Minggu, 06 Juni 2010

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN KELAS

a. SEJARAH KELAHIRAN PTK

Konsep penelitian guru mula-mula dikemukakan oleh Lawrence Stenhouse di United Kingdom (UK), yang mengaitkan antara Penelitian Tindakan (action research) dan konsepnya tentang guru sebagai peneliti. Kemudian John Elliot mempopulerkan Penelitian Tindakan sebagai metode guru mengadakan penelitian di kelas mereka melalui Ford Teaching Project dan selanjutnya mendirikan jaringan PTK (Classroom Action Research Network).
Selanjutnya Stephen Kemmis memikirkan bagaimana konsep Penelitian Tindakan ini diterapkan pada bidang pendidikan. Berpusat pada Deakin University di Australia, Kemmis dan koleganya telah menghasilkan suatu seri publikasi dan materi pelajaran tentang Penelitian Tindakan, Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi. Selanjutnya, artikel mereka mengenai Penelitian Tindakan (Kemmis 1982, 1983) bermanfaat untuk pengembangan Penelitian tindakan dalam bidang Pendidikan.

b. PENGERTIAN PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom action Research merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan di kelas. Ide tentang penelitian tindakan pertama kali dikembangkan oleh Kurt dan Lewin pada tahun 1946. Menurut Stephen Kemmis (1983), PTK atau action research adalah suatu bentuk penelaahan atau inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran dari (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang mereka lakukan sendiri; (b) pemahaman mereka terhadap praktik-praktik tersebut, dan (c) situasi di tempat praktik itu dilaksanakan (David Hopkins, 1993:44). Sedangkan tim pelatih proyek PGSM (1999) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan (M. Nur, 2001).
Sejalan dengan pengertian diatas, Prabowo (2001) mendefinisikan makna dari penelitian tindakan yaitu suatu penelitian yang dilakukan kolektif oleh suatu kelompok sosial (termasuk juga pendidikan) yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas kerja mereka serta mengatasi berbagai permasalahan dalam kelompok tersebut.
Definisi tersebut diperjelas oleh pendapat Kemmis dalam Kardi (2000) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah studi sistematik tentang upaya memperbaiki praktik pendidikan oleh sekelompok peneliti melalui kerja praktik mereka sendiri dan merefleksikannya untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kegiatan tersebut. Atau bisa disederhanakan dengan kalimat yaitu upaya mengujicobakan ide dalam praktik dengan tujuan memperbaiki atau mengubah sesuatu, mencoba memperoleh pengaruh yang sebenarnya dalam situasi tersebut.

c. TUJUAN PTK

Sebagaimana disyaratkan diatas, PTK antara lain bertujuan untuk memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik pembelajaran secara berkesinambungan yang pada dasarnya melekat penuaian misi profesional kependidikan yang diemban oleh guru. Dengan kata lain, tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru. Di samping itu, sebagai tujuan penyerta PTK adalah untuk meningkatkan budaya meneliti bagi guru guna memperbaiki kinerja di kelasnya sendiri.

d. MANFAAT PTK

Dengan bertumbuhnya budaya meneliti yang merupakan dampak bawaan dari pelaksanaan PTK secara berkesinambungan, maka PTK bermanfaat sebagai inovasi pendidikan karena guru semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri. Dengan kata lain, karena para guru semakin memiliki suatu kemandirian yang ditopang oleh rasa percaya diri. Disamping itu PTK juga bermanfaat untuk pengembangan kurikulum dan untuk peningkatan profesionalisme guru.

e. TAHAP-TAHAP PTK

Penelitian tindakan kelas memiliki empat tahap yang dirumuskan oleh Lewin (Kemmis dan MC Taggar,1992) yaitu Planning (rencana), Action (tindakan), Observation (pengamatan) dan Reflection (refleksi). Untuk lebih memperjelas mari kita perhatikan tahapan-tahapan berikut:
e.1. PLANNING (RENCANA)
Rencana merupakan tahapan awal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan sesuatu. Diharapkan rencana tersebut berpandangan ke depan, serta fleksibel untuk menerima efek-efek yang tak terduga dan dengan rencana tersebut secara dini kita dapat menguasai hambatan. Dengan perencanaan yang baik seorang praktisi akan lebih muda untuk mengatasi kesulitan dan mendorong para praktisi tersebut untuk bertindak dengan lebih efektif. Sebagai bagian dari perencanaan, partisipan harus bekerja sama dalam diskusi untuk membangun suatu kesamaan bahasa dalam menganalisis dan memperbaiki pengertian maupun tindakan mereka dalam situasi tertentu.
e.2. ACTION (TINDAKAN)
Tindakan ini merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat yang dapat berupa suatu penerapan model pembelajaran tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang sedang dijalankan. Tindakan tersebut dapat dilakukan oleh mereka yang terlibat langsung dalam pelaiksanaan suatu model pembelajaran yang hasilnya juga akan dipergunakan untuk penyempurnaan pelaksanaan tugas.
e.3. OBSERVATION (PENGAMATAN)
Pengamatan ini berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan dalam kelas. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga pengamatan yang dilakukan harus dapat menceritakan keadaan yang sesungguhnya. Dalam pengamatan, hal-hal yang perlu dicatat oleh peneliti adalah proses dari tindakan, efek-efek tindakan, lingkungan dan hambatan-hambatan yang muncul.
e.4. REFLECTION (REFLEKSI)
Releksi disini meliputi kegiatan : analisi, sintesis, penafsiran (penginterpretasian), menjelaskan dan menyimpulkan. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan, yang akan dipergunakan untuk memperbaiki kinerja guru pada pertemuan selanjutnya. Dengan demikian, penelitian tindakan dapat dilaksanakan dalam sekali pertemuan karena hasil refleksi membutuhkan waktu untuk melakukannya sebagai planning untuk siklus selanjutnya.

