribumi, 30.000 Cina, 1.800 Arab dan 1.200 non-pribumi lainnya.
Kota Batavia terbagi dalam dua distrik: Batavia dan Weltevreden, dengan kota satelitnya Meester Cornelis.
Batavia adalah kota lama, didiami oleh orang pribumi, Cina dan Arab. Tampilan umum dan aktivitas di jalan-jalan tidak bisa dibandingkan dengan distrik serupa di kota-kota besar koloni Inggris di Timur. Letaknya di tepi laut, menempati area bekas rawa-rawa, sangat padat penduduknya dan sangat tidak sehat.
Namun di sini adalah pusat bisnis, di sini terdapat bank-bank, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, dan banyak kantor lain yang dimiliki orang Eropa. Jam kerjanya dari jam 9 hingga jam 16 atau 17.
Di Batavia jalan paling sibuk adalah Kali Besar, di mana terdapat bank dan kantor-kantor perusahaan besar, Pintoe Besar, Pintoe Ketjil, dan Pasar Baroe, di mana berkembang toko-toko Cina.
Weltevreden adalah kawasan perumahan, di mana tinggal orang Belanda, Inggris, dan orang asing lainnya yang memiliki usaha di kota lama. Jalan-jalannya lebar dan terbuka luas, rumah-rumah terbuka, yang dalam beberapa tahun terakhir sudah dilengkapi dengan instalasi air bersih dan perlengkapan sanitasi lainnya.
Wilayah kota di lintasi oleh sungai Tjiliwoeng, dengan beberapa kanal yang menembus ke berbagai arah kota. Tepi-tepi sungai dilindungi tanggul, dengan tangga di beberapa tempat. Airnya yang berwarna hijau kecoklatan merupakan sumber kegiatan pribumi. Pria, wanita, anak-anak, mandi di situ, mencuci pakaian (kadang juga alat-alat makannya), dan anak-anak bermain dengan gembiranya.
Di pusat Weltevreden ada dua taman —Waterlooplein, dengan monumen Waterloo, dan Koningsplein.
Noordwijk dan Rijswijk, dua jalan berdampingan yang terpisah oleh sungai sangatlah menarik, terutama di sore hari, ketika orang-orang berada berkendara di sana.
Selain itu, Molenvliet, Kramat, Tanah Abang, dan Kebon Sirih, merupakan jalan-jalan terpenting di Weltevreden.
Meski Batavia merupakan ibukota Hindia Belanda, secara komersil ia berada di urutan ketiga setelah Soerabaja dan Semarang.
Club.
Harmonie Club, Rijswijk
Concordia Club, Waterlooplein East
Deutsche Turnverein, Gang Thibault
English Sporting Club, Koningsplein
Harmonie dan Concordia merupakan club terbesar. Harmonie memiliki ruangan yang indah dan perpustakaan yang lumayan. Setiap hari Minggu malam, jam 18-20 ada performansi band. Concordia diutamakan untuk kalangan militer, memiliki taman yang atraktif. Band tampil setiap Rabu mulai jam 18:00 dan Sabtu pagi.
Theatre.
Theatre Komedi, Schoolweg, di sudut tempat tram berputar. Khusus untuk performansi para prajurit Eropa (Belanda, Inggris, Prancis).
Thalia Theatre, di sudut Molenviliet dan Prinsenlaan, khusus performansi kaum pribumi.
Wajang Malaju, Molenvliet
Komedi Stambul, Molenvliet
Tempat-tempat menarik.
Museum (Roemah Gadja). Museum dan Perpustakaan Batavia Society of Arts and Sciences, termasyhur di dunia sains, berada di sisi Barat Koningsplein. Bangunannya bergaya Grecian. Di depan pintu masuk terdapat patung gajah, hadiah dari raja pertama Siam, sebagai kenangan atas kunjungannya ke Java pada 1871. Di kiri kanan patung gajah terdapat meriam besar, hasil tangkapan dari kesultanan Bandjermasin di Borneo Selatan.
Di dalam, mengelilingi central court, terdapat barang-barang antik Java, karya seni, senjata, perisai, ornamen, kostum, topeng, tekstil, anyaman, alat musik, model-model kapal dan rumah, contoh-contoh kerajinan metal dan semua industri orang Java.
Di ruang Treasure terdapat benda-benda emas berupa perisai, helm, mahkota, kotak payung, baki, perlengkapan tembakau dan sirih, badik berhiaskan permata, keris dengan bilah terbaik, dihiasi urat-urat aneh, disamping berbagai kerajinan emas lainnya dari para sultan dan pangeran pribumi.
Di ruang ini juga terdapat coco-de-mer besar (buah kelapa kembar yang legendaris, konon hanya tumbuh di sebuah pulau misterius milik dewa laut), ditopang penyangga dari emas. Juga ada beberapa perhiasan emas dan perak seperti kalung, anting, tusuk konde, cap, piring, dan patung-patung, hasil penggalian di reruntuhan candi-candi di kota-kota Java.
Di ruang lain terdapat barang-barang dari perunggu, perlengkapan prosesi kaum Buddhist. Di central hall juga terdapat relief dan patung-patung dari reruntuhan candi Buddhist dan Hindu, yang menampakkan adanya pengaruh Yunani.
Perpustakaannya terdiri dari berbagai publikasi sains dan kesenian dari seluruh dunia yang diperoleh melalui pertukaran.
Di ruang council juga terdapat kursi-kursi kerajaaan pribumi, lukisan dan suvenir dari para eksplorer dan navigator dunia yang mengunjungi Jawa pada abad 18 dan awal abad 19.
Setiap hari Minggu, Rabu dan Sabtu banyak kaum pribumi yang datang mengunjungi museum. Merupakan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat mereka dan anak isterinya dalam kostum-kostum yang menarik.
Noordwijk (Kota Utara), secara administratif berada di Manggabesar, Batavia, namun popularitasnya membuat orang mengira sebagai bagian wilayah Weltevreden. Noordwijk merupakan bagian yang paling pesat berkembang, paralel dengan Rijswijk yang berada di sisi Selatan. Jalan ini ditanami dengan pohon-pohon asam yang sangat lux dan tinggi besar. Di belakangnya terdapat deretan toko-toko dan kantor orang Eropa, juga beberapa restoran.
Rijswijk (Kota Beras), merupakan jalan paling populer, paralel dengan Noordwijk menyambung dengan jalan Tanah Abang. Di sudut terdapat Harmonie CLub. Sepanjang jalan dipayungi pohon-pohon asam yang indah. Rumah-rumah umumnya dikelilingi taman yang ditanami pohon-pohon rindang. Di tepi kanal terbentang jalur trem uap.
Di sudut jalan yang berpotongan dengan Gang Pool terletak Official Tourist Bureau, di sebelah Timurnya berdiri Departemen Keadilan, di belakang kediaman resmi Gubernur Jenderal. Di jalan ini juga terdapat Hotel der Nederlander, Departemen Administrasi Kolonial, dan Grand Hotel de Java.
Koningsplein (Gambir). Terletak di pusat kota, luasnya sekitar satu km2. Butuh satu jam untuk jalan berkeliling. Bagi para pendatang baru ia merupakan ruang terbuka berbentuk trapesium yang sangat tidak atraktif, hanya ada beberapa pohon dan sedikit rerumputan. Bagi orang Batavia, ketelanjangan ini justru merupakan daya tarik. “Angin segar bertiup tanpa halangan, dan ketidak hadiran tumbuhan menjamin keringnya udara.” Di sini pada sore hari berkumpul para orang kaya dan orang-orang paling bergaya di Weltevreden, di atas kuda atau di dalam kereta kuda.
Koningsplein dikelilingi oleh deretan residence dan gedung pemerintahan. Di Utara terdapat Dutch Sporting Club dan residence resmi Gubernur Jenderal (tempat tinggalnya jika berkunjung sebulan sekali. Sehari-hari ia tingal di Buitenzorg).
Di Barat ada Museum dan Konsulat Jerman dan Rusia.
Di Selatan, Royal Natural History Society, dan di sebelahnya kediaman Resident Batavia. Di antara Koningsplein Selatan dan Utara berdiri gedung Intercommunal Telephone Co, di belakangnya English Sporting Club. Di Timur ada sekolah tinggi khusus wanita (dibuka sejak 1882) dan gereja Protestan Willemskerk. Di seberangnya adalah Stasiun Koningsplein, di belakang stasiun terdapat arena balap Batavia-Buitenzorg Race Club, di mana balapan diselenggarakan dua kali setahun.
Hertogspark. Sebuah taman indah terletak diantyara Koningsplein Timur dan perumahan pejabat milter. Kediaman resmi Commander-in-Chief berada di dalam taman ini.
Waterlooplein. Lapangan seluas 350 m2, terhubung dengan Koningsplein melalui jalan Willemslaan. Di tengahnya berdiri tegak kolom “Lion of Waterloo”, didirikan pada 1825 oleh Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies, untuk memperingati Perang Waterloo.
Di sisi timurnya berdiri megah istana yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels yang tak pernah digunakan sebagai istana. sekarang digunakan oleh beberapa kantor Pemerintahan. Memasuki pintu gerbang utara istana, menaiki tangga di sisi kanan, akan tiba di hall besar tempat pertemuan para council Hindia Belanda. Koleksi lukisan ukuran life-size para gubernur jenderal didisplay di sini.
Di depan istana berdiri patung perunggu Gubernur JP Coen, didirikan dalam rangka peringatan 250 tahun berdirinya Batavia. Concordia Club yang dikelilingi taman luas berada di sisi selatan istana.
Perumahan pejabat berada di selatan lapangan, di sisi baratnya jalan Willemsplaan yang dipayungi pohon-pohon tinggi besar. Di ujung jalan berdiri monumen General Michiel yang tewas pada 1849 dalam ekspedisi di Bali.
Gereja Katolik Roma berada di sisi utara lapangan, mudah dikenali dengan dua menaranya yang merupakan konstruksi terbuka. Eksterior dan interiornya tidak menampilkan karakteristik yang biasa terdapat di gereja katolik di Eropa.
Pertandingan sepakbola dan pegelaran musik band sering diselenggarakan di lapangan Waterlooplein ini.
Wilhelmina Park. Di akhir jalan Willemslaan terdapat taman kecil yang sangat indah, dinamakan sama dengan nama ratu Belanda kini. Taman ini berada di antara dua cabang sungai Tjiliwoeng dan terbebaskan dari kebisingan kota. Di tengah-tengahnya adalah benteng Prins Hendrik, yang diputus dari Batavia pada masa Daendels dan kini digunakan sebagai gudang senjata. Hanya pedestrian yang diizinkan melalui taman ini. Sumber: Bataviase
Setelah meninggalkan Singapura, kapal uap berlayar menyusuri kepulauan Rhio, pantainya sangat indah dengan titik-titik pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kapal melampaui ekuator pada malam hari, di hari kedua melewati selat Banka, sebuah selat di antara pulau Banka dan pulau Sumatra. Kedua pantainya dijejeri pepohonan kelapa. Kapal berada begitu dekat dengan kedua pantai itu sehingga bendera kecil di atas menara di pulau Banka dapat terlihat dengan jelas.
Tapi semua ini tiba-tiba berubah. Sekonyong-konyong hujan turun, dan guyuran airnya yang tajam memukuli papan dek bagai panah-panah perak. Awan tebal mengembang di atas pantai, dan permukaan air yang semula tenang mulai bergerak dengan riak-riaknya. Warnanya yang hijau pirus berubah menjadi abu-abu keperakan. Keseluruhan atmosfirnya menyegarkan, tapi lebih segar lagi ketika semua ini berlalu.
