Loading...

Selasa, 28 Oktober 2014

TRANSPORFTASI



Sejarah Transportasi 

Sarana transportasi merupakan salah satu sarana perhubungan yang sangat penting dalam segala hal aktivitas manusia. Semakin berkembang sarana transportasi semakin mudah terjalin hubungan antar manusia. Sejak jaman-jaman purba mobilitas masyarakat manusia telah terjadi. Perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain telah terjadi. Mobilitas penduduk ini diikuti juga oleh mobilitas barang yang dibawa oleh mereka. Oleh karena itu sarana transportasi sejak masa lampau telah dibutuhkan oleh manusia. Pada masa sekarang dimana mobilitas manusia dan barang sangat tinggi, dan terjadi bukan hanya didalam satu wilayah tetapi juga antar pulau dan bahkan antar Negara, maka sarana transportasi sangat memegang peranan yang penting.
Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara.

Sistem transportasi berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia pada masa lalu, ketika mobilitas penduduk masih sangat rendah dan luas mobilitasnya masih terbatas didalam lingkungan hidupnya manusia belum begitu membutuhkan sarana transportasi. Akan tetapi ketika tingkat mobilitas semakin tinggi dan jangkauannya semakin luas maka dibutuhkan sarana transportasi yang memadai dan menunjang mobilitasnya.
Perkembangan transportasi dalam sejarah bergerak dengan sangat perlahan, berevolusi dengan terjadi perubahan sedikit-demi sedikit, yang sebenarnya diawali dengan perjalan jarak jauh berjalan kaki pada jaman paleolithic. Sejarah manusia menunjukkan bahwa selain berjalan kaki juga dibantu dengan pemanfaatan hewan yang menyeret suatu muatan yang tidak bisa diangkat oleh manusia dan penggunaan rakit di sungai. Beberapa rekaman mengenai transportasi terekam dalam relief yang dipahat dibatu pada daerah Mesir Kuno dan daerah sekitarnya seperti ditunjukkan dalam gambar.
Transportasi yang terekam dalam Relief yang ditemukan di Ibukota Assyrian Dur Sharrukin, 8 abad SM
Perkembangan transportasi sebelum industrialisasi
Transportasi diawali dengan penemuan roda pada sekitar 3500 tahun sebelum masehi yang digunakan untuk mempermudah memindahkan suatu barang. Tetapi sebelumnya, tentu ada pergerakan manusia ke Benua Australia yang diperkirakan terjadi 40.000 sampai 45.000 tahun yang lalu menggunakan suatu bentuk transportasi maritim. Pada tabel berikut ditunjukkan perkembangan didalam transportasi dari jaman ke jaman.
Tahun
Temuan
3500 SM
Penemuan roda, sebagai cikal bakal transportasi modern
3500 SM
Kapal pertama sekali dikembangkan
2000 SM
Kuda digunakan oleh manusia untuk transportasi
770
Sepatu kuda digunakan untuk pertama sekali
1492
Leonardo Davinsi membuat lebih dari 100 gambar rancangan pesawat terbang
1620
Cornelis Drebbel membuat kapal selam pertama
1662
Blaise Pascal menciptakan bus angkutan umum pertama yang ditarik kuda melayani trayek tetap, berjadwal dan bertarif
1769
Mobil pertama yang digerakkan dengan mesin uap
1783
Kapal uap praktis pertama dikembangkan oleh Marquis Claude Francois de Jouffroy d'Abbans menggunakan roda kayuh
1790
Sepeda pertama sekali ditemukan dan digunakan
Perkembangan Transportasi setelah jaman industrialisasi