f. PRINSIP-PRINSIP PTK

Terdapat enam prinsip yang mendasari PTK yang dijelaskan Hopkins dalam Kardi (2000). Keenam prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tugas utama guru adalah mengajar, dan apapun Metode PTK yang diterapkannya, sebaiknya tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar.
2. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
3. Metodologi yang digunakan harus reliabel, sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kelasnya, serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab hipotesis yang dikemukakannya.
4. Masalah penelitian yang diambil oleh guru hendaknya masalah yang cukup merisaukannya dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya, guru sendiri memiliki komitmen terhadap pemecahannya.
5. Dalam penyelenggaraan PTK, guru haruslah bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.
6. Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung jawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan classroom exceeding perspective, dalam arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas dan atau mata pelajaran tertentu (skala mikro), melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan (skala makro).

g. PROSEDUR PELAKSANAAN PTK

Penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur atau siklus dari berbagai kegiatan pembelajaran. Menurut Raka Joni dan kawan-kawan (1998) terdapat 5(lima) tahapan dalam pelaksanaan PTK. Kelima tahapan dalam pelaksanaan PTK tersebut adalah:
1. Penetapan fokus masalah penelitian
2. Perencanaan tindakan perbaikan
3. Pelaksanaan tindakan perbaikan. Observasi dan interpretasi
4. Analisi dan Refleksi
5. Perencanaan tindak lanjut
Selanjutnya alur pelaksanaan PTK dapat digambarkan sebagaimana tampak pada gambar.
picture12

Dalam pelaksanaannya, PTK diawali dengan kesadaran adanya permasalahan yang dirasakan mengganggu, yang dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai telah berdampak kurang baik terhadap proses dan/atau hasil belajar siswa, dan/atau implementasi suatu program sekolah. Bertolak dari adanya masalah tersebut, yang besar kemungkinan masih tergambar secara kabur, guru kemudian menetapkan fokus permasalahan secara lebih tajam, kalau perlu dengan menumbuhkan tambahan data lapangan secara lebih sistematis dan/atau melakukan kajian pustaka yang relevan.
Pada gilirannya, dengan perumusan permasalahan yang lebih tajam itu dapat dilakukan diagnosis kemungkinan-kemungkinan penyebab permasalahan lebih cermat, sehingga terbuka peluang untuk menjajagi altenatif-alternatif tindakan perbaikan yang diperlukan. Alternatif yang dinilai terbaik kemudian diterjemahkan menjadi program tindakan perbaikan yang akan dicobakan. Hasil pencobaan tindakan itu dinilai dan direfleksikan dengan mengacu kepada kriteria-kriteria perbaikan yang dikehendaki, yang telah ditetapkan sebelumnya.
Semoga bermanfaat.
Dari berbagai sumber

Sabtu, 05 Juni 2010

PALANG MERAH, BULAN SABIT MERAH Sejarah panjang lambang kasih sayang di tengah-tengah kekerasan

Tahukah anda? Bahwa lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang kini digunakan oleh organisasi penolong yang bersifat semesta dan disemua Negara merdeka pasti memilikinya, ternyata telah ada sebelum organisasi tersebut lahir.

Selama ini kita hanya tahu bahwa lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah ada setelah seorang warga Swiss yang bernama Jean Henry Dunant membentuk organisasi penolong yang kini dikenal dengan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Lambang Palang Merah atau Salib Merah sudah mulai digunakan oleh tim kesehatan angkatan perang pada saat pasukan Salib berhadapan dengan pasukan Muslim pada Perang Salib. Saat itu ordo Tempelier menggunakan lambang Salib Merah (bukan seperti lambang palang merah yang digunakan saat ini, tetapi betul-betul berbentuk salib/ panjang dibawah) diatas dasar warna putih. Ordo ini adalah tim kesehatan bagi Pasukan Salib yang sakit atau terluka.

Pada 1580, seorang warga Italia, Camillo de Lellis yang kebetulan adalah anggota militer Italia mendirikan suatu tim yang memberikan perawatan bagi korban yang terluka dan sakit pada Angkatan Bersenjata Italia. Tim ini bernama “Order of Samaritans”, dan berlambang Palang Merah diatas kain hitam serta menggunakan jubah hitam dengan lambang Palang Merah.
Di Swiss pada tahun 1847 berdiri sebuah organisasi bantuan, organisasi ini didirikan karena adanya ketegangan antar kelompok di Zurich. Tujuan dari didirikannya organisasi ini adalah untuk membantu staff medis angkatan bersenjata Swiss bila kekerasan terjadi. Anggota tim menggunakan ban lengan merah berlambang Palang Putih (diambil dari bendera Federal Swiss) di lengan kirinya sehingga membedakan tim kesehatan ini dengan kelompok yang lainnya (baik tentara maupun kelompok yang sedang bertikai).