Sebagaimana ia datang, begitu juga perginya. Hujan tiba-tiba saja berhenti. Tak lama kemudian diikuti terbenamnya matahari, dengan warna-warninya yang indah berpantulan di permukaan air dan pulau. Cepatnya perubahan memang merupakan karakteristik senja tropis.
Pulau Banka, bersama pulau Billiton di sisi timurnya, dikenal dengan produksi timahnya. Para penambangnya orang-orang Cina. Populasinya sekitar 115.000, kebanyakan orang Malay asal Sumatra.
Di pagi hari ketiga kapal uap memasuki Tandjong Priok. Sebagai pintu gerbang “Paradise of the East” ia agak kurang atraktif, tapi para pengunjung cukup puas dengan jaminan bahwa ini adalah ambang pintu yang tidak dipoles, menuju istana kecantikan alami yang amat luas.
Tandjong Priok. Pelabuhan kota Batavia. Di sini, di atas dermaga, begitu kapal merapat, para wisatawan disambut para pesuruh dari berbagai hotel. Kepada mereka barang-barang diserahkan (30 sen per parcel, biasanya akan dicantumkan dalam tagihan hotel). Juga ada porter resmi, yang akan membawa bagasi ke stasiun kereta api dengan biaya 10 sen per buah.
Pembangunan Tandjong Priok dilakukan antara 1877-1886, terdiri dari Pelabuhan Luar dan Pelabuhan Dalam. Pelabuhan Luar dengan kedalaman 26 kaki dilindungi oleh dua tanggul panjang masing-masing sepanjang 6.000 kaki. Pelabuhan Dalam panjangnya 3.500 kaki dan lebar 565 kaki, dengan dua dermaga, salah satunya memiliki tempat pengisian batubara. Biaya pembangunannya sebesar fl.2.200.000. Kini sedang diupayakan agar segera dilakukan perluasan.
Stasiun Kereta Api. Disebut Stasiun Tandjong Priok, berdampingan dengan kantor pabean. Di halamannya terdapat tempat penukaran uang (tempat menukar uang asing dengan uang yang berlaku di kepulauan) dan kantor pos (memiliki hubungan komunikasi telepon dengan hotel-hotel di Weltevreden). Dengan kereta api jarak ke Batavia sekitar 10 km, atau 16-17 menit, berangkat setiap 30 menit, kecuali hari Minggu dan hari-hari libur, saat itu kereta api tidak bekerja.
Ada tiga jalur rel kereta yang mengarah ke tiga kawasan kota yang berbeda. Wisatawan dianjurkan untuk memilih kereta yang sesuai dengan tujuan mereka.
Yang ingin ke kawasan perhotelan sebaiknya mengambil kereta SS Line hingga ke Kemajoran, atau NIS Line untuk ke Noordwijk atau Koningsplein, —ini adalah tiga stasiun yang berada di Weltevreden.
Jika ingin ke Batavia yang asli, naik kereta NIS Line ke Batavia N, atau kereta SS Line ke Batavia Z. Perlu diingat bahwa ada kereta SS Line yang tidak berhenti di Batavia Z, tapi langsung ke Kemajoran.
Tarif kelas 1 dan kelas 2 :
ke Batavia SS dan Batavia NIS 50 sen, 20 sen
ke Weltevreden SS (Kemajoran) 40 sen, 25 sen
ke Weltevreden NIS (Nordwijk) 50 sen, 30 sen
ke Weltevreden NIS (Koningsplein) 60 sen, 35 sen
bagasi 10 sen per 1/10 m3
Kereta dan otomobil. dos-a-dos (disingkat menjadi sado), adalah kereta pribumi di mana penumpang dan kusir duduk saling membelakangi, 15 sen per 1/4 jam.
Hotel-hotel memiliki kereta eropa dan otomobil yang akan menunggu di stasiun jika sebelumnya diberitahu melalui telepon.
Pemandu wisata. Di semua hotel kelas satu disediakan pemandu wisata yang berbahasa Inggris, fl.2,5 hingga fL.3 per hari di luar makanan dan biaya perjalanan. Tapi wisatawan biasa tidak memerlukan pemandu wisata profesional, karena semua orang Belanda bisa berbicara Inggris, Prancis, dan Jerman; sementara orang pribumi berbahasa Malayu, bahasa yang konstruksinya sederhana dan mudah dipelajari. Para porter hotel (mandoer dalam bahasa Malayu), umumnya bisa berbahasa Inggris, bisa dipercaya untuk membeli tiket, mengurus bagasi, dll.
Official Tourist Bureau terletak di Rijswijk 17 (di sudut Utara gang Pool), Weltevreden. Buka tiap hari jam 08:00-12:00 dan 17:00-19:00. Di sini para wisatawan bisa memperoleh informasi cuma-cuma mengenai perjalanan di Java atau wilayah lain di Hindia Belanda (biasanya mereka sudah mempunyai itinerary plan), dan berbagai pamflet berisikan informasi wisata. Buku-buku panduan juga dijual di sini.
Hotel. Umumnya berada di Weltevreden.
Hotel des Indes, 130 kamar di Molenvliet West, fl.7 hingga fl.15
Hotel der Nederlanden, 135 kamar fl.7-12, Grand Hotel de Java, Hotel de France, ketiganya di Rijswijk.
Central Hotel, di seberang Hotel des Indes di Molenvliet East
Hotel Tramzicht di Molenvliet East
Hotel-hotel ini umumnya satu lantai, dengan kamar-kamar yang dikelilingi beranda besar, dilengkapi meja kursi dan pot-pot tumbuhan. Bangunannya dikelilingi taman-taman yang ditanami pohon asam, beringin dan pohon-pohon lain yang juga tinggi dan mewah. Dalam satu kalimat, hotel-hotel kelas satu di Java melampaui segala pujian dan dilengkapi dengan semua kenyamanan yang bisa diperoleh oleh wisatawan di negeri tropis.
Restoran. GW Versteegh di Nordwijk memiliki ruang besar untuk pesta, dan bar di Waterlooplein; Stam & Weijins, Rikers, dan Eesrte Bataviasche Bierhalle —ketiganya di Noordwijk; Eerste Nederlandsche Bierbrouwerij di Goenoeng Sari; Breakfast-hall Hotel der Nederlanden di Rijswijk.
Pension (boarding house). Wisatawan yang berniat tinggal lama di Batavia lebih memilih penginapan ini daripada hotel yang mahal. Beberapa penginapan mensyaratkan minimal tinggal selama sebulan. Tarifnya bermacam-macam, perlu ditanyakan sebelum melakukan pesanan. Rumah-rumah ini umumnya memiliki satu atau dua pavilyun yang bisa disewa, dan dengan menyewa pembantu (fl.10-15 per bulan), orang bisa memiliki privacy yang lebih besar dibanding di kamar dalam rumah.
Kota. Penduduk Batavia pada sensus 1912 berjumlah 162.000 terdiri dari 15.000 orang Eropa, 114.000 pribumi, 30.000 Cina, 1.800 Arab dan 1.200 non-pribumi lainnya.
Kota Batavia terbagi dalam dua distrik: Batavia dan Weltevreden, dengan kota satelitnya Meester Cornelis.
Batavia adalah kota lama, didiami oleh orang pribumi, Cina dan Arab. Tampilan umum dan aktivitas di jalan-jalan tidak bisa dibandingkan dengan distrik serupa di kota-kota besar koloni Inggris di Timur. Letaknya di tepi laut, menempati area bekas rawa-rawa, sangat padat penduduknya dan sangat tidak sehat.
Namun di sini adalah pusat bisnis, di sini terdapat bank-bank, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, dan banyak kantor lain yang dimiliki orang Eropa. Jam kerjanya dari jam 9 hingga jam 16 atau 17.
Di Batavia jalan paling sibuk adalah Kali Besar, di mana terdapat bank dan kantor-kantor perusahaan besar, Pintoe Besar, Pintoe Ketjil, dan Pasar Baroe, di mana berkembang toko-toko Cina.
Weltevreden adalah kawasan perumahan, di mana tinggal orang Belanda, Inggris, dan orang asing lainnya yang memiliki usaha di kota lama. Jalan-jalannya lebar dan terbuka luas, rumah-rumah terbuka, yang dalam beberapa tahun terakhir sudah dilengkapi dengan instalasi air bersih dan perlengkapan sanitasi lainnya.
Wilayah kota di lintasi oleh sungai Tjiliwoeng, dengan beberapa kanal yang menembus ke berbagai arah kota. Tepi-tepi sungai dilindungi tanggul, dengan tangga di beberapa tempat. Airnya yang berwarna hijau kecoklatan merupakan sumber kegiatan pribumi. Pria, wanita, anak-anak, mandi di situ, mencuci pakaian (kadang juga alat-alat makannya), dan anak-anak bermain dengan gembiranya.
Di pusat Weltevreden ada dua taman —Waterlooplein, dengan monumen Waterloo, dan Koningsplein.
Noordwijk dan Rijswijk, dua jalan berdampingan yang terpisah oleh sungai sangatlah menarik, terutama di sore hari, ketika orang-orang berada berkendara di sana.
Selain itu, Molenvliet, Kramat, Tanah Abang, dan Kebon Sirih, merupakan jalan-jalan terpenting di Weltevreden.
Meski Batavia merupakan ibukota Hindia Belanda, secara komersil ia berada di urutan ketiga setelah Soerabaja dan Semarang.
Club.
Harmonie Club, Rijswijk
Concordia Club, Waterlooplein East
Deutsche Turnverein, Gang Thibault
English Sporting Club, Koningsplein
Harmonie dan Concordia merupakan club terbesar. Harmonie memiliki ruangan yang indah dan perpustakaan yang lumayan. Setiap hari Minggu malam, jam 18-20 ada performansi band. Concordia diutamakan untuk kalangan militer, memiliki taman yang atraktif. Band tampil setiap Rabu mulai jam 18:00 dan Sabtu pagi.
Theatre.
Theatre Komedi, Schoolweg, di sudut tempat tram berputar. Khusus untuk performansi para prajurit Eropa (Belanda, Inggris, Prancis).
Thalia Theatre, di sudut Molenviliet dan Prinsenlaan, khusus performansi kaum pribumi.
Wajang Malaju, Molenvliet
Komedi Stambul, Molenvliet
Tempat-tempat menarik.
Museum (Roemah Gadja). Museum dan Perpustakaan Batavia Society of Arts and Sciences, termasyhur di dunia sains, berada di sisi Barat Koningsplein. Bangunannya bergaya Grecian. Di depan pintu masuk terdapat patung gajah, hadiah dari raja pertama Siam, sebagai kenangan atas kunjungannya ke Java pada 1871. Di kiri kanan patung gajah terdapat meriam besar, hasil tangkapan dari kesultanan Bandjermasin di Borneo Selatan.
Di dalam, mengelilingi central court, terdapat barang-barang antik Java, karya seni, senjata, perisai, ornamen, kostum, topeng, tekstil, anyaman, alat musik, model-model kapal dan rumah, contoh-contoh kerajinan metal dan semua industri orang Java.