Bens membuat kendaraan produksi pertama pada tahun 1885


Perkembangan transportasi setelah jaman industrialisasi berjalan dengan sangat cepat, inovasi berkembang sangat cepat demikian juga penggunaan transportasi berjalan dengan sangat cepat. Kuda atau binatang lainnya mulai digunakan untuk sarana transportasi, kemudian berkembanglah kendaraan beroda dengan tenaga penggeraknya hewan dan akhirnya ditemukan mesin penggerak. Pada tahun 1769 James watt menemukan mesin uap untuk angkutan kereta api dan kapal laut, hal ini kemudian diikuti dengan terjadinya revolusi dalam bidang transportasi dimana kendaraan yang tadinya ditarik oleh tenaga hewan kemudian dibuatlah kendaraan dengan mesin penggerak. Lokomotif uap ditemukan oleh Ricarhd Trevithick tahun 1804, kapal uap ditemukan oleh Robert Fulton tahun 1807.
Penemuan mobil yang menggunakan bahan bakar bensin merupakan tindak lanjut dari perkembangan berbagai penemuan dibidang transportasi. Era mesin uap kemudian diganti dengan mesin bensin atau diesel. . Penemuan selanjutnya yang sangat mempengaruhi sistem transportasi adalah dengan dikembangkannya mesin turbin gas, yang kemudian menjadi turbo jet yang digunakan pada pesawat terbang. Di transportasi laut penemuan yang spectakuler adalah dengan pengembangan bahan bakar nuklir, banyak digunakan untuk kapal selam. Hal ini terus berkembang sampai sekarang dengan penyempurnaan-penyempurnaan.
Perkembangan sarana transportasi di Indonesia juga tidak terlepas dari perkembangan transportasi dunia. Pengaruh teknologi transportasi ke Indonesia dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pengawasan terhadap daerah-daerah yang jauh dari pusat kegiatan pemerintahan. Penggunaan sarana transportasi di Indonesia berkembang sejak jaman kolonial hingga sekarang. Pada Tabel berikut ditunjukkan perkembangan sistem transportasi

Tahun
Temuan
1801
Lokomotif uap pertama yang ditemukan oleh Richard Trevithick yang kemudian disempurnakan oleh George Stephensen
1858
Jean Lenoir mengembangkan mobil pertama yang digerakkan dengan mesin dengan pembakaran dalam
1867
Sepedamotor pertama yang digerakkan dengan bahan bakar
1879
Werner von Siemens merancang dan mengembangkan kereta api listrik yang pertama
1885
Bens membuat kendaraan produksi pertama
1899
Ferdinan von Zeppelin menerbangkan pesawat balon udara pertama
1903
Orville and Wilbur Wright. pada tanggal 17 Desember 1903, Wright bersaudara membuat penerbangan pertama
1908
Henry Ford menerapkan sistem produksi ban berjalan untuk pembuatan mobil secara massal
1926
Roket berbahan bakar cair pertama diluncurkan
1932
Pemerintah Jerman membangun Autobahn/Jalan Bebas Hambatan pertama
1939
Pesawat terbang jet pertama Jerman diterbangkan atas dasar desain turbin yang dibuat Hans von Ohain ditahun 1936
1942
Helicopter yang didisain dan di produksi oleh Igor Sikorsky
1947
Pesawat supersonik pertama dterbangkan
1953
Kapal yang digerakkan dengan nuklir pertama diluncurkan





Dewasa ini manusia mengenal beberapa jenis alat transportasi yaitu angkatan darat, laut dan udara.

Darat

            Sarana

·            Angkutan umum
·         Kereta api
·         mobil
·         bus
·         sepeda motor
·         sepeda
·         becak
·         bajaj
·         bemo
·         helicak
·         delman
           
Prasarana
·         Jalan dan jembatan
·         Rel
·         Terminal
·         Stasiun kereta api
·         Halte
·         ATCS
Dalam bidang perhubungan darat, peranan jalan raya sebagai media lalulintas semakin penting. Oleh karena itu pemerintah mengarahkan pembangunan transportasi pada upaya rehabilitasi dan pemeliharaan jalan raya yang sudah ada, pembangunan jalan raya baru banyak dilakukan untuk membuka daerah pedalaman supaya tidak terisolir dalam proses pembangunan. Pembangunan jalan di daerah-daerah memacu geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dibeberapa daerah yang merupakan pusat kegiatan ekonomi, bisnis dan industri memberi lahan untuk pemerintah dapat membangun jalan bebas hambatan atau yang lebih dikenal dengan istilah jalan tol.
Selain sarana transportasi jalan raya, pembangunan transportasi darat juga memperhatikan pembangunan sarana transportasi darat lainnya yaitu kereta api. Perkembangan kereta api di Indonesia sudah dimulai sejak jaman kolonial Belanda, terutama di pulau Jawa dan Sumatra.