Pada akhir bulan Juni tahun 1859 terjadi perang antara Italia yang dibantu Perancis melawan Austria, perang ini terjadi di suatu Desa di Italia bagian Utara yang bernama Solferino. Pada perang ini, Dunant terkesima akibat banyaknya korban perang yang tidak tertolong. Jumlah yang tewas akibat kurangnya perawatan adalah 100 kali dari korban yang tewas disaat perang terjadi. Ini terjadi karena banyaknya dokter dan perawat dari kedua belah pihak yang dibunuh atau ditawan oleh lawannya masing-masing. Sehingga begitu ia pulang ke Jenewa, ia segera menulis buku tentang idenya membentuk tim kesehatan yang membantu tim kesehatan militer dan dibentuk disaat damai. Organisasi ini harus di syahkan oleh pemerintahnya sebagai organisasi penolong yang membantu para korban perang. Tim ini harus diberi perlindungan dari tindakan kekerasan, penawanan dan penghambatan pelaksanaan tugas medis bagi para korban.

Dengan dukungan empat rekannya, Dunant berhasil meyakinkan pemerintah Swiss untuk mengadakan Konferensi Internasional guna membentuk organisasi penolong tersebut. Akhirnya pada tahun 1864 Konferensi tersebut terlaksana dengan diikuti oleh 16 negara dan semua Negara tersebut menyetujui untuk membentuk organisasi penolong bagi korban perang dan melindungi serta menghormati para anggotanya yang sedang bertugas. Perjanjian Internasional untuk menghormati dan melindungi personil medis yang bertugas di medan perang dikenal dengan Konvesi Jenewa 1864. Selain itu terbentuklah sebuah Komite Internasional dari Organisasi tersebut, organisasi ini bernama “Komite Internasional untuk Bantuan bagi para Tentara yang Cidera”. Komite ini saat ini dikenal dengan Komite Internasional Palang Merah.

Komite Internasional dan Organisasi Nasional (bersama-sama dengan unit kesehatan militer masing-masing negara) menggunakan lambang Palang Merah di atas Dasar Putih sebagai pengenal dan pembeda. Lambang Palang Merah diatas dasar Putih diambil sebagai penghormatan terhadap negara Swiss, karena di negara inilah organisasi itu lahir atas ide lima orang warga Swiss.

Organisasi Penolong hadir di Indonesia pertama kali pada tahun 21 Oktober 1873 - dengan lambang Palang Merah – yaitu dengan dibentuknya Palang Merah Belanda Cabang Hindia Belanda (NERKAI – Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie). Pada tahun 1932 Dua orang dokter Indonesia, dr. Bahder Djohan dan dr. RCL. Sendoek mengusulkan dibentuknya Organisasi Penolong yang dikelola oleh bangsa Indonesia namun tidak disetujui, sampai akhirnya Indonesia merdeka dan dibentuklah Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 September 1945.

***

Lambang Bulan Sabit Merah sebagai lambang kesehatan yang mendampingi dan membantu angkatan perang yang terluka atau sakit memiliki sedikit coretan sejarah, sehingga sulit untuk ditelusuri. Namun dari literatur yang terbatas dapat diperoleh catatan sejarah bahwa lambang inipun sudah ada sejak sebelum organisasi cetusan Dunant lahir.

Bulan Sabit Merah sebagai organisasi kemanusiaan dan bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional diperkenalkan kembali oleh Khalifah Turki Utsmani pada tahun 1876, yaitu disaat Turki berperang melawan Kekaisaran Rusia. Pada saat itu organisasi penolong Turki dan pemerintah Turki melansir kepada masyarakat internasional bahwa mereka tidak menggunakan lambang Palang Merah untuk organisasi penolong dan tim kesehatan militernya. Alasannya adalah, akan melukai nurani dan agama para tentara Turki yang mayoritas Islam bila menggunakan lambang Palang untuk tim kesehatan. Namun begitu pihak militer dan pemerintah Turki akan tetap menghormati dan melindungi tim kesehatan Rusia yang menggunakan lambang Palang Merah. Komite Internasional Palang Merah mengungkapkan bahwa Pemerintah dan tentara Turki tetap menghormati dan melindungi tim kesehatan Rusia dan Negara lain walaupun mereka menggunakan lambang Palang Merah.

Walaupun organisasi ini diangkat kembali oleh Turki pada tahun 1876, sebenarnya Perhimpunan Nasional Turki telah berdiri pada tahun 1868. atau empat tahun setelah Komite Internasional untuk Bantuan bagi para Tentara yang Cidera dibentuk. Turki telah ikut menandatangani Konvensi Jenewa 1864 yang kemudian disusul dengan dibentuknya Perhimpunan Nasional Turki.