Di ruang Treasure terdapat benda-benda emas berupa perisai, helm, mahkota, kotak payung, baki, perlengkapan tembakau dan sirih, badik berhiaskan permata, keris dengan bilah terbaik, dihiasi urat-urat aneh, disamping berbagai kerajinan emas lainnya dari para sultan dan pangeran pribumi.
Di ruang ini juga terdapat coco-de-mer besar (buah kelapa kembar yang legendaris, konon hanya tumbuh di sebuah pulau misterius milik dewa laut), ditopang penyangga dari emas. Juga ada beberapa perhiasan emas dan perak seperti kalung, anting, tusuk konde, cap, piring, dan patung-patung, hasil penggalian di reruntuhan candi-candi di kota-kota Java.
Di ruang lain terdapat barang-barang dari perunggu, perlengkapan prosesi kaum Buddhist. Di central hall juga terdapat relief dan patung-patung dari reruntuhan candi Buddhist dan Hindu, yang menampakkan adanya pengaruh Yunani.
Perpustakaannya terdiri dari berbagai publikasi sains dan kesenian dari seluruh dunia yang diperoleh melalui pertukaran.
Di ruang council juga terdapat kursi-kursi kerajaaan pribumi, lukisan dan suvenir dari para eksplorer dan navigator dunia yang mengunjungi Jawa pada abad 18 dan awal abad 19.
Setiap hari Minggu, Rabu dan Sabtu banyak kaum pribumi yang datang mengunjungi museum. Merupakan kesempatan bagi wisatawan untuk melihat mereka dan anak isterinya dalam kostum-kostum yang menarik.
Noordwijk (Kota Utara), secara administratif berada di Manggabesar, Batavia, namun popularitasnya membuat orang mengira sebagai bagian wilayah Weltevreden. Noordwijk merupakan bagian yang paling pesat berkembang, paralel dengan Rijswijk yang berada di sisi Selatan. Jalan ini ditanami dengan pohon-pohon asam yang sangat lux dan tinggi besar. Di belakangnya terdapat deretan toko-toko dan kantor orang Eropa, juga beberapa restoran.
Rijswijk (Kota Beras), merupakan jalan paling populer, paralel dengan Noordwijk menyambung dengan jalan Tanah Abang. Di sudut terdapat Harmonie CLub. Sepanjang jalan dipayungi pohon-pohon asam yang indah. Rumah-rumah umumnya dikelilingi taman yang ditanami pohon-pohon rindang. Di tepi kanal terbentang jalur trem uap.
Di sudut jalan yang berpotongan dengan Gang Pool terletak Official Tourist Bureau, di sebelah Timurnya berdiri Departemen Keadilan, di belakang kediaman resmi Gubernur Jenderal. Di jalan ini juga terdapat Hotel der Nederlander, Departemen Administrasi Kolonial, dan Grand Hotel de Java.
Koningsplein (Gambir). Terletak di pusat kota, luasnya sekitar satu km2. Butuh satu jam untuk jalan berkeliling. Bagi para pendatang baru ia merupakan ruang terbuka berbentuk trapesium yang sangat tidak atraktif, hanya ada beberapa pohon dan sedikit rerumputan. Bagi orang Batavia, ketelanjangan ini justru merupakan daya tarik. “Angin segar bertiup tanpa halangan, dan ketidak hadiran tumbuhan menjamin keringnya udara.” Di sini pada sore hari berkumpul para orang kaya dan orang-orang paling bergaya di Weltevreden, di atas kuda atau di dalam kereta kuda.
Koningsplein dikelilingi oleh deretan residence dan gedung pemerintahan. Di Utara terdapat Dutch Sporting Club dan residence resmi Gubernur Jenderal (tempat tinggalnya jika berkunjung sebulan sekali. Sehari-hari ia tingal di Buitenzorg).
Di Barat ada Museum dan Konsulat Jerman dan Rusia.
Di Selatan, Royal Natural History Society, dan di sebelahnya kediaman Resident Batavia. Di antara Koningsplein Selatan dan Utara berdiri gedung Intercommunal Telephone Co, di belakangnya English Sporting Club. Di Timur ada sekolah tinggi khusus wanita (dibuka sejak 1882) dan gereja Protestan Willemskerk. Di seberangnya adalah Stasiun Koningsplein, di belakang stasiun terdapat arena balap Batavia-Buitenzorg Race Club, di mana balapan diselenggarakan dua kali setahun.
Hertogspark. Sebuah taman indah terletak diantyara Koningsplein Timur dan perumahan pejabat milter. Kediaman resmi Commander-in-Chief berada di dalam taman ini.
Waterlooplein. Lapangan seluas 350 m2, terhubung dengan Koningsplein melalui jalan Willemslaan. Di tengahnya berdiri tegak kolom “Lion of Waterloo”, didirikan pada 1825 oleh Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies, untuk memperingati Perang Waterloo.
Di sisi timurnya berdiri megah istana yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Daendels yang tak pernah digunakan sebagai istana. sekarang digunakan oleh beberapa kantor Pemerintahan. Memasuki pintu gerbang utara istana, menaiki tangga di sisi kanan, akan tiba di hall besar tempat pertemuan para council Hindia Belanda. Koleksi lukisan ukuran life-size para gubernur jenderal didisplay di sini.
Di depan istana berdiri patung perunggu Gubernur JP Coen, didirikan dalam rangka peringatan 250 tahun berdirinya Batavia. Concordia Club yang dikelilingi taman luas berada di sisi selatan istana.
Perumahan pejabat berada di selatan lapangan, di sisi baratnya jalan Willemsplaan yang dipayungi pohon-pohon tinggi besar. Di ujung jalan berdiri monumen General Michiel yang tewas pada 1849 dalam ekspedisi di Bali.
Gereja Katolik Roma berada di sisi utara lapangan, mudah dikenali dengan dua menaranya yang merupakan konstruksi terbuka. Eksterior dan interiornya tidak menampilkan karakteristik yang biasa terdapat di gereja katolik di Eropa.
Pertandingan sepakbola dan pegelaran musik band sering diselenggarakan di lapangan Waterlooplein ini.
Wilhelmina Park. Di akhir jalan Willemslaan terdapat taman kecil yang sangat indah, dinamakan sama dengan nama ratu Belanda kini. Taman ini berada di antara dua cabang sungai Tjiliwoeng dan terbebaskan dari kebisingan kota. Di tengah-tengahnya adalah benteng Prins Hendrik, yang diputus dari Batavia pada masa Daendels dan kini digunakan sebagai gudang senjata. Hanya pedestrian yang diizinkan melalui taman ini. Sumber: Bataviase
57 Makam Kuno Mesir Ditemukan
VIVAnews - Sebanyak 57 makam kuno Mesir ditemukan. Sebagian besar berupa peti mayat dari kayu berhias corak dengan mumi di dalamnya.
Seperti diberitakan Associated Press (AP) edisi Minggu 23 Mei 2010, penemuan ini memberi pengetahuan baru khazanah kepercayaan kuno Mesir.
Penemuan arkeolog itu disampaikan Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir. Dewan menjelaskan, kuburan paling tua bertanggal sekitar 2750 tahun sebelum masehi.
Pada periode itu diperkirakan pada masa dinasti pertama dan kedua Mesir. Sebanyak 12 diantaranya diketahui merupakan makam penguasa dinasti ke-18 yang memerintah Mesir pada abad Kedua sebelum masehi.
Kepala Arkeologi Mesir Zahi Hawass mengatakan, mumi-mumi yang berasal dari dinasti ke-18 ditutupi dalam linen bertuliskan mantra dari Kitab Kematian. Mumi-mumi itu juga diberi gambar sosok dewa-dewa kuno Mesir.
Abdel Rahman El-Aydi, kepala misi penemuan arkeologi mengatakan hal serupa. Bahwa makam-makam itu dihiasi dengan teks religius. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, teks itu akan membantu arwah agar tidak tersesat ke alam neraka.
Pada 31 kuburan bertanggal antara 2030-1840 sebelum masehi, arkeolog menemukan gambar dewa-dewa kuno Mesir yang berbeda. Dewa-dewa itu seperti Horus, Hathor, Khnum, dan Amun, sebagai hiasan.
Dewan juga mengatakan penemuan ini didapat dari penggalian di Lahoun, Fayoum. Lokasinya, berjarak sekitar 70 mil atau sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kairo. Tahun lalu, sebanyak 53 makam batu dengan beragam tanggal masa-masa kuno juga ditemukan di wilayah itu. (jn)
Seperti diberitakan Associated Press (AP) edisi Minggu 23 Mei 2010, penemuan ini memberi pengetahuan baru khazanah kepercayaan kuno Mesir.
Penemuan arkeolog itu disampaikan Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir. Dewan menjelaskan, kuburan paling tua bertanggal sekitar 2750 tahun sebelum masehi.
Pada periode itu diperkirakan pada masa dinasti pertama dan kedua Mesir. Sebanyak 12 diantaranya diketahui merupakan makam penguasa dinasti ke-18 yang memerintah Mesir pada abad Kedua sebelum masehi.
Kepala Arkeologi Mesir Zahi Hawass mengatakan, mumi-mumi yang berasal dari dinasti ke-18 ditutupi dalam linen bertuliskan mantra dari Kitab Kematian. Mumi-mumi itu juga diberi gambar sosok dewa-dewa kuno Mesir.
Abdel Rahman El-Aydi, kepala misi penemuan arkeologi mengatakan hal serupa. Bahwa makam-makam itu dihiasi dengan teks religius. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, teks itu akan membantu arwah agar tidak tersesat ke alam neraka.
Pada 31 kuburan bertanggal antara 2030-1840 sebelum masehi, arkeolog menemukan gambar dewa-dewa kuno Mesir yang berbeda. Dewa-dewa itu seperti Horus, Hathor, Khnum, dan Amun, sebagai hiasan.
Dewan juga mengatakan penemuan ini didapat dari penggalian di Lahoun, Fayoum. Lokasinya, berjarak sekitar 70 mil atau sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kairo. Tahun lalu, sebanyak 53 makam batu dengan beragam tanggal masa-masa kuno juga ditemukan di wilayah itu. (jn)
Senin, 10 Mei 2010
Asal Usul Air Tanah
Adalah hal yang mutlak bagi para birokrat pengelola sumber daya air (tanah), untuk memahami asal-usul (origin) dan sifat-sifat (nature) air tanah, agar tidak terjadi kesalah-pengertian tentang sumberdaya yang dikelola. Kesalah-pengertian tersebut akan menjadikan tujuan mewujudkan kemanfaatan air tanah terutama bagi kaum miskin pengelolaan tidak mencapai sasarannya, bahkan justru akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi keterdapatan air tanah itu sendiri serta kaum miskin tersebut. Hal-hal pokok yang perlu dipahami tentang asal-usul dan sifat-sifat air tanah adalah :
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 (1) Pembentukan Air Tanah
* 2 (2) Wadah Air Tanah
* 3 (3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah
* 4 (4) Mutu Air Tanah
(1) Pembentukan Air Tanah
Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada lajur/zona jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan dan air permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi , yakni suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer; penguapan dari darat atau laut atau air pedalaman, pengembunan membentuk awan, pencurahan, pelonggokan dalam tanih atau badan air dan penguapan kembali (Kamus Hidrologi, 1987). Dari daur hidrologi tersebut dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta manusia yang berada di permiukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.