Laut
           
 Sarana :
·         Kapal Laut
·         Kapal Feri
·         Sampan
            Prasarana
·         Pelabuhan
·         Galangan kapal
Pembangunan dibidang transportasi laut dilaksanakan di Indonesia karena Indonesia merupakan Negara kepulauan dan sebagian besar dari wilayah Indonesia adalah lautan, makan transportasi laut san selat harus dibangun dengan pengelolaan yang baik. Sejak jaman dulu hubunan antar pulau di Nusantara ini sudah terjalin. Dan nenek moyang kita telah dikenal sebagai pelaut-pelaut yang tangguh.

Udara
           
Sarana :
·         Pesawat

    Prasarana :
·         Bandar udara (Bandara)

Pembangunan sarana transportasi udara juga perlu mendapat perhatian yang baik dari pemerintah. Mengingat wilayah Indonesia yang beragam dan memiliki karakter yang berbeda satu sama lainnya, masih banyak daerah yang terisolir dari dunia luar. Terutama daerah yang ada di pedalaman Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pelayanan transportasi udara sangat dibutuhkan, terutama penerbangan-penerbangan perintis yang akan mampu membuka daerah pedalaman yang masih terisolir. Pemerintah pun membangunan bandara-bandara perintis di pedalaman, dan juga mendirikan perusahaan-perusahaan penerbangan perintis baik yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola swasta.
Beberapa perusahaan angkutan masal milik Negara diantaranya :
·         PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
·         PT. Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI)
·         PT. Garuda Indonesia Airways (GIA)
·         Dan peusahaan-perusahaan yang dikelola swasta

Transportasi di Indonesia

Mode transportasi paling umum di Indonesia termasuk feri dan kapal lainnya, dan juga berbagai macam kendaraan jalan, dengan pelayanan jalur kereta api yang terbatas, dan pelayanan penerbangan komersial yang luas.

Transportasi air

Karena Indonesia merupakan negara kepulauan, transportasi kapal merupakan sarana penting yang menghubungkan banyak tempat di negara ini. Kapal yang banyak digunakan termasuk kapal kontainer besar, berbagai jenis feri, kapal penumpang, kapal layar, dan kapal bermotor kecil.
Banyak ferry melayani selat-selat antara pulau yang berdekatan, terutama antara pulau Sumatra dan Jawa, dan juga antara pulau Jawa dan pulau-pulau di Kepulauan Sunda Kecil. Di penyeberangan sibuk antara Sumatra, Jawa, dan Bali, feri yang mengangkut kapal dioperasikan 24 jam per hari. Ada juba beberapa feri internasional yang melayani Selat Malaka antara Sumatra dan Malaysia, dan juga Singapura, dan pulau-pulau kecil Indonesia seperti Batam.
Beberapa jaringan juga melayani hubungan laut yang lebih panjang ke daerah pulau-pulau terpencil, terutama yang terletak di timur Indonesia. Pelni melayani jalur tersebut dengan jadwal antara dua sampai empat minggu. Kapal-kapal ini merupakan sarana yang terhitung murah untuk hubungan jarak jauh antar pulau. Dan ada juga kapal-kapal swasta lain yang melayani di berbagai jalur lainnya.
Di beberapa pulau, sungai utama merupakan kunci transportasi karena ketiadaan jalan yang layak. Di Kalimantan, kapal panjang menjalani sungai-sungai dan merupakan satu-satunya cara untuk mencapai banyak tempat di dalam pulau. Indonesia memiliki jalur air yang dapat dijalani sepanjang 21.579 km (pada 2004), sekitar setengahnya di Kalimantan, dan masing-masing seperempat di Sumatra dan Papua.
Pelabuhan utama terdapat di Cilacap, Cirebon, Jakarta, Kupang, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Jalan dan jalan tol

Mobil "Angkutan Pedesaan" di Padangbai, Bali berupa minibus.
Pelayanan bus terdapat di banyak wilayah yang dihubungi oleh jalan, terutama di Sumatra, Jawa, dan Bali. Di daerah yang lebih kecil transportasi jalan banyak dilayani oleh minibus atau van kecil. Bis dan van juga transportasi umum di dalam kota.
Banyak kota memilik sarana tranportasi sendiri yang dapat disewa, seperti taksi, bajaj, becak, ojek motor, delman, dll.
Mobil pribadi terhitung sangat mahal bagi mayoritas penduduk Indonesia, dan hanya umum di kota-kota besar saja, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll.
Indonesia memiliki sekitar 158.670 km jalan beraspal, dan sekitar 184.000 km jalan biasa. (perkiraan pada 1999).