Menurut dr. Su’dan dalam bukunya yang berjudul Al Qur’an dan Kesehatan Masyarakat, lambang Bulan Sabit sebagai lambang kesehatan telah lama digunakan di kalangan Islam.
Bulan Sabit Merah sebagai lambang kesehatan telah digunakan di Indonesia, yaitu pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dimana pada saat itu organisasi Muhammadiyah telah menggunakannya. Pada awal abad 21 ini telah hadir dua organisasi yang menggunakan lambang Bulan Sabit Merah sebagai lambang organisasinya, yaitu MER-C (Medical Emergency and Rescue Committee) dan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Itulah perjalanan lambang kasih sayang di tengah-tengah kekerasan, dua buah lambang kasih sayang namun satu lambang yang direpresentasikan yaitu kasih sayang bagi semua umat.

Tulisan ini telah dimuat di majalah Insani Islamic Digest Edisi 42 bulan Oktober 2005. Tulisan ini belum di edit seperti yang dimuat di majalah Insani Digest Edisi 42/ ktober 2005.

Kenapa Lambang-Lambang Negara banyak disimbolkan dengan BURUNG


ayo, cari tahu mengapa?
1. Kenapa harus burung?
2. Emang gunanya Lambang untuk apa?
3. Lambang yang paling bagus kriterianya harus gimana?

Memaknai Kemerdekaan

Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keingan luhur kini bangsa dan negara Indonesia telah 64 tahun bebas lepas dari belungu penjajahan alias merdeka. Kemerdekaan ini adalah sebuah karunia besar dari Allah SWT.yang wajib disyukuri.Karena dengan karunia tersebut Allah selamatkan bangsa ini dari kejahatan dan kedzaliman.
Dengan kemerdekaan ini Indonesia hendak mewujudkan suatu pemerintahan yang melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, mamjaukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia. Ini merupakan cita-cita yang lahir sebagai idaman dari bangsa yang 3,5 abad menderita, tersiksa, teraniaya, melarat, dibodohi, diadudomba, dihina, dicaci, dirampas, diperas, diperkosa.
Para pejuang Pendiri bangsa ini berjehendak setelah Indonesia Merdeka harus terhapuskan segala bentuk penjajahan, tidak ada lagi yang menderita, yang sengsara, tidak adak lagi yang tersiksa, yang terhina, tidak ada lagi perampasan, perkosaan, tidak ada lagi yang bodoh, tidak ada lagi permusuhan antar saudara sebangsa. Kalau sudah merdeka semua harus musnah dan berganti dengan kemakmuran dan kesejahteraan, kecerdasan, kedamaian, keutuhan, persaudaraan, duduk sama rendah berdiri sama tinggi, merasa dihormati, dihargai, terlindungi dan mendapat perlakuan adil. Karena ini yang membedakan antara hidup terjajah dengan hidup di alam kemerdekaan.
Jadi yang diperjuangkan oleh para pahlawan kita bukan hanya ingin mengusir para kaum penjajah, tapi lebih jauh ingin mengusir keadaan terjajah. Sehingga mereka mengamanatkan dengan penuh kesadaran bahwa apa yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 itu hanya baru bisa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Artinya kemerdekaan yang sesungguhnya, kemerdekaan yang dicita-citakan masih harus terus diperjuangkan dari generasi-kegenerasi.