(2) Wadah Air Tanah
Suatu formasi geologi yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan melalukan air tanah dalam jumlah berarti ke sumur-sumur atau mata air – mata air disebut akuifer. Lapisan pasir atau kerikil adalah salah satu formasi geologi yang dapat bertindak sebagai akuifer. Wadah air tanah yang disebut akuifer tersebut dialasi oleh lapisan lapisan batuan dengan daya meluluskan air yang rendah, misalnya lempung, dikenal sebagai akuitard. Lapisan yang sama dapat juga menutupi akuifer, yang menjadikan air tanah dalam akuifer tersebut di bawah tekanan (confined aquifer). Di beberapa daerah yang sesuai, pengeboran yang menyadap air tanah tertekan tersebut menjadikan air tanah muncul ke permukaan tanpa membutuhkan pemompaan. Sementara akuifer tanpa lapisan penutup di atasnya, air tanah di dalamnya tanpa tekanan (unconfined aquifer), sama dengan tekanan udara luar. Semua akuifer mempunyai dua sifat yang mendasar: (i) kapasitas menyimpan air tanah dan (ii) kapasitas mengalirkan air tanah. Namun demikaian sebagai hasil dari keragaman geologinya, akuifer sangat beragam dalam sifat-sifat hidroliknya (kelulusan dan simpanan) dan volume tandoannya (ketebalan dan sebaran geografinya). Berdasarkan sifat-sifat tersebut akuifer dapat mengandung air tanah dalam jumlah yang sangat besar dengan sebaran yang luas hingga ribuan km2 atau sebaliknya. Ditinjau dari kedudukannya terhadap permukaan, air tanah dapat disebut (i) air tanah dangkal (phreatic), umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman – tergantung kesepakatan – 15 sampai 40 m. (ii) air tanah dalam, umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga kedalaman 40 m). Air tanah dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat (miskin) dengan membuat sumur gali, sementara air tanah dalam dimanfaatkan oleh kalangan industri dan masyarakat berpunya. Sebaran akuifer serta pengaliran air tanah tidak mengenal batas-batas kewenangan administratif pemerintahan. Suatu wilayah yang dibatasi oleh batasan-batasan geologis yang mengandung satu akuifer atau lebih dengan penyebaran luas, disebut cekungan air tanah.
(3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah
Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik /daerah imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga membutuhkan waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun,, tinggal di dalam akuifer sebelum muncul kembali secara alami di titik/daerah luah (discahrge), tergantung dari kedudukan zona jenuh air, topografi, kondisi iklim dan sifat-sifat hidrolika akuifer. Oleh sebab itu, kalau dibandingkan dalam kerangka waktu umur rata-rata manusia, air tanah sesungguhnya adalah salah satu sumber daya alam yang tak terbarukan. Saat ini di daerah-daerah perkotaan yang pemanfaatan air tanah dalamnya sudah sangat intensif, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, dan Medan, muka air tanah dalam (piezometic head) umumnya sudah berada di bawah muka air tanah dangkal (phreatic head). Akibatnya terjadi perubahan pola imbuhan, yang sebelumnya air tanah dalam memasok air tanah dangkal (karena piezometic head lebih tinggi dari phreatic head), saat ini justru sebaliknya air tanah dangkal memasok air tanah dalam. Jika jumlah total pengambilan air tanah dari suatu sistem akuifer melampaui jumlah rata-rata imbuhan, maka akan terjadi penurunan muka air tanah secara menerus serta pengurangan cadangan air tanah dalam akuifer. (Seperti halnya aliran uang tunai ke dalam tabungan, kalau pengeluaran melebihi pemasukan, maka saldo tabungan akan terus berkurang). Jika ini hal ini terjadi, maka kondisi demikian disebut pengambilan berlebih (over exploitation) , dan penambangan air tanah terjadi.
(4) Mutu Air Tanah
Sifat fisika dan komposisi kimia air tanah yang menentukan mutu air tanah secara alami sangat dipengaruhi oleh jenis litologi penyusun akuifer, jenis tanah/batuan yang dilalui air tanah, serta jenis air asal air tanah. Mutu tersebut akan berubah manakala terjadi intervensi manusia terhadap air tanah, seperti pengambilan air tanah yang berlebihan, pembuangan libah, dll Air tanah dangkal rawan (vulnerable) terhadap pencemaran dari zat-zat pencemar dari permukaan. Namun karena tanah/batuan bersifat melemahkan zat-zat pencemar, maka tingkat pencemaran terhadap air tanah dangkal sangat tergantung dari kedudukan akuifer, besaran dan jenis zat pencemar, serta jenis tanah/batuan di zona takjenuh, serta batuan penyusun akuifer itu sendiri. Mengingat perubahan pola imbuhan, maka air tanah dalam di daerah-daerah perkotaan yang telah intensif pemanfaatan air tanahnya, menjadi sangat rawan pencemaran, apabila air tanah dangkalnya di daerah-daerah tersebut sudah tercemar. Air tanah yang tercemar adalah pembawa bibit-bibit penyakit yang berasal dari air (water born diseases).
Daftar isi
[sembunyikan]
* 1 (1) Pembentukan Air Tanah
* 2 (2) Wadah Air Tanah
* 3 (3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah
* 4 (4) Mutu Air Tanah
(1) Pembentukan Air Tanah
Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada lajur/zona jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan dan air permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi , yakni suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer; penguapan dari darat atau laut atau air pedalaman, pengembunan membentuk awan, pencurahan, pelonggokan dalam tanih atau badan air dan penguapan kembali (Kamus Hidrologi, 1987). Dari daur hidrologi tersebut dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta manusia yang berada di permiukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.
(2) Wadah Air Tanah
Suatu formasi geologi yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan melalukan air tanah dalam jumlah berarti ke sumur-sumur atau mata air – mata air disebut akuifer. Lapisan pasir atau kerikil adalah salah satu formasi geologi yang dapat bertindak sebagai akuifer. Wadah air tanah yang disebut akuifer tersebut dialasi oleh lapisan lapisan batuan dengan daya meluluskan air yang rendah, misalnya lempung, dikenal sebagai akuitard. Lapisan yang sama dapat juga menutupi akuifer, yang menjadikan air tanah dalam akuifer tersebut di bawah tekanan (confined aquifer). Di beberapa daerah yang sesuai, pengeboran yang menyadap air tanah tertekan tersebut menjadikan air tanah muncul ke permukaan tanpa membutuhkan pemompaan. Sementara akuifer tanpa lapisan penutup di atasnya, air tanah di dalamnya tanpa tekanan (unconfined aquifer), sama dengan tekanan udara luar. Semua akuifer mempunyai dua sifat yang mendasar: (i) kapasitas menyimpan air tanah dan (ii) kapasitas mengalirkan air tanah. Namun demikaian sebagai hasil dari keragaman geologinya, akuifer sangat beragam dalam sifat-sifat hidroliknya (kelulusan dan simpanan) dan volume tandoannya (ketebalan dan sebaran geografinya). Berdasarkan sifat-sifat tersebut akuifer dapat mengandung air tanah dalam jumlah yang sangat besar dengan sebaran yang luas hingga ribuan km2 atau sebaliknya. Ditinjau dari kedudukannya terhadap permukaan, air tanah dapat disebut (i) air tanah dangkal (phreatic), umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman – tergantung kesepakatan – 15 sampai 40 m. (ii) air tanah dalam, umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga kedalaman 40 m). Air tanah dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat (miskin) dengan membuat sumur gali, sementara air tanah dalam dimanfaatkan oleh kalangan industri dan masyarakat berpunya. Sebaran akuifer serta pengaliran air tanah tidak mengenal batas-batas kewenangan administratif pemerintahan. Suatu wilayah yang dibatasi oleh batasan-batasan geologis yang mengandung satu akuifer atau lebih dengan penyebaran luas, disebut cekungan air tanah.
(3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah
Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik /daerah imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga membutuhkan waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun,, tinggal di dalam akuifer sebelum muncul kembali secara alami di titik/daerah luah (discahrge), tergantung dari kedudukan zona jenuh air, topografi, kondisi iklim dan sifat-sifat hidrolika akuifer. Oleh sebab itu, kalau dibandingkan dalam kerangka waktu umur rata-rata manusia, air tanah sesungguhnya adalah salah satu sumber daya alam yang tak terbarukan. Saat ini di daerah-daerah perkotaan yang pemanfaatan air tanah dalamnya sudah sangat intensif, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, dan Medan, muka air tanah dalam (piezometic head) umumnya sudah berada di bawah muka air tanah dangkal (phreatic head). Akibatnya terjadi perubahan pola imbuhan, yang sebelumnya air tanah dalam memasok air tanah dangkal (karena piezometic head lebih tinggi dari phreatic head), saat ini justru sebaliknya air tanah dangkal memasok air tanah dalam. Jika jumlah total pengambilan air tanah dari suatu sistem akuifer melampaui jumlah rata-rata imbuhan, maka akan terjadi penurunan muka air tanah secara menerus serta pengurangan cadangan air tanah dalam akuifer. (Seperti halnya aliran uang tunai ke dalam tabungan, kalau pengeluaran melebihi pemasukan, maka saldo tabungan akan terus berkurang). Jika ini hal ini terjadi, maka kondisi demikian disebut pengambilan berlebih (over exploitation) , dan penambangan air tanah terjadi.
(4) Mutu Air Tanah
Sifat fisika dan komposisi kimia air tanah yang menentukan mutu air tanah secara alami sangat dipengaruhi oleh jenis litologi penyusun akuifer, jenis tanah/batuan yang dilalui air tanah, serta jenis air asal air tanah. Mutu tersebut akan berubah manakala terjadi intervensi manusia terhadap air tanah, seperti pengambilan air tanah yang berlebihan, pembuangan libah, dll Air tanah dangkal rawan (vulnerable) terhadap pencemaran dari zat-zat pencemar dari permukaan. Namun karena tanah/batuan bersifat melemahkan zat-zat pencemar, maka tingkat pencemaran terhadap air tanah dangkal sangat tergantung dari kedudukan akuifer, besaran dan jenis zat pencemar, serta jenis tanah/batuan di zona takjenuh, serta batuan penyusun akuifer itu sendiri. Mengingat perubahan pola imbuhan, maka air tanah dalam di daerah-daerah perkotaan yang telah intensif pemanfaatan air tanahnya, menjadi sangat rawan pencemaran, apabila air tanah dangkalnya di daerah-daerah tersebut sudah tercemar. Air tanah yang tercemar adalah pembawa bibit-bibit penyakit yang berasal dari air (water born diseases).
Air tanah? Apa dan Bagaimana Mencarinya?
Pertanyaan diatas seringkali muncul ketika sumber air yang kita gunakan selama ini seperti air sungai, danau atau air hujan tidak bisa kita dapatkan. Satu hal yang pasti ini adalah salahsatu jenis air juga.