Jalur kereta api

KA Argo Bromo Anggrek, Jakarta - Surabaya
KRL KFW i9000 KRL produksi PT INKA MADIUN, melayani angkutan commuter di Jabodetabek

total: 6.458 km
narrow gauge: 5.961 km 1.067-m gauge (101 km listrik; 101 km rel ganda); 497 km 0.750-m gauge (1995)
Kereta Api Indonesia

Kereta Api Indonesia (KAI)
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Wilayah
Tahun beroperasi
Pendahulu
Pendiri
Ismangil dkk. (Tokoh AMKA)
1,435 mm (4 ft 812 in) (lebar sepur standar)
1.067 mm (3 ft 6 in) (
lebar sepur utama)
750 mm (2 ft 51
2 in)
Panjang
5.042 kilometer
Kantor pusat
Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1, Bandung, 40117, Indonesia
Pemilik
Slogan
Anda adalah Prioritas Kami
Pendapatan
Rp6.966.237.422.231,00 (2012)
Rp1.941.441.208.165,00 (2012)
Rp697.639.125.105,00 (2012)
Tokoh penting
Ismangil dkk.
Ignasius Jonan (Dirut/CEO)
Situs web
PT Kereta Api Indonesia (Persero) (disingkat KAI atau PT KAI) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT Kereta Api Indonesia meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992[1] yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 2008 PT Kereta Api Indonesia melakukan pemisahan Divisi Jabodetabek menjadi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk mengelola kereta api penglaju di daerah Jakarta dan sekitarnya. selama tahun 2008 jumlah penumpang melebihi 197 juta.[2]
Pemberlakuan UU Perkeretaapian No. 23/2007 secara hukum mengakhiri monopoli PT Kereta Api Indonesia dalam mengoperasikan kereta api di Indonesia.[3]
Pada tanggal 28 September 2011, bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-66, KAI meluncurkan logo baru.

Sejarah

Pra-kemerdekaan

Pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 1864, kereta api (KA) pertama di Indonesia lahir. Pembangunan diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan rute Kemijen-Tanggung. Pencangkulan tanah pertama dilakukan di Desa Kemijen dan diresmikan oleh Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele. Namun jalur ini dibuka tiga tahun berikutnya, 10 Agustus 1867. Hingga tahun 1873 tiga kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang, Solo, dan Yogyakarta sudah berhasil dihubungkan.[5][6][7]
Masa politik kolonial liberal rupanya mengakibatkan Pemerintah Belanda enggan mendirikan perusahaannya dan justru memberikan kesempatan luas bagi perusahaan-perusahaan (KA) swasta. Namun sayangnya, perusahaan swasta itu tidak memberikan keuntungan berarti (apalagi NIS masih membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kolonial), maka Departemen Urusan Koloni mendirikan operator KA lain, Staatsspoorwegen, yang membentang dari Buitenzorg hingga Surabaya. Pertama dibangun di kedua ujungnya, jalur pertama di Surabaya dibuka pada tanggal 16 Mei 1878 dan terhubung pada tahun 1894.
Selain itu, muncul juga lima belas operator KA swasta di Jawa yang menamakan dirinya sebagai "perusahaan trem uap", namun meskipun namanya demikian, perusahaan itu sudah dapat dianggap sebagai operator KA regional.
Sebagai perusahaan kolonial, sebagian besar jalur KA di Indonesia mempunyai dua tujuan: ekonomis dan strategis. Nyatanya, syarat bantuan keuangan NIS antara lain membangun rel KA ke Ambarawa, yang memiliki benteng bernama Willem I (yang diambil dari nama Raja Belanda). Jalur KA negara pertama dibangun melalui pegunungan selatan Jawa, selain daerah datar di wilayah utara Jawa, untuk alasan strategis sama. Jalur KA negara di Jawa menghubungkan Anyer (lintas barat) menuju Banyuwangi (lintas timur).
Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh, menghubungkan Banda Aceh hingga Pelabuhan Uleelhee, dengan lebar sepur 1.067 mm, yang digunakan untuk keperluan militer. Kemudian, lebar sepur yang sebelumnya 1.067 mm kemudian diganti menjadi 750 mm membentang ke selatan. Jalur ini kemudian berpindah kepemilikan dari Departemen Urusan Perang kepada Departemen Urusan Koloni tanggal 1 Januari 1916 menyusul perdamaian relatif di Aceh.
Ada pula jalur kereta api di Ranah Minangkabau (dibangun pada tahun 1891-1894) dan Sumatera Selatan (dibangun tahun 1914-1932). Kedua jalur ini digunakan untuk melintas layanan KA batu bara dari pertambangan bawah tanah menuju pelabuhan.
Di Sumatera Utara, ada perusahaan KA bernama Deli Spoorweg Maatschappij yang banyak mengangkut karet dan tembakau di daerah Deli.
Pembangunan jalur kereta api juga dilangsungkan di Sulawesi Selatan pada bulan Juli 1922 hingga 1930; sebagai bagian dari proyek besar-besaran pembangunan jalur rel di Kalimantan dan Sulawesi, menggabungkan sistem rel KA di Sumatera, serta elektrifikasi jalur KA utama di Jawa. Namun Depresi Besar telah membatalkan upaya ini. Meskipun tidak sempat dibangun, studi pembangunan jalur KA di Kalimantan, Bali, dan Lombok telah selesai dilakukan.
Semasa pendudukan Jepang, seluruh jalur KA (bahkan yang terpisah sekali pun) dikelola sebagai satu kesatuan. Sementara itu, di Sumatera, juga dikelola oleh cabang-cabang Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang, secara terpisah.
Pendudukan Jepang akhirnya mengubah lebar sepur 1.435 mm di Jawa menjadi 1.067 mm, sebagai penyelesaian masalah lebar sepur ganda. Ini bukanlah "permasalahan nyata" karena tidak banyak perubahan materiil di kedua sistem itu, banyak rel 1.435 mm dipasangi rel ketiga pada tahun 1940, menghasilkan rel dengan lebar sepur campuran.