MENGGALI KEMBALI NILAI PERAN PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA DI ERA REFORMASI

I.PENDAHULUAN
Masihkah bangsa Indonesia memahami nilai dan fungsi Pancasla? Pancasila sebagai dasar negara telah banyak mengalami lika-liku sebagai suatu Staatside bangsa yang besar ini. Sebagai inti dari jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang sejak ratusan tahun telah mengakar dan sempat tenggelam selama 350 tahun akibat penjajahan.
Pancasila, sebagaimana tercantum dalam Pembukaaan UUD 1945 dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami persepsi dan interpretasi sesuai dengan kepentingan zaman, yaitu sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa. Pancasila telah digunakan sebagai alat indoltrinasi untuk memaksa rakyat setia kepada pemerintah yang berkuasa dengan menempatkan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Masyarakat tidak diperbolehkan menggunakan asas lain, walaupun tidak bertentangan dengan Pancasila. Sehingga contohnya secara nyata pada era reformasi ini setelah rezim Soeharto jatuh maka Pancasila ikut jatuh dan tenggelam. Dikarenakan teori politik Pancasila kita tidak sesuai dengan teori politik secara umum. Bahkan sekarang pun sejak reformasi bergulir tidak ada cahaya sedikit pun dari Pancasila kita.
Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari negara kesatuan Republik Indonesia yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.
Ideologi adalah gabungan dari dua kata ideos dan logos yang secara sederhana berarti suatu gagasan yang berdasarkan pemikiran yang sedalam-dalamnya dan merupakan pemikiran filsafat. Dalam arti kata luas atau terbuka istilah ideologi dipergunakan untuk seluruh kelompok cita-cita, nilai – nilai dasar dan keyakinan -keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif.
Ideologi juga diartikan sebagai ilmu, doktrin atau teori yang diyakini kebenarannya, yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaannya. Suatu pandangan hidup akan meningkat menjadi falsafah hidup apabila telah mendapat landasan berfikir maupun motivasi yang lebih jelas. Sedangkan kristalisasinya kemudian membentuk suatu ideologi.
II.PERMASALAHAN
Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, yaitu cara berpikir dan cara kerja perjuangan. Pancasila perlu dipahami dengan latar belakang konstitusi proklamasi atau hukum dasar kehidupan berbangasa, bernegara dan bermasyarakat yaitu Preambule, Batang Tubuh serta Penjelasan UUD 1945.
Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
Pancasila bersifat integralistik, yaitu paham tentang hakikat negara yang dilandasi dengan konsep kehidupan bernegara. Pancasila yang melandasi kehidupan bernegara menurut Dr. Soepomo adalah dalam kerangka negara integralistik, untuk membedakan dari paham-paham yang digunakan oleh pemikir kenegaraan lain. Masih cocokkah pandangan integralistik ini ?.
Pancasila seperti ideologi dunia lainnya terlebih dahulu lahir sebagai pemikiran filosofis, yang kemudian dituangkan dalam rumusan ideologi dan setelahnya baru diwujudkan dalam konsep-konsep politik. Jangka waktu tersebut bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Proses yang dilalui Pancasila sedikit berbeda karena belum ada konsep masa depan atau tujuan yang hendak dicapai.
Era reformasi sebagai era pembaharuan di segala bidang, menuntut kita untuk berbuat lebih baik, lebih arif dan bijaksana. Dilain sisi pemahaman akan interpretasi Pancasila sekarang ini sudah apriori disebabkan penggunaan dan penafsiran baik pada zaman orde lama maupun ketika orde baru lebih menekankan sebagai sarana indoktrinasi dan penguatan statusquo. Timbul pertanyaan? Apakah Pancasila masih berperan sebagai ideologi terbuka ?. Masih sesuaikah ? bertitik tolak dari pertanyaan tersebut marilah kita kaji Relevansi Ideologi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka di Jaman Reformasi ini.
III.PEMBAHASAN
1.ARTI IDEOLOGI TERBUKA

Ciri khas ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakatnya sendiri. Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat dan masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka bukan hanya dapat dibenarkan melainkan dibutuhkan. Nilai-nilai dasar menurut pandangan negara modern bahwa negara modern hidup dari nilai-nilai dan sikap-sikap dasarnya.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945, yang menyatakan, “… terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya“.
Selanjutnya dinyatakan, “… yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya bernegara ialah semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan“. Sehingga Hatta pernah berpendapat bahwa elite bangsa sendiri akan bisa lebih kejam daripada penjajah bila tidak dikontrol dengan demokrasi. Apakah di Indonesia sudah berjalan demokrasi yang kita dambakan ?.
Suatu ideologi yang wajar ialah bersumber dan berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah hidup bangsa. Dengan demikian, ideologi tersebut akan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Hal ini adalah suatu prasyarat bagi suatu ideologi. Berbeda halnya dengan ideologi yang diimpor, yang akan bersifat tidak wajar (artifisial) dan sedikit banyak memerlukan pemaksaan oleh sekelompok kecil manusia (minoritas) yang mengimpor ideologi tersebut. Dengan demikian, ideologi tersebut menjadi bersifat tertutup.
Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, sehingga memenuhi prasyarat sebagai suatu ideologi terbuka. Sekalipun suatu ideologi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah sebegitu rupa sehingga dapat memusnahkan atau meniadakan ideologi itu sendiri, yang merupakan suatu yang tidak logis. Suatu ideologi sebagai suatu rangkuman gagasan-gagasan dasar yang terpadu dan bulat tanpa kontradiksi atau saling bertentangan dalam aspek-aspeknya. Pada hakikatnya berupa suatu tata nilai, dimana nilai dapat kita rumuskan sebagai hal ikhwal buruk baiknya sesuatu. Yang dalam hal ini ialah apa yang dicita-citakan.
2.FAKTOR PENDORONG KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA
Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah sebagai berikut :
1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
2. Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
3. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
4. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai, yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma – norma dasar Pancasila yang terkandung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah atau diubah. Karena itu adalah pilihan dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental (Staatsfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki tiga dimensi penting yaitu Dimensi Realitas, Dimensi Idealisme dan Dimensi Fleksibilitas.
3. BATAS-BATAS KETERBUKAAN IDEOLOGI PANCASILA
Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut :
a.Stabilitas nasional yang dinamis.
b.Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme.
c.Mencegah berkembangnya paham liberal.
d.Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat.
e.Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
IV.PENUTUP
B.KESIMPULAN