Hanya dikarenakan jenis air ini tidak terlihat secara langsung, banyak kesalahfahaman dalam masalah ini. Banyak orang secara umum menganggap airtanah itu sebagai suatu danau atau sungai yang mengalir di bawah tanah. Padahal, hanya dalam kasus dimana suatu daerah yang memiliki gua dibawah tanahlah kondisi ini adalah benar. Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan atau melalui butiran antar batuan
(Model aliran airtanah melewati rekahan dan butir batuan)
Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan airtanah ini kita sebut dengan akifer. Bagaimana interaksi kita dalam penggunaan airtanah? Yang alami adalah dengan mengambil airtanah yang muncul di permukaan sebagai mataair atau secara buatan. Untuk pengambilan airtanah secara buatan, mungkin analogi yang baik adalah apabila kita memegang suatu gelas yang berisi air dan es. Apabila kita masukkan sedotan, maka akan terlihat bahwa air yang berada di dalam sedotan akan sama dengan tinggi air di gelas. Ketika kita menghisap air dalam gelas tersebut terus menerus pada akhirnya kita akan menghisap udara, apabila kita masih ingin menghisap air yang tersimpan diantara es maka kita harus menghisapnya lebih keras atau mengubah posisi sedotan. Nah konsep ini hampirlah sama dengan teknis pengambilan airtanah dalam lapisan akifer (dalam hal ini diwakili oleh es batu) dengan menggunakan pompa (diwakili oleh sedotan)
Hal yang menarik, jika kita tutup permukaan sedotan maka akan terlihat bahwa muka air di dalam sedotan akan berbeda dengan muka air didalam gelas. Perbedaan ini akan mengakibatkan pergerakan air. Sama dengan analog ini, airtanahpun akan bergerak dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum diakibatkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dengan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan akifer, gaya lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran airtanah (potentiometrik). Secara alamiah pola gradien ini dapat ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang berada dalam satu sistem aliran airtanah yang sama.
Mengapa pergerakan atau aliran airtanah ini menjadi penting? Karena disinilah kunci dari penentuan suatu daerah kaya dengan airtanah atau tidak. Perlu dicatat : tidak seluruh daerah memiliki potensi airtanah alami yang baik.
Model aliran airtanah itu sendiri akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.
Proses penyusupan ini akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel). Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona jenuh air (saturated zone) yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge zone). Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone).
Dalam perjalananya aliran airtanah ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki lapisan penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan perubahan tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah yang berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai airtanah tertekan (confined aquifer) dan airtanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk, sedangkan airtanah tertekan dalam sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan penutupnya.
Airtanah bebas (water table) memiliki karakter berfluktuasi terhadap iklim sekitar, mudah tercemar dan cenderung memiliki kesamaan karakter kimia dengan air hujan. Kemudahannya untuk didapatkan membuat kecenderungan disebut sebagai airtanah dangkal (Padahal dangkal atau dalam itu sangat relatif lho).
Airtanah tertekan/ airtanah terhalang inilah yang seringkali disebut sebagai air sumur artesis (artesian well). Pola pergerakannya yang menghasilkan gradient potensial, mengakibatkan adanya istilah artesis positif ; kejadian dimana potensial airtanah ini berada diatas permukaan tanah sehingga airtanah akan mengalir vertikal secara alami menuju kestimbangan garis potensial khayal ini. Artesis nol ; kejadian dimana garis potensial khayal ini sama dengan permukaan tanah sehingga muka airtanah akan sama dengan muka tanah. Terakhir artesis negatif ; kejadian dimana garis potensial khayal ini dibawah permukaan tanah sehingga muka airtanah akan berada di bawah permukaan tanah..
Jadi, kalau tukang sumur bilang bahwa dia akan membuat sumur artesis, itu artinya dia akan mencari airtanah tertekan/airtanah terhalang ini.. belum tentu airnya akan muncrat dari tanah ;p
Lalu airtanah mana yang akan dicari?
Itulah yang pertama kali harus kita tentukan. Tiap jenis airtanah memerlukan metode pencarian yang spesifik. Tapi secara umum bisa kita bagi menjadi :
Metode berdasarkan aspek fisika (Hidrogeofisika) : Penekanannya pada aspek fisik yaitu merekonstruksi pola sebaran lapisan akuifer. Beberapa metode yang sudah umum kita dengar dalam metode ini adalah pengukuran geolistrik yang meliputi pengukuran tahanan jenis, induce polarisation (IP) dan lain-lain. Pengukuran lainnya adalah dengan menggunakan sesimik, gaya berat dan banyak lagi.
Metode berdasarkan aspek kimia (Hidrogeokimia) : Penekanannya pada aspek kimia yaitu mencoba merunut pola pergerakan airtanah. Secara teori ketika air melewati suatu media, maka air ini akan melarutkan komponen yang dilewatinya. Sebagai contoh air yang telah lama mengalir di bawah permukaan tanah akan memiliki kandungan mineral yang berasal dari batuan yang dilewatinya secara melimpah.
Metode manakah yang terbaik?
Kombinasi dari kedua metode ini akan saling melengkapi dan akan memudahkan kita untuk mengetahui lebih lengkap mengenai informasi keberadaan airtanah di daerah kita.
Selamat mencari airtanah… untuk kehidupan yang lebih baik
Hanya dikarenakan jenis air ini tidak terlihat secara langsung, banyak kesalahfahaman dalam masalah ini. Banyak orang secara umum menganggap airtanah itu sebagai suatu danau atau sungai yang mengalir di bawah tanah. Padahal, hanya dalam kasus dimana suatu daerah yang memiliki gua dibawah tanahlah kondisi ini adalah benar. Secara umum airtanah akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan atau melalui butiran antar batuan
(Model aliran airtanah melewati rekahan dan butir batuan)
Batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan airtanah ini kita sebut dengan akifer. Bagaimana interaksi kita dalam penggunaan airtanah? Yang alami adalah dengan mengambil airtanah yang muncul di permukaan sebagai mataair atau secara buatan. Untuk pengambilan airtanah secara buatan, mungkin analogi yang baik adalah apabila kita memegang suatu gelas yang berisi air dan es. Apabila kita masukkan sedotan, maka akan terlihat bahwa air yang berada di dalam sedotan akan sama dengan tinggi air di gelas. Ketika kita menghisap air dalam gelas tersebut terus menerus pada akhirnya kita akan menghisap udara, apabila kita masih ingin menghisap air yang tersimpan diantara es maka kita harus menghisapnya lebih keras atau mengubah posisi sedotan. Nah konsep ini hampirlah sama dengan teknis pengambilan airtanah dalam lapisan akifer (dalam hal ini diwakili oleh es batu) dengan menggunakan pompa (diwakili oleh sedotan)
Hal yang menarik, jika kita tutup permukaan sedotan maka akan terlihat bahwa muka air di dalam sedotan akan berbeda dengan muka air didalam gelas. Perbedaan ini akan mengakibatkan pergerakan air. Sama dengan analog ini, airtanahpun akan bergerak dari tekanan tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum diakibatkan oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dengan permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan akifer, gaya lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena lainnya yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut gradien aliran airtanah (potentiometrik). Secara alamiah pola gradien ini dapat ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang berada dalam satu sistem aliran airtanah yang sama.
Mengapa pergerakan atau aliran airtanah ini menjadi penting? Karena disinilah kunci dari penentuan suatu daerah kaya dengan airtanah atau tidak. Perlu dicatat : tidak seluruh daerah memiliki potensi airtanah alami yang baik.
Model aliran airtanah itu sendiri akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.
Proses penyusupan ini akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel). Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona jenuh air (saturated zone) yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge zone). Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi ini akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai daerah aliran (flow zone).
Dalam perjalananya aliran airtanah ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki lapisan penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan perubahan tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah yang berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai airtanah tertekan (confined aquifer) dan airtanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk, sedangkan airtanah tertekan dalam sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan penutupnya.
Airtanah bebas (water table) memiliki karakter berfluktuasi terhadap iklim sekitar, mudah tercemar dan cenderung memiliki kesamaan karakter kimia dengan air hujan. Kemudahannya untuk didapatkan membuat kecenderungan disebut sebagai airtanah dangkal (Padahal dangkal atau dalam itu sangat relatif lho).
Airtanah tertekan/ airtanah terhalang inilah yang seringkali disebut sebagai air sumur artesis (artesian well). Pola pergerakannya yang menghasilkan gradient potensial, mengakibatkan adanya istilah artesis positif ; kejadian dimana potensial airtanah ini berada diatas permukaan tanah sehingga airtanah akan mengalir vertikal secara alami menuju kestimbangan garis potensial khayal ini. Artesis nol ; kejadian dimana garis potensial khayal ini sama dengan permukaan tanah sehingga muka airtanah akan sama dengan muka tanah. Terakhir artesis negatif ; kejadian dimana garis potensial khayal ini dibawah permukaan tanah sehingga muka airtanah akan berada di bawah permukaan tanah..
Jadi, kalau tukang sumur bilang bahwa dia akan membuat sumur artesis, itu artinya dia akan mencari airtanah tertekan/airtanah terhalang ini.. belum tentu airnya akan muncrat dari tanah ;p
Lalu airtanah mana yang akan dicari?
Itulah yang pertama kali harus kita tentukan. Tiap jenis airtanah memerlukan metode pencarian yang spesifik. Tapi secara umum bisa kita bagi menjadi :
Metode berdasarkan aspek fisika (Hidrogeofisika) : Penekanannya pada aspek fisik yaitu merekonstruksi pola sebaran lapisan akuifer. Beberapa metode yang sudah umum kita dengar dalam metode ini adalah pengukuran geolistrik yang meliputi pengukuran tahanan jenis, induce polarisation (IP) dan lain-lain. Pengukuran lainnya adalah dengan menggunakan sesimik, gaya berat dan banyak lagi.
Metode berdasarkan aspek kimia (Hidrogeokimia) : Penekanannya pada aspek kimia yaitu mencoba merunut pola pergerakan airtanah. Secara teori ketika air melewati suatu media, maka air ini akan melarutkan komponen yang dilewatinya. Sebagai contoh air yang telah lama mengalir di bawah permukaan tanah akan memiliki kandungan mineral yang berasal dari batuan yang dilewatinya secara melimpah.
Metode manakah yang terbaik?
Kombinasi dari kedua metode ini akan saling melengkapi dan akan memudahkan kita untuk mengetahui lebih lengkap mengenai informasi keberadaan airtanah di daerah kita.
Selamat mencari airtanah… untuk kehidupan yang lebih baik
Siklus air dan lautan
B. SIKLUS AIR DAN LAUTAN (1/2)
Jika pada waktu ini kita membaca ayat-ayat Qur-an yang
mengenai air dan kehidupan manusia ayat demi ayat, semuanya
akan nampak kepada kita sebagai ayat-ayat yang menunjukkan
hal yang sudah jelas. Sebabnya adalah sederhana; pada zaman
kita sekarang ini, kita semua mengetahui siklus air dalam
alam, meskipun pengetahuan kita itu tidak tepat
keseluruhannya.
Tetapi jika kita memikirkan konsep-konsep lama yang
bermacam-macam mengenai hal ini, kita akan mengetahui bahwa
ayat-ayat Qur-an tidak menyebutkan hal-hal yang ada
hubungannya dengan konsep mistik yang tersiar dan yang
mempengaruhi pemikiran filsafat secara lebih besar daripada
hasil-nasil pengamatan. Jika orang-orang zaman dahulu telah
dapat memperoleh pengetahuan praktis yang bermanfaat, untuk
memperbaiki pengairan air, walaupun pengetahuan itu
terbatas, di lain fihak mereka itu mempunyai gambaran
tentang siklus air yang tak akan dapat diterima oleh orang
sekarang.
Dengan cara pemikiran orang dahulu itu, mudahlah bagi
seseorang untuk menggambarkan bahwa air di bawah tanah itu
dapat diperoleh karena terjadinya gugusan dalam tanah. Orang
menyebutkan konsep Vitrue yang pada abad I SM.
mempertahankan ide tersebut di Roma. Dengan begitu, selama
beberapa abad, dan juga setelah Qur-an diwahyukan banyak
orang yang mengikuti ide yang salah tentang regime air.