Pasca-kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.
Pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berhak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).
Kecuali DKA, ada operator KA lain yaitu Kereta Api Soematra Oetara Negara Repoeblik Indonesia dan Kereta Api Negara Repoeblik Indonesia, yang semuanya beroperasi di Sumatera.
Nama DKA pun berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), semasa Orde Lama. Lalu, pada tanggal 15 September 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA, Perjanka) Kemudian, pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan semenjak tanggal 1 Juni 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero) (PT KA) . Pada bulan Mei 2010, nama PT KA berubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) hingga saat ini.
Pelayanan Prima (Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas, yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan Prima.

Jalur

Stasiun Gambir Jakarta difoto dari udara.
PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan kereta api di wilayah provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung serta semua provinsi di Jawa.
Jalur-jalur utama ini menghubungkan kota Medan dengan Rantauprapat, Padang dengan Pariaman, Bandar Lampung dengan Lubuklinggau dan Palembang, Jakarta dengan Surabaya melalui Semarang maupun Yogyakarta, dan Surabaya dan Malang dan Banyuwangi.
Panjang keseluruhan jalur kereta api di Indonesia adalah 7583 kilometer. Lebih dari 2500 kilometer jalur telah ditutup, sebagian besarnya adalah jalur cabang yang dianggap tidak menguntungkan bila tetap dipergunakan. Pada saat ini (2008) Departemen Perhubungan sedang melakukan pembangunan jalur ganda di Pulau Jawa, yang diharapkan akan selesai pada tahun 2025. Jalur yang sudah diselesaikan adalah Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya, Cikampek-Purwakarta, Purwokerto-Larangan, dan Kutoarjo-Yogyakarta-Surakarta. Pada saat ini jalur Kutoarjo-Kroya dan Kroya-Purwokerto sedang dikerjakan.

Layanan

PT Kereta Api Indonesia memberikan layanan kereta api penumpang dan barang. Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur.

Kereta penumpang

Kapasitas angkut penumpang yang disediakan PT Kereta Api Indonesia di Jawa dan Sumatera adalah sebanyak 106.638 tempat duduk per hari dengan rasio kelas eksekutif (15%), bisnis (27%), dan ekonomi (59%). Bila tempat duduk dikaitkan dengan jarak tempuh, maka total kapasitas melambung menjadi sebanyak 41.528.450 tempat duduk per kilometer per hari dengan rasio kelas eksekutif (17%), kelas bisnis (25%), dan kelas ekonomi (58%).