Dari penjabaran pemahaman kerangka berfikir terhadap Pancasila ditinjau dari segi Ideologi Terbuka diatas, patutlah kiranya diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diartikan sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia.
2. Pancasila merupakan nilai dan cita bangsa Indonesia yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat kita sendiri.
3. Sumber semangat ideologi terbuka itu sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum UUD 1945.
4. Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern.
5. Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
6. Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar.
Sehingga ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka sebenarnya sangat relevan dengan suasana pemikiran di alam reformasi ini yang menuntuk transparansi di segala bidang namun masih tetap menjunjung kaidah nilai dan norma kita sebagai bangsa timur yang beradab. Namun dalam kenyatannya di masyarakat masih ada yang berfikir seperti orde lama atau orde baru dikarenakan masih kuatnya doktrin dari penguasa terdahulu, bahkan tidak sedikit yang acuh terhadapnya.
B. SARAN
Sebagai suatu pemikiran yang memuat pandangan dasar dan cita-cita mengenai sejarah, manusia, masyarakat, recht dan negara Indonesia, yang bersumber dari kebudayaan Indonesia yang digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat kita sendiri. Alangkah baiknya jika masih tetap menggunakan dan mempertahankannya sebagai nilai dasar sebagai ciri khas kita sebagai suatu bangsa. Tanpa takut untuk mengembangkannya secara dimamis sesuai dengan perkembangan jaman.
DAFTAR PUSTAKA
Kartohadiprodjo, S. 1986. Pancasila dan/ dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bina Cipta. Bandung.
Syarbaini, S. 2003. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.
Aman, S. 1997. Filsafat Pancasila. ( Dalam Koleksi Pribadi Penulis : Kumpulan Biografi dan Pidato para Maestro Bangsa Indonesia).

LAMBANG NEGARA INDONESIA

Burung GarudaBurung Garuda adalah lambang negara Indonesia. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Garuda merupakan burung dalam mitologi Hindu, sedangkan Pancasila merupakan dasar filosofi negara Indonesia.
Lambang negara Garuda diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958
Burung Garuda melambangkan kekuatan
Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1]
Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab [sila ke-2]
Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3]
Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan [sila ke-4]
Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila ke-5]
Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
Jumlah bulu di leher berjumlah 45
Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.
Untuk lebih mengenal lagi tentang arti dan tata cara penggunaan Lambang negara bisa kunjungi di sini

O S I S

OSIS

OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama((SMP)) dan Sekolah Menengah Atas((SMA)). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Latar Belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut.
  • Sekolah merupakan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  • Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

Struktur Organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
  • Pembimbing - (Biasanya adalah seorang guru ataupun kepala sekolah)
  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Bendahara
  • Sekretaris
  • Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.

. Lambang OSIS

Gambar lambang OSIS :
Arti bentuk dan warna lambang OSIS :
i. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga.
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu : abdi, adab, ajar, aktif dan amal.

ii. Buku terbuka.
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

iii. Kunci pas.
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

iv. Tangan terbuka.
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

v. Biduk.
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

vi. Pelangi Merah Putih.
Tujuan nasional yang dicita – citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

vii. Tujuh belas butir padi, Delapan lipatan pita, Empat buah
kapas, Lima daun kapas.
17-8-45 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai – nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

vii. Warna Kuning.
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan / agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

ix. Warna Coklat.
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.

x. Warna Merah Putih.
Warna kebangsaan Indonenesia, dengan hati yang suci, berani membela kebenaran.

Jumat, 04 Juni 2010

KEAJAIBAN SUJUD, ISLAMNYA dr.FIDELMA, AHLI SYARAF AMERICA

mbulnya penyakit pada umumnya disebakan karena peredaran darah yang tidak lancar. Pembuluh darah yag menyempit adalah salah satu penyebabnya. Olah raga adalah salah satu jalan untuk meningkatkan kerja jantung yang optimal.

Jantung akan banyak memompa darah dengan kuat sehingga oksigen bisa menyebar keseluruh bagian tubuh. Aliran darah dapat diibaratkan sebagai aliran sungai. Jika sungai tersebut mengalir dengan lancar, maka air itupun akan bersih, bening, tidak kotor dan bau.

Air yang kotor dan bau merupakan tanda-tanda rendahnya kandungan oksigen didalamnya. Ikanpun sulit untuk hidup dengan normal, bahkan lebih banyak menimbulkan kematian. Lain halnya dengan air yang mengalir, banyak kehidupan didalamnya.

Berbagai macam ikan dan hewan lainnya tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk juga tumbuh-tumbuhan akan hidup dengan menghijau dan subur. Begitulah dengan darah yang mengalir lancar, akan memberikan kehidupan yang baik bagi tubuh manusia. Sel-sel tubuh akan berkembang, dan sel yang mati akan segera dibuang bersamaan dengan mengalirnya darah.

Itulah salah satu manfaat peredaran darah. Tetapi tahukah Anda bahwa ada bagian syaraf yang berada dalam otak ternyata tidak bisa teraliri oleh darah, kecuali orang tersebut dalam keadaan sujud / shalat. Posisi jantung yang letaknya berada di dada tidak cukup kuat memompa darah untuk sampai keseluruh bagian otak.

Otak berada di atas sedangkan jantung berada dibawah. Posisi sujud yang menempatkan kepala berada dibawah dan jantung berada di atas, membuat darah mengalir dengan deras keseluruh bagian otak. Seperti mobil yang bergerak pada jalan yang menurun, akan melaju dengan cepat walaupun tidak digas.

Begitu pula dengan darah. Mengalir cepat dengan membawa oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh manusia. Inilah salah satu manfaat sujud.

Ternyata Allah memerintahkan shalat bukan hanya sekedar beribadah semata, melainkan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Menurut Prof Hembing, Jantung hanya mampu memompa darah sebanyak 20% kebagian otak, sedangkan 80% lainnaya hanya dapat dilakukan lewat sujud / shalat.