Dalam artikel "Hydrogeologie" daripada Encyclopedia
Universalis, dua orang ahli, yaitu G. Castany dan B. Blavoux
menyajikan sejarah air yang sangat jelas sebagai berikut:
Bagi Thales dan Milet pada abad VII S.M. air laut masuk ke
benua karena pengaruh angin, air juga jatuh di atas bumi dan
masuk dalam tanah. Plato menyetujui ide ini dan berpendapat
bahwa kembalinya air ke laut itu terjadi karena tatare,
yakni jurang yang besar di pinggir bumi. Teori tersebut
dianut oleh banyak ahli fikir sampai abad XVII dengan Rene
Descartes, Aristoteles mengira bahwa uap air di tanah
menjadi padat dalam gua-gua yang dingin di gunung-gunung dan
menjadikan danau-danau di bawah bumi, danau-danau itu
mengisi sumber-sumber air. Pendapat Aristoteles diikuti oleh
Seneca (abad I M) dan banyak orang lainnya sehingga tahun
1877, O. Volger termasuk di antara pengikut teori tersebut.
Konsepsi tentang siklus air yang jelas untuk pertama kali
diutarakan oleh Bernard Palessy pada th. 1580. Konsepsi itu
mengatakan bahwa air di bawah tanah asalnya dari infiltrasi
air hujan dalam tanah. Teori tersebut kemudian dibenarkan
oleh E. Mariotte dan P. Perrault pada abad XVII M.
Dalam ayat-ayat Qur-an tak terdapat konsepsi yang salah,
tetapi diterima orang pada zaman Nabi Muhammad.
Silahkan baca ayat-ayat di bawah ini.
Surat 50 ayat 9 s/d 11:
Artinya: "Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak
manfaatnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu
pohon-pohon dan biji tanaman yang diketam, dan
pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai
mayang bersusun-susun untuk menjadi rizki bagi
hamba-hamba (Kami). Dan Kami hidupkan dengan air
itu, tanah yang mati (kering). Seperti itulah
terjadinya kebangkitan."
Surat 23 ayat 18:
Artinya: "Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu
ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami berkuasa (pula)
rnenghilangkannya. Lalu dengan air itu Kami
tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur.
Di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan
yang banyak dan dari kebun-kebun itu kamu mendapat
makanan."
Surat 15 ayat 22:
Artinya: "Dan Kami telah mengirimkan angin untak mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dan
langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu
dan sekali-kali bukannya kamu yang menyimpannya."
Ada dua cara untuk menafsirkan ayat yang terakhir ini, angin
yang menyuburkan dapat dianggap sebagai penyubur
tanaman-tanaman dengan jalan membawa pollen (benih buah dari
tumbuhan-tumbuhan lain). Tetapi dapat juga ditafsirkan
sebagai ekspresi kiyasan yang menggambarkan peranan angin
yang membawa awan yang tidak mendatangkan hujan atau awan
yang membawa hujan. Peranan ini sering disebut dalam ayat,
seperti ayat-ayat di bawah ini.
Surat 35 ayat 91:
Artinya: "Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu
angin untuk menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke
suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah
matinya dengan (hujan yang turun dari) awan itu. Demikianlah
kebangkitan itu."
Kita perhatikan bahwa pada bagian pertama daripada ayat
tersebut, susunan kata-katanya adalah susunan hikayat,
kemudian dengan mendadak dan tanpa transisi susunannya
berubah menjadi deklarasi daripada Tuhan. Perubahan susunan
yang mendadak dalam bentuk deklarasi sering terdapat dalam
Qur-an.
Surat 30 ayat 48:
Artinya: "Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin
itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya
di langit menurut yang dikehendakiNya, dan
menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat
hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila
hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang
dikehendakiNya, tiba-tiba mereka jadi gembira."
Surat 7 ayat 57:
Artinya: "Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa
berita gembira di muka kedatangan rahmatNya
(hujan), hingga apabila angin itu telah membawa
awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang
tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu
Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan ini
pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami
membangkitkan orang-orang yang telah mati, supaya
kamu mengambil pelajaran."
Surat 23 ayat 48-50:
Artinya: "Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa
kabar gembira dengan sebelum kedatangan rahmatNya
(hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang
amat bersih. Agar Kami menghidupkan dengan air itu
sebagian besar dari mahluk Kami, binatang-binatang
ternak dan manusia yang banyak."
Surat 45 ayat 5:
Artinya: "Dan pada pergantian malam dan siang, dan hujan
yang diturunkan Allah dari langit, lalu
dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah
matinya. Dan pada perkisaran angin terdapat pula
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
berakal."
Rizki dalam ayat ini adalah air yang turun dari langit,
seperti yang diterangkan oleh konteks. Yang ditekankan di
sini adalah perubahan angin, yaitu yang mempengaruhi
turunnya hujan.
Surat 13 ayat 17:
Artinya: "Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit,
maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut
ukurannya, maka arus itu membawa buih yang
mengembang."
Surat 67 ayat 30:
Artinya: "Katakanlah kepadanya jika sumber air kamu menjadi
kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air
yang mengalir bagimu?"
Surat 39 ayat 21.
Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya
Allah menurunkan air dari langit maka diaturNya
menjadi sumber-sumber di bumi kemudian
ditumbuhkanNya dengan air itu tanam-tanaman yang
bertmacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering
lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian
dijadikannya hancur berderai-derai."
Surat 36 ayat 34:
Artinya: "Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan
anggur, dan Kami pancarkan padanya beberapa mata
air."
Pentingnya sumber-sumber dan diisinya dengan air hujan yang
digiring ke arah sumber itu digaris bawahi dalam tiga ayat
terakhir. Kita perlu memperhatikan hal ini, untuk mengingat
konsepsi yang tersiar pada abad pertengahan seperti konsepsi
Aristoteles yang mengatakan bahwa sumber-sumber itu mendapat
air dari danau-danau di bawah bumi. Dalam artikel
"Hidrologi" dalam Encyclopedia Universalis, M.R. Rememeras,
Guru Besar pada sekolah nasional untuk pertahanan desa,
pertahanan air dan hutan, menerangkan tahap-tahap pokok
daripada hidrologi dan menyebutkan proyek-proyek irigasi
kuno, khususnya di Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa
empirisme telah mendahului ide pada waktu itu dan
konsepsi-konsepsi yang salah. Kemudian ia meneruskan: perlu
manusia menunggu zaman renaissance (antara tahun 1400-1600)
untuk melihat konsep-konsep filsafat mundur dan memberikan
tempatnya kepada penyelidikan-penyelidikan fenomena
hidrologi yang didasarkan atas pengamatan (observasi).
Leonardo da Vinci (1452-1519) menentang pernyataan-
pernyataan Aristoteles. Bernard Palessy, dalam bukunya:
Penyelidikan yang mengagumkan tentang watak air dan air
mancur, yang alamiah dan yang buatan (Paris 1570)
memberikan interpretasi yang benar tentang siklus air dan
khususnya pengisian sumber-sumber air daripada air hujan.
Surat 39 ayat 21 yang menyebutkan bahwa air hujan itu
mengarah kepada sumber-sumber air. Bukankah hal itu tepat
sekali seperti yang ditulis oleh Palessy pada tahun 1570.
Kemudian Qur-an membicarakan butir-butir es dalam Surat 24
ayat 43:
Artinya: "Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,
kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)Nya,
kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka
kelihatanlah olehmu hujan keluar dari
celah-celahnya, dan Allah (juga) menurunkan
(butiran-butiran) es dari langit (yaitu) dari
(gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung
maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada
siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkannya dari
siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu
hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
Ayat-ayat di bawah ini memerlukan komentar (Surat 56 ayat 68
sampai dengan 70).
Artinya: "Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami
yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami
jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak
bersyukur?"
Menyebutkan bahwa Tuhan dapat merubah air tawar menjadi
masin adalah suatu cara untuk menunjukkan kekuasaan Tuhan.
Suatu cara untuk mengingatkan akan kekuasaan Tuhan adalah
tantangan kepada manusia untuk menurunkan hujan dari awan ,
yang pertama memang betul-betul tantangan yang mustahil
diterima; tetapi yang kedua tidak lagi merupakan
kemustahilan pada zaman modern ini karena tehnik sudah
memungkinkan usaha menjatuhkan hujan. Apakah kemampuan
manusia untuk menjatuhkan hujan itu bertentangan dengan
pernyataan Qur-an?
Soalnya tidak begitu. Kita tetap harus meninjau batas-batas
kemampuan manusia dalam bidang ini. M.A. Facy, insinyur umum
daripada Meteorologi National menulis tentang "menurunkan
hujan" dalam Encyclopedia Universalis sebagai berikut:
"Orang tidak akan dapat menjatuhkan hujan daripada awan yang
tidak mengandung air, atau awan yang belum waktunya
menjatuhkan hujan dari pada awan yang tidak mengandung air,
atau awan yang belum waktunya menjatuhkan air walaupun ia
mengandung air." Jadi manusia hanya mempercepat proses
turunnya hujan dengan bantuan teknik modern, sedangkan
persyaratan-persyaratan alamiah sudah terpenuhi. Kalau
keadaan tidak begitu, yakni bahwa manusia dapat menurunkan
hujan, niscaya tak terdapat lagi kekeringan, tak ada lagi
tanah tandus. Kenyataannya tidak begitu. Untuk menguasai
hujan dan udara yang baik tetap menjadi impian manusia.
Manusia tak dapat memecahkan menurut kemauannya sendiri
suatu siklus yang sudah tetap dan menjamin peredaran
(sirkulasi) air dalam alam. Menurut hidrologi modern siklus
itu dapat diringkaskan sebagai berikut:
Sinar dan panas matahari menyebabkan uapan lautan-lautan dan
tanah-tanah yang digenangi atau tercampur dengan air.
Uap tersebut naik ke atmosfir dan membentuk awan-awan dengan
cara berpadat (kondensasi). Kemudian angin campur tangan
untuk memindahkan uap-uap itu ke jarak-jarak yang
berbeda-beda. Awan-awan itu kadang-kadang hilang tanpa
menurunkan hujan, kadang-kadang berkumpul satu dengan yang
lain untuk membentuk kondensasi yang lebih besar dan
kadang-kadang berpecah-pecah untuk menurunkan hujan pada
tahap tertentu daripada perkembangan awan. Jika hujan itu
turun di atas lautan (yang merupakan 70% daripada wajah
bumi) siklus tersebut dengan lekas menjadi tertutup. Tetapi
jika hujan itu jatuh di atas tanah, sebagian akan disedot
oleh tumbuh-tumbuhan dan membesarkan tumbuh-tumbuhan itu.
Tumbuh-tumbuhan itu, dengan transpirasinya mengembalikan
sebagian air hujan ke atmosfir. Sebagian lain daripada air
hujan meresap dalam tanah, dan dari tanah itu sebagian
menuju ke lautan dengan perantaraan saluran-saluran atau
terus masuk lebih mendalam dalam tanah untuk kembali lagi ke
muka bumi melalui sumber-sumber atau air mancur.
Jika kita bandingkan hasil hidrologi modern dengan kandungan
beberapa ayat Qur-an yang telah kita sebutkan di atas kita
merasakan adanya persesuaian yang jelas di antaranya.