Kelas Eksekutif

Kereta Eksekutif Go Green yang sering dipakai Argo Bromo Anggrek sekarang.
Kelas Argo adalah kelas layanan tertinggi PT Kereta Api Indonesia, yaitu dengan kereta penumpang berkapasitas 50/52 orang per kereta. Layanan yang disediakan adalah tempat duduk yang bisa diatur, pendingin udara, hiburan audio visual dan layanan makanan.
Rangkaian kereta api jenis ini mulai diluncurkan pada tanggal 31 Juli 1995 untuk memperingati 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada awalnya hanya dua kereta api yang dioperasikan, yaitu Argo Bromo yang melayani rute GambirSurabaya Pasar Turi dan Argo Gede yang melayani rute GambirBandung. Saat ini, kereta api Argo Bromo telah digantikan dengan Argo Anggrek dan KA Argo Gede juga telah diberhentikan pengoprasiannya.
Kereta api kelas Argo lainnya adalah:
Interior KA Argo Bromo Anggrek Go Green.
Bagian dalam kereta eksekutif Pesawat buatan INKA.
Kelas Satwa adalah Kereta sekelas Argo tetapi bukan argo seperti Kereta di bawah ini

Kelas Campuran

Kereta kelas Eksekutif tipe Pesawat yang di gunakan Argo Dwipangga, Argo Jati, Gajayana, Sembrani, dan Turangga.
KA Eksekutif Campuran
Kelas campuran adalah kelas layanan kedua tertinggi, dengan kereta penumpang kelas eksekutif (52 penumpang) dan bisnis (64 penumpang). Layanan kelas publik diberikan pada jalur-jalur berikut ini:

Kelas Bisnis

Bagian dalam gerbong kereta bisnis.
Di bawah kereta api kelas Publik adalah kelas komersial kelas menengah, yang mencakup semua kereta bisnis.

Kelas Ekonomi

Kereta kelas Ekonomi.
Kereta kelas Ekonomi AC.
Dalam rangka pemerataan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat, selain mengoperasikan sejumlah kereta api komersial yang berfungsi sebagai subsidi silang pada pelayanan kereta api kelas ekonomi, PT Kereta Api Indonesia juga mengoperasikan sejumlah rangkaian kereta api kelas ekonomi unggulan, yaitu:

Kereta api lokal

Tarif kereta api kelas ekonomi ditetapkan oleh pemerintah sehingga secara keseluruhan biaya operasi tidak dapat ditutup dengan tarif yang dikenakan kepada masyarakat. Sampai saat ini, PT Kereta Api Indonesia melakukan subsidi silang dari pendapatan rangkaian kereta api kelas Argo dan kelas satu pada kelas ekonomi. Beberapa kereta yang dioperasikan adalah:

Komuter

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kereta komuter
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/48/TM7000_series_on_Jakarta.jpg/310px-TM7000_series_on_Jakarta.jpg
Kereta Api Komuter Jabodetabek yang dikelola oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, yaitu PT KAI Commuter Jabodeabek.
Komuter adalah kereta api yang beroperasi dalam jarak dekat, menghubungkan kota besar dengan kota-kota kecil di sekitarnya atau dua kota yang berdekatan. Penumpang kereta ini kebanyakan adalah para penglaju bermobilitas tinggi yang pergi-pulang dalam sehari, misalnya ke tempat kerja atau sekolah. Tidak mengherankan apabila frekuensi perjalanan komuter termasuk tinggi dan jumlah penumpangnya juga paling banyak dibanding kereta jenis lainnya.
Di Indonesia, jaringan komuter masih menjadi satu dengan kereta api jarak jauh, bahkan kebanyakan rangkaian kereta apinya juga diambil dari bekas kereta api jarak jauh. Walaupun demikian, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan pembangunan jaringan kereta api komuter yang lebih canggih, seperti monorel, kereta bawah tanah, maupun Mass Rapid Transit (MRT) yang rencananya akan dibangun di Jakarta dan Surabaya.
Komuter umumnya dilayani oleh rangkaian kereta api ekonomi, tetapi beberapa sudah ada yang dilayani oleh kereta kelas bisnis bahkan kelas eksekutif, seperti kereta api Pakuan jurusan Jakarta- Bogor. Jalur-jalur kereta komuter yang ada di Indonesia antara lain:
  • KRL Jabodetabek/Commuter Line, merupakan jalur komuter tertua di Indonesia yang melingkupi daerah Jakarta Raya, melayani para penglaju dari Jakarta ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, termasuk jalur cabang ke Serpong dan Maja.
  • KRDH MCW 302 Patas relasi Cicalengka-Padalarang, KRDE Baraya Geulis relasi Cicalengka Padalarang hasil modifikasi dari KRL BN Holec PT. INKA Madiun.
  • KRDE Prambanan Ekspres relasi Jogjakarta-Solo hasil modifikasi dari KRL BN-Holec PT INKA Madiun.
  • KRDH-I Blora Jaya relasi Semarang-Bojonegoro.
  • KRDH-I Madiun Jaya relasi Madiun-Jogjakarta.
  • KRDH-I Seminung relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • KRDH-I Way Umpu relasi Tanjung Karang-Kota Bumi.
  • KRDH-I Sri Lelawangsa relasi Medang-Binjai.