Dengan demikian seharusnya kita bersyukur kepada Allah, telah diperintahkan shalat. Bukan sebaliknya, malah malas-malasan untuk shalat, bahkan sebagian kaum muslimin ada meninggalkannya sama sekali.

Cobalah renungkan seandainya otak tersebut idak mendapat poasokan oksigen, akibatnya akan fatal. Kemampuan otak akan menurun, daya pikir menjadi lemah. Begitu pula daya ingatan menurun drastic dan cepat lupa. Pada akhirnya urat syaraf menjadi rusak dan mati.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa ada bagian syaraf yang berada dala otak tidak pernah teraliri oleh darah kecuali saat orang tersebut dalam posisi sujud. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Dr. Fidelma, seorang ahli syaraf dari Amerika yang beragama Kristen.

Dokter tersebut sangat terkagum-kagum terhadap hasil penelitiannya. Aliran darah hanya dapat menyebar keseluruh bagian otak hanya dalam keadaan sujud. Penelitian tersebut akhirnya membuka hatinya untuk mendapat hidayah, yaitu mengakui ketinggian dan kebenaran ajaran Islam. Penlitian tersebut menuntunya masuk Islam.

Inilah salah satu bukti kebesaran dan keagungan Allah melalui ajaran Islam yang mulia. Seluruh ajaran / syariatnya selain dilakukan sebagai bentuk ibadah, juga merupakan berkah dan rahmat untuk kemaslahatan hidup manusia. Shalat yang diperintahkan merupakan anugrah yang amat besar yang harus disyukuri, bukan malah ditolak dengan meninggalkanya.

Shalat menjadikan seseorang menjadi sehat dan segar. Shalat menjadikan otak manusia menjadi luar biasa, cerdas dan kuat. Orang meninggalkan shalat berarti telah merusak pisiknya sendiri.

Orang meninggalkan shalat merarti telah mendzalimi diri sendiri, kerena akan menimbulkan kerusakan yang ditandai dengan munculnya gejala-gejala sperti cepat pusing, sakit kepala, cepat marah dan timbulnya stress. Semoga kita dijadikan sebagai hamba Allah yang mendirikan shalat dengan sabar dan syukur.

Nama Warna yang Jarang Didengar

Warna. kita telah melihat mereka.kita tahu mereka.kita selalu menggunakan mereka setiap hari. Anda mungkin tahu warna dasar seperti merah, hijau, biru, kuning, pink, ungu, dan mungkin banyak lagi. Anda juga mungkin tahu bahwa warna primer seperti merah, biru, dan kuning dan bahwa mereka tidak dapat dibuat melalui pencampuran warna lain. Anda mungkin juga tahu warna sekunder, yang dibuat dengan mencampur dua warna primer, seperti ungu, hijau, dan oranye.
Namun, pasti ada beberapa warna yang belum pernah Anda dengar atau mungkin bahkan dilihati. Di bawah ini adalah daftar warna yang Anda mungkin tidak tahu tapi ada. Anda sudah mungkin melihat mereka beberapa kali sebelumnya, tapi Anda tidak tahu nama nya.

http://www.mythinglinks.org/Malachite~ToddWestikaCornMaidens.jpg
Malachite mungkin warna yang pernah kita semua lihat, tetapi tidak pernah dikenal nama aslinya . Warna ini juga dikenal sebagai dasar hijau 4 dan sering digunakan saat membuat pewarna hijau. Hijau cerah ini berasal dari mineral karbonat dikenal sebagai Malachite, atau tembaga karbonat. Pada tahun 1800, mineral secara luas digunakan untuk cat hijau karena sering mudah bercampur dan beragam dalam warna. Warna malachite adalah salah satu yang terlihat banyak dalam sejarah. Sebagai contoh, ada kamar Malachite di Hermitage, dan juga mengatakan bahwa takhta Demeter itu terbuat dari warna ini juga.
http://www.toptenz.net/wp-content/uploads/2009/12/gamboge-533x400.jpg
Pikirkan pedas mustard dan terpikirkan warna gamboge, tapi sedikit lebih gelap. Warnanya adalah pigmen kuning yang agak transparan, meskipun agak gelap. Warna ini dinamai pohon gamboge, yang dikenal dengan resin kuning. Warna ini berasal dari Kamboja, di mana pada abad ke-12 pelukis akan menggunakan warna sebagai cat cat air. Selain digunakan sebagai cat air, warna ini juga telah digunakan sebagai pernis kayu. warna Gamboge mulai menyebar, dan pada abad ke-17 menjalar ke Eropa, di mana pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1634

http://www.caninest.com/images/fallow-dog.jpg
Kedengarannya seperti kata yang Anda dengar dari seseorang dengan aksen Selatan yang berat. Mungkin sesuatu seperti “Fallow(FOLLOW) saya tepat di atas sana.” Untungnya, fallow adalah sebuah kata. Sebenarnya, ini adalah salah satu dari nama-nama warna yang tertua yang pernah ada dalam bahasa Inggris.Kata nya, untuk mengekspresikan warna ini , pertama kali tercatat di 1000. Dikatakan bahwa warna juga dikenal di Afrika Selatan dan budaya india dgn nama cokelat Ravi.