LAUTAN (2/2)
Sebagaimana ayat-ayat Qur-an telah memberikan bahan
perbandingan dengan ilmu pengetahuan modern mengenai siklus
air dalam alam pada umumnya, hal tersebut akan kita rasakan
juga mengenai lautan. Tak ada ayat Qur-an yang mengenai
lautan bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Begitu juga
perlu digarisbawahi bahwa tak ada ayat Qur-an yang
membicarakan tentang lautan menunjukkan hubungan dengan
kepercayaan-kepercayaan atau mitos, atau takhayul yang
terdapat pada zamanl Qur-an diwahyukan.
Beberapa ayat yang mengenai lautan dan pelayaran
mengemukakan tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang nampak dalam
pengamatan sehari-hari. yang semua itu untuk difikirkan.
Ayat-ayat itu adalah:
Surat 14 ayat 32:
Artinya: "Dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya
bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendakNya."
Surat 16 ayat 14:
Artinya: "Dan Dialah (Allah) yang menundukkan lautan
(untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya
daging yang segar (ikan) dan Kami mengeluarkan
dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai dan kamu
melihat bahtera berlayar padanya dan supaya kamu
mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya
kamu bersyukur."
Surat 31 ayat 31:
Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya
kapal itu berlayar di laut dengan nikmat
(kemurahan) Allah, supaya diperlihatkanNya
kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat
sabar lagi banyak bersyukur."
Surat 55 ayat 24:
Artinya: "Dan kepunyaanNyalah bahtera-bahtera yang tinggi
layarnya di lautan, laksana gunung."
Surat 36 ayat 41-44.
Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka
adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam
bahtera yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan untuk
mereka yang mereka kendarai yang seperti bahtera
itu. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami
tenggelamkan mereka; maka tiadalah bagi mereka
penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
Kecuali karena rahmat daripada Kami, dan untuk
memberikan kesenangan hidup sampai waktu
tertentu."
Ayat tersebut membicarakan perahu yang memuat manusia di
atas lautan seperti perahu yang membawa Nabi Nuh dan
penumpang-penumpang lainnya, serta membawa mereka sampai ke
daratan.
Ada lagi fakta mengenai lautan untuk diamati. Fakta tersebut
dapat diambil dari ayat-ayat Qur-an tentang lautan, dan
fakta tersebut menunjukkan suatu aspek yang khusus.
Tiga ayat membicarakan sifat-sifat sungai yang besar jika
sungai itu menuang ke dalam lautan.
Suatu fenomena yang sering kita dapatkan adalah bahwa air
lautan yang asin, dengan air sungai-sungai besar yang tawar
tidak bercampur seketika. Orang mengira bahwa Qur-an
membicarakan sungai Euphrat dan Tigris yang setelah bertemu
dalam muara, kedua sungai itu membentuk semacam lautan yang
panjangnya lebih dari 150 km, dan dinamakan Syath al Arab.
Di dalam teluk pengaruh pasang surutnya air menimbulkan
suatu fenomena yang bermanfaat yaitu masuknya air tawar ke
dalam tanah sehingga menjamin irigasi yang memuaskan. Untuk
memahami teks ayat, kita harus ingat bahwa lautan adalah
terjemahan kata bahasa Arab "Bahr" yang berarti sekelompok
air yang besar, sehingga kata itu dapat dipakai untuk
menunjukkan lautan atau sungai yang besar seperti Nil,
Tigris dan Euphrat.
Tiga ayat yang memuat fenomena tersebut adalah sebagai
berikut:
Surat 25 ayat 53:
Artinya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang
lain asin lagi pahit, Dia jadikan antara keduanya
dinding dan batas yang menghalangi."
Surat 35 ayat 12:
Artinya: "Dan tidak sama (antara) dua laut. Yang ini tawar
segar sedap diminum, dan yang ini asin lagi pahit.
Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan
daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan
perhiasan yang dapat kamu memakainya."
Surat 55 ayat 19, 20, 22:
Artinya: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya
kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang
tidak dilampaui masing-masing. Dari keduanya
keluar mutiara dan marjan."
Selain menunjukkan fakta yang pokok, ayat-ayat tersebut
menyebutkan kekayaan-kekayaan yang dikeluarkan dari air
tawar dan air asin yaitu ikan-ikan dan hiasan badan:
batu-batu perhiasan dan mutiara. Mengenai fenomena tidak
campurnya air sungai dengan air laut di muara-muara hal
tersebut tidak khusus untuk Tigris dan Euphrat yang memang
tidak disebutkan namanya dalam ayat walaupun ahli-ahli
tafsir mengira bahwa dua sungai besar itulah yang
dimaksudkan. Sungai-sungai besar yang menuang ke laut
seperti Missisippi dan Yang Tse menunjukkan keistimewaan
yang sama; campurnya kedua macan air itu tidak terlaksana
seketika tetapi memerlukan waktu.
Jika pada waktu ini kita membaca ayat-ayat Qur-an yang
mengenai air dan kehidupan manusia ayat demi ayat, semuanya
akan nampak kepada kita sebagai ayat-ayat yang menunjukkan
hal yang sudah jelas. Sebabnya adalah sederhana; pada zaman
kita sekarang ini, kita semua mengetahui siklus air dalam
alam, meskipun pengetahuan kita itu tidak tepat
keseluruhannya.
Tetapi jika kita memikirkan konsep-konsep lama yang
bermacam-macam mengenai hal ini, kita akan mengetahui bahwa
ayat-ayat Qur-an tidak menyebutkan hal-hal yang ada
hubungannya dengan konsep mistik yang tersiar dan yang
mempengaruhi pemikiran filsafat secara lebih besar daripada
hasil-nasil pengamatan. Jika orang-orang zaman dahulu telah
dapat memperoleh pengetahuan praktis yang bermanfaat, untuk
memperbaiki pengairan air, walaupun pengetahuan itu
terbatas, di lain fihak mereka itu mempunyai gambaran
tentang siklus air yang tak akan dapat diterima oleh orang
sekarang.
Dengan cara pemikiran orang dahulu itu, mudahlah bagi
seseorang untuk menggambarkan bahwa air di bawah tanah itu
dapat diperoleh karena terjadinya gugusan dalam tanah. Orang
menyebutkan konsep Vitrue yang pada abad I SM.
mempertahankan ide tersebut di Roma. Dengan begitu, selama
beberapa abad, dan juga setelah Qur-an diwahyukan banyak
orang yang mengikuti ide yang salah tentang regime air.
Dalam artikel "Hydrogeologie" daripada Encyclopedia
Universalis, dua orang ahli, yaitu G. Castany dan B. Blavoux
menyajikan sejarah air yang sangat jelas sebagai berikut:
Bagi Thales dan Milet pada abad VII S.M. air laut masuk ke
benua karena pengaruh angin, air juga jatuh di atas bumi dan
masuk dalam tanah. Plato menyetujui ide ini dan berpendapat
bahwa kembalinya air ke laut itu terjadi karena tatare,
yakni jurang yang besar di pinggir bumi. Teori tersebut
dianut oleh banyak ahli fikir sampai abad XVII dengan Rene
Descartes, Aristoteles mengira bahwa uap air di tanah
menjadi padat dalam gua-gua yang dingin di gunung-gunung dan
menjadikan danau-danau di bawah bumi, danau-danau itu
mengisi sumber-sumber air. Pendapat Aristoteles diikuti oleh
Seneca (abad I M) dan banyak orang lainnya sehingga tahun
1877, O. Volger termasuk di antara pengikut teori tersebut.
Konsepsi tentang siklus air yang jelas untuk pertama kali
diutarakan oleh Bernard Palessy pada th. 1580. Konsepsi itu
mengatakan bahwa air di bawah tanah asalnya dari infiltrasi
air hujan dalam tanah. Teori tersebut kemudian dibenarkan
oleh E. Mariotte dan P. Perrault pada abad XVII M.
Dalam ayat-ayat Qur-an tak terdapat konsepsi yang salah,
tetapi diterima orang pada zaman Nabi Muhammad.
Silahkan baca ayat-ayat di bawah ini.
Surat 50 ayat 9 s/d 11:
Artinya: "Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak
manfaatnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu
pohon-pohon dan biji tanaman yang diketam, dan
pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai
mayang bersusun-susun untuk menjadi rizki bagi
hamba-hamba (Kami). Dan Kami hidupkan dengan air
itu, tanah yang mati (kering). Seperti itulah
terjadinya kebangkitan."
Surat 23 ayat 18:
Artinya: "Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu
ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami berkuasa (pula)
rnenghilangkannya. Lalu dengan air itu Kami
tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur.
Di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan
yang banyak dan dari kebun-kebun itu kamu mendapat
makanan."
Surat 15 ayat 22:
Artinya: "Dan Kami telah mengirimkan angin untak mengawinkan
(tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dan
langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu
dan sekali-kali bukannya kamu yang menyimpannya."
Ada dua cara untuk menafsirkan ayat yang terakhir ini, angin
yang menyuburkan dapat dianggap sebagai penyubur
tanaman-tanaman dengan jalan membawa pollen (benih buah dari
tumbuhan-tumbuhan lain). Tetapi dapat juga ditafsirkan
sebagai ekspresi kiyasan yang menggambarkan peranan angin
yang membawa awan yang tidak mendatangkan hujan atau awan
yang membawa hujan. Peranan ini sering disebut dalam ayat,
seperti ayat-ayat di bawah ini.
Surat 35 ayat 91:
Artinya: "Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu
angin untuk menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke
suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah
matinya dengan (hujan yang turun dari) awan itu. Demikianlah
kebangkitan itu."
Kita perhatikan bahwa pada bagian pertama daripada ayat
tersebut, susunan kata-katanya adalah susunan hikayat,
kemudian dengan mendadak dan tanpa transisi susunannya
berubah menjadi deklarasi daripada Tuhan. Perubahan susunan
yang mendadak dalam bentuk deklarasi sering terdapat dalam
Qur-an.
Surat 30 ayat 48:
Artinya: "Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin
itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya
di langit menurut yang dikehendakiNya, dan
menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat
hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila
hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang
dikehendakiNya, tiba-tiba mereka jadi gembira."
Surat 7 ayat 57:
Artinya: "Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa
berita gembira di muka kedatangan rahmatNya
(hujan), hingga apabila angin itu telah membawa
awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang
tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu
Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan ini
pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami
membangkitkan orang-orang yang telah mati, supaya
kamu mengambil pelajaran."
Surat 23 ayat 48-50:
Artinya: "Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa
kabar gembira dengan sebelum kedatangan rahmatNya
(hujan) dan Kami turunkan dari langit air yang
amat bersih. Agar Kami menghidupkan dengan air itu
sebagian besar dari mahluk Kami, binatang-binatang
ternak dan manusia yang banyak."
Surat 45 ayat 5:
Artinya: "Dan pada pergantian malam dan siang, dan hujan
yang diturunkan Allah dari langit, lalu
dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah
matinya. Dan pada perkisaran angin terdapat pula
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
berakal."
Rizki dalam ayat ini adalah air yang turun dari langit,
seperti yang diterangkan oleh konteks. Yang ditekankan di
sini adalah perubahan angin, yaitu yang mempengaruhi
turunnya hujan.
Surat 13 ayat 17:
Artinya: "Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit,
maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut
ukurannya, maka arus itu membawa buih yang
mengembang."
Surat 67 ayat 30:
Artinya: "Katakanlah kepadanya jika sumber air kamu menjadi
kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air
yang mengalir bagimu?"
Surat 39 ayat 21.
Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya
Allah menurunkan air dari langit maka diaturNya
menjadi sumber-sumber di bumi kemudian
ditumbuhkanNya dengan air itu tanam-tanaman yang
bertmacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering
lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian
dijadikannya hancur berderai-derai."
Surat 36 ayat 34:
Artinya: "Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan
anggur, dan Kami pancarkan padanya beberapa mata
air."
Pentingnya sumber-sumber dan diisinya dengan air hujan yang
digiring ke arah sumber itu digaris bawahi dalam tiga ayat
terakhir. Kita perlu memperhatikan hal ini, untuk mengingat
konsepsi yang tersiar pada abad pertengahan seperti konsepsi
Aristoteles yang mengatakan bahwa sumber-sumber itu mendapat
air dari danau-danau di bawah bumi. Dalam artikel
"Hidrologi" dalam Encyclopedia Universalis, M.R. Rememeras,
Guru Besar pada sekolah nasional untuk pertahanan desa,
pertahanan air dan hutan, menerangkan tahap-tahap pokok
daripada hidrologi dan menyebutkan proyek-proyek irigasi
kuno, khususnya di Timur Tengah. Ia mengatakan bahwa
empirisme telah mendahului ide pada waktu itu dan
konsepsi-konsepsi yang salah. Kemudian ia meneruskan: perlu
manusia menunggu zaman renaissance (antara tahun 1400-1600)
untuk melihat konsep-konsep filsafat mundur dan memberikan
tempatnya kepada penyelidikan-penyelidikan fenomena
hidrologi yang didasarkan atas pengamatan (observasi).
Leonardo da Vinci (1452-1519) menentang pernyataan-
pernyataan Aristoteles. Bernard Palessy, dalam bukunya:
Penyelidikan yang mengagumkan tentang watak air dan air
mancur, yang alamiah dan yang buatan (Paris 1570)
memberikan interpretasi yang benar tentang siklus air dan
khususnya pengisian sumber-sumber air daripada air hujan.
Surat 39 ayat 21 yang menyebutkan bahwa air hujan itu
mengarah kepada sumber-sumber air. Bukankah hal itu tepat
sekali seperti yang ditulis oleh Palessy pada tahun 1570.
Kemudian Qur-an membicarakan butir-butir es dalam Surat 24
ayat 43:
Artinya: "Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan,
kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)Nya,
kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka
kelihatanlah olehmu hujan keluar dari
celah-celahnya, dan Allah (juga) menurunkan
(butiran-butiran) es dari langit (yaitu) dari
(gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung
maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada
siapa yang dikehendakiNya dan dipalingkannya dari
siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu
hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
Ayat-ayat di bawah ini memerlukan komentar (Surat 56 ayat 68
sampai dengan 70).
Artinya: "Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami
yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami
jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak
bersyukur?"
Menyebutkan bahwa Tuhan dapat merubah air tawar menjadi
masin adalah suatu cara untuk menunjukkan kekuasaan Tuhan.
Suatu cara untuk mengingatkan akan kekuasaan Tuhan adalah
tantangan kepada manusia untuk menurunkan hujan dari awan ,
yang pertama memang betul-betul tantangan yang mustahil
diterima; tetapi yang kedua tidak lagi merupakan
kemustahilan pada zaman modern ini karena tehnik sudah
memungkinkan usaha menjatuhkan hujan. Apakah kemampuan
manusia untuk menjatuhkan hujan itu bertentangan dengan
pernyataan Qur-an?
Soalnya tidak begitu. Kita tetap harus meninjau batas-batas
kemampuan manusia dalam bidang ini. M.A. Facy, insinyur umum
daripada Meteorologi National menulis tentang "menurunkan
hujan" dalam Encyclopedia Universalis sebagai berikut:
"Orang tidak akan dapat menjatuhkan hujan daripada awan yang
tidak mengandung air, atau awan yang belum waktunya
menjatuhkan hujan dari pada awan yang tidak mengandung air,
atau awan yang belum waktunya menjatuhkan air walaupun ia
mengandung air." Jadi manusia hanya mempercepat proses
turunnya hujan dengan bantuan teknik modern, sedangkan
persyaratan-persyaratan alamiah sudah terpenuhi. Kalau
keadaan tidak begitu, yakni bahwa manusia dapat menurunkan
hujan, niscaya tak terdapat lagi kekeringan, tak ada lagi
tanah tandus. Kenyataannya tidak begitu. Untuk menguasai
hujan dan udara yang baik tetap menjadi impian manusia.
Manusia tak dapat memecahkan menurut kemauannya sendiri
suatu siklus yang sudah tetap dan menjamin peredaran
(sirkulasi) air dalam alam. Menurut hidrologi modern siklus
itu dapat diringkaskan sebagai berikut:
Sinar dan panas matahari menyebabkan uapan lautan-lautan dan
tanah-tanah yang digenangi atau tercampur dengan air.
Uap tersebut naik ke atmosfir dan membentuk awan-awan dengan
cara berpadat (kondensasi). Kemudian angin campur tangan
untuk memindahkan uap-uap itu ke jarak-jarak yang
berbeda-beda. Awan-awan itu kadang-kadang hilang tanpa
menurunkan hujan, kadang-kadang berkumpul satu dengan yang
lain untuk membentuk kondensasi yang lebih besar dan
kadang-kadang berpecah-pecah untuk menurunkan hujan pada
tahap tertentu daripada perkembangan awan. Jika hujan itu
turun di atas lautan (yang merupakan 70% daripada wajah
bumi) siklus tersebut dengan lekas menjadi tertutup. Tetapi
jika hujan itu jatuh di atas tanah, sebagian akan disedot
oleh tumbuh-tumbuhan dan membesarkan tumbuh-tumbuhan itu.
Tumbuh-tumbuhan itu, dengan transpirasinya mengembalikan
sebagian air hujan ke atmosfir. Sebagian lain daripada air
hujan meresap dalam tanah, dan dari tanah itu sebagian
menuju ke lautan dengan perantaraan saluran-saluran atau
terus masuk lebih mendalam dalam tanah untuk kembali lagi ke
muka bumi melalui sumber-sumber atau air mancur.
Jika kita bandingkan hasil hidrologi modern dengan kandungan
beberapa ayat Qur-an yang telah kita sebutkan di atas kita
merasakan adanya persesuaian yang jelas di antaranya.
LAUTAN (2/2)
Sebagaimana ayat-ayat Qur-an telah memberikan bahan
perbandingan dengan ilmu pengetahuan modern mengenai siklus
air dalam alam pada umumnya, hal tersebut akan kita rasakan
juga mengenai lautan. Tak ada ayat Qur-an yang mengenai
lautan bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Begitu juga
perlu digarisbawahi bahwa tak ada ayat Qur-an yang
membicarakan tentang lautan menunjukkan hubungan dengan
kepercayaan-kepercayaan atau mitos, atau takhayul yang
terdapat pada zamanl Qur-an diwahyukan.
Beberapa ayat yang mengenai lautan dan pelayaran
mengemukakan tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang nampak dalam
pengamatan sehari-hari. yang semua itu untuk difikirkan.
Ayat-ayat itu adalah:
Surat 14 ayat 32:
Artinya: "Dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya
bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendakNya."
Surat 16 ayat 14:
Artinya: "Dan Dialah (Allah) yang menundukkan lautan
(untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya
daging yang segar (ikan) dan Kami mengeluarkan
dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai dan kamu
melihat bahtera berlayar padanya dan supaya kamu
mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya
kamu bersyukur."
Surat 31 ayat 31:
Artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya
kapal itu berlayar di laut dengan nikmat
(kemurahan) Allah, supaya diperlihatkanNya
kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat
sabar lagi banyak bersyukur."
Surat 55 ayat 24:
Artinya: "Dan kepunyaanNyalah bahtera-bahtera yang tinggi
layarnya di lautan, laksana gunung."
Surat 36 ayat 41-44.
Artinya: "Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka
adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam
bahtera yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan untuk
mereka yang mereka kendarai yang seperti bahtera
itu. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami
tenggelamkan mereka; maka tiadalah bagi mereka
penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
Kecuali karena rahmat daripada Kami, dan untuk
memberikan kesenangan hidup sampai waktu
tertentu."
Ayat tersebut membicarakan perahu yang memuat manusia di
atas lautan seperti perahu yang membawa Nabi Nuh dan
penumpang-penumpang lainnya, serta membawa mereka sampai ke
daratan.
Ada lagi fakta mengenai lautan untuk diamati. Fakta tersebut
dapat diambil dari ayat-ayat Qur-an tentang lautan, dan
fakta tersebut menunjukkan suatu aspek yang khusus.
Tiga ayat membicarakan sifat-sifat sungai yang besar jika
sungai itu menuang ke dalam lautan.
Suatu fenomena yang sering kita dapatkan adalah bahwa air
lautan yang asin, dengan air sungai-sungai besar yang tawar
tidak bercampur seketika. Orang mengira bahwa Qur-an
membicarakan sungai Euphrat dan Tigris yang setelah bertemu
dalam muara, kedua sungai itu membentuk semacam lautan yang
panjangnya lebih dari 150 km, dan dinamakan Syath al Arab.
Di dalam teluk pengaruh pasang surutnya air menimbulkan
suatu fenomena yang bermanfaat yaitu masuknya air tawar ke
dalam tanah sehingga menjamin irigasi yang memuaskan. Untuk
memahami teks ayat, kita harus ingat bahwa lautan adalah
terjemahan kata bahasa Arab "Bahr" yang berarti sekelompok
air yang besar, sehingga kata itu dapat dipakai untuk
menunjukkan lautan atau sungai yang besar seperti Nil,
Tigris dan Euphrat.
Tiga ayat yang memuat fenomena tersebut adalah sebagai
berikut:
Surat 25 ayat 53:
Artinya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang
lain asin lagi pahit, Dia jadikan antara keduanya
dinding dan batas yang menghalangi."
Surat 35 ayat 12:
Artinya: "Dan tidak sama (antara) dua laut. Yang ini tawar
segar sedap diminum, dan yang ini asin lagi pahit.
Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan
daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan
perhiasan yang dapat kamu memakainya."
Surat 55 ayat 19, 20, 22:
Artinya: "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya
kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang
tidak dilampaui masing-masing. Dari keduanya
keluar mutiara dan marjan."
Selain menunjukkan fakta yang pokok, ayat-ayat tersebut
menyebutkan kekayaan-kekayaan yang dikeluarkan dari air
tawar dan air asin yaitu ikan-ikan dan hiasan badan:
batu-batu perhiasan dan mutiara. Mengenai fenomena tidak
campurnya air sungai dengan air laut di muara-muara hal
tersebut tidak khusus untuk Tigris dan Euphrat yang memang
tidak disebutkan namanya dalam ayat walaupun ahli-ahli
tafsir mengira bahwa dua sungai besar itulah yang
dimaksudkan. Sungai-sungai besar yang menuang ke laut
seperti Missisippi dan Yang Tse menunjukkan keistimewaan
yang sama; campurnya kedua macan air itu tidak terlaksana
seketika tetapi memerlukan waktu.
Siklus air
Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
•Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
•Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
•Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
•Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
•Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
•Air Permukaan - Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS).Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)