http://www.toptenz.net/wp-content/uploads/2009/12/Razzmatazz2_2009.jpg
Bukan minuman keras; maupun lagu, maupun serial televisi, razzmatazz adalah warna pink merah yang diciptakan oleh Crayola pada tahun 1993, dan pertama kali ditemukan di Big Box of 96. Warna ini dikatakan menjadi salah satu yang sangat mirip dengan warna mawar, yang ditemukan langsung di tengah-tengah magenta dan merah pada roda warna. Anda dapat berterima kasih Laura Bartolomei-Hill untuk nama, karena ia adalah orang yang memberi nama warna ini pada usia lima tahun pada Contest Warna Baru Crayola .

http://www.sweden.se/upload/Sweden_se/english/articles/SI/2008/Home%20Swede%20home/Sweden-falured-wall.jpg
warna Falu merah memiliki arti mendalam dalam berbagai bidang di Swedia. Warna ini adalah warna merah tua yang mencolok digunakan dan sering digunakan di gudang kayu dan cottage. Tujuan dari warna merah tua adalah untuk meniru warna batu bata. Warna awalnya berasal dari tambang tembaga di Falun, yang terletak di Dalarna, Swedia. Tidak seperti kebanyakan warna, yang satu ini telah ada untuk waktu yang lama, sejak abad ke-16 tepatnya, dan sampai hari ini masih digunakan. Namun, jarang digunakan untuk rumah-rumah di kota-kota di Swedia hari ini, karena batu bata lebih populer.Tapi, di pedesaan, warna dapat dilihat di mana-mana.

http://navbharatmetal.com/yahoo_site_admin/assets/images/arsenic_lumps.16965539_large.jpg
tidak perlu otak ilmuwan untuk mengetahui warna ini, tapi ini jelas bukan warna “bahagia”, sebutannya. Bayangkan Anda ingin melukis dinding Anda dgn warna arsenik, semi-gloss. Anda akan mendapatkan beberapa warna tampak di sana. warna Arsenik didasarkan seluruh unsur arsenik yang abu-abu gelap warna biru. Arsenik adalah metalloid yang sering ditemukan. Namun, ada jenis lain yang tidak berwarna abu-abu biru. Ada yang lebih berwarna merah-oranye.

http://www.toptenz.net/wp-content/uploads/2009/12/ft12001.jpg
warna yang berasa dariJerman, diterjemahkan sebagai “bidang abu-abu,” feldgrau adalah warna seragam Jerman yang dikenakan dari 1907 sampai akhir tahun 1945. Warna ini juga digunakan dalam seragam perang pasca oleh Angkatan Darat Jerman Timur (NVA) dan Bundeswehr, tentara Jerman Barat. Warna ini terakhir digunakan pada musim dingin m/58 . campuran Abu-abu hijau ini sangat mirip dengan hijau, abu-abu, dan cokelat digunakan di lebih banyak digunakan seragam tentara, seperti yang dari Angkatan Darat Amerika Serikat.

http://www.un.org/depts/dhl/maplib/images_maplib/unflag.gif
Benar, Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi internasional yang disediakan untuk membantu negara-negara dibidang hak asasi manusia, kemajuan sosial, pembangunan ekonomi memiliki warna unik sendiri. Awalnya bernama blue united nations, warna ini sangat mirip dengan Dodger biru, tapi lebih pastel dan gelap. Anda akan menemukan ini biru pada bendera PBB, dan juga sebagai lambang dan bahkan seragam penjaga perdamaian PBB.

http://www.toptenz.net/wp-content/uploads/2009/12/philodendron+xanadu+own-300x400.jpgwarna ini tidak ada hubungannya dengan film Robert Greenwald. Sebaliknya, Xanadu dikatakan warna yang berasal dari warna tanaman. Xanadu adalah warna abu-abu hijau yang berasal dari tanaman yang dikenal sebagai Philodendron. Daun tanaman ini umumnya berwarna hijau dengan warna abu-abu. Tanaman ini banyak terlihat di Australia, tetapi dikatakan bahwa tanaman ini mendapat namanya dari Xanadu, yang merupakan kota kuno yang terletak di Mongolia Dalam, Cina.

http://www.encausticpaints.com/Portals/7/ColorChart/CaputMortuumA.jpg
Jika Anda salah satu dari sarjana Latin, atau mungkin orang yang mengetahui sedikit tentang alkimia, Anda mungkin pernah mendengar istilah caput mortuum. Dalam bahasa Latin, kata-kata ini diterjemahkan menjadi “tetap tak berguna” atau “kepala mati.” Nama warna ini berasal dari berbagai warna ungu dan coklat yang dibuat ketika oksida besi, AKA teroksidasi karat. Dikatakan bahwa warna ini digunakan secara luas ketika pelukis akan melukis pelanggan seperti orang-orang penting atau tokoh agama. Itu warna yang sangat populer digunakan dalam kertas canvas serta cat minyak.
Sumber: http://semua-nyata.blogspot.com/2010/06/nama-warna-yang-jarang-kita-dengar.html