Kereta wisata

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/af/Ambarawa_Mountain_Tour.JPG
Salah satu rangkaian kereta api wisata yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia.
PT Kereta Api Indonesia juga menyediakan layanan kereta wisata yang tarifnya disesuaikan dengan harga tiket tertinggi pada kereta yang dirangkaikan dengan kereta wisata tersebut. Gerbong kereta wisata diberi nama Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, dan Jawa. Selain itu, di Ambarawa tersedia pula kereta wisata dengan lokomotif uap bergigi. Di Solo, kereta wisata Punokawan jurusan PurwosariWonogiri menelusuri jalan Slamet Riyadi di Kota Solo. Adapun di Sumatera Selatan, tersedia kereta wisata yang diberi nama Kereta Sultan, sedangkan di Sumatera Barat tersedia pula kereta wisata yang bertujuan ke Lembah Anai dan Pantai Pariaman.[13]

Kereta barang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/a0/Kereta_Peti_Kemas.jpg/310px-Kereta_Peti_Kemas.jpg
Kereta Peti Kemas.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/62/Kereta_Ketel_Minyak.jpg/310px-Kereta_Ketel_Minyak.jpg
Kereta Ketel Minyak.
Khusus di Pulau Jawa, pemasaran angkutan barang semula kurang diminati pasar karena dalam perjalanan kalah prioritas dengan kereta penumpang. Akan tetapi, sejalan dengan perkembangan terakhir yang sudah melalui tahapan modernisasi sarana angkutan barang, telah dimungkinkan hadirnya kereta barang dengan kecepatan yang tidak jauh berbeda dengan kereta penumpang sehingga perjalanannya jauh lebih lancar.[14][15]
Layanan kereta barang yang dilayani saat ini sudah ada beberapa macam seperti kereta pengangkut peti kemas, kereta pengangkut batu bara, kereta pengangkut semen, dan sebagainya.
Untuk mengoptimalkan layanan kereta berbasis barang pada saat ini PT Kereta Api Indonesia membuat anak perusahaan yang bernama PT Kereta Api Logistik (Kalog) yang fungsi utamanya adalah untuk melayani dan mengoperasionalkan layanan barang berbasis kereta api.

Baja Satwa

Kereta barang Baja Satwa dikhususkan untuk mengangkut barang yang melayani rute Jakarta Kampung Bandan-Surabaya Pasar Turi. Barang yang diangkut kebanyakan berupa peti kemas yang jenis komoditas angkutannya tidak terbatas. Sayangnya, saat ini Stasiun Kampung Bandan sudah tidak aktif lagi.

Kereta barang cepat

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/1d/ONS.jpg/310px-ONS.jpg
Kereta Kiriman Ekspress One Night Services Jakarta - Surabaya.
Koridor layanannya sama dengan kereta api Antaboga, yaitu Jakarta-Surabaya Pasar Turi, tetapi sarana yang digunakan berupa gerbong tertutup. Komoditas yang dapat diangkut juga bermacam-macam, sesuai dengan keadaan pasar.

Lokomotif

Untuk sistem penomoran lokomotif mulai tahun 2011 menggunakan kombinasi huruf,angka yang menunjukan tahun didinaskan dan nomor urut. Kombinasi huruf yang digunakan untuk menunjukkan susunan roda (saat ini ada C, D, BB, dan jenis CC), dan nomor tiga digit digunakan untuk menunjukkan kelas (2 untuk kelas dengan transmisi listrik dan 3 untuk kelas dengan transmisi hidrolik atau mekanik), yang dimulai dari 0. Dua angka di tengah menunjukan lokomotif ini didinaskan pada tahun berapa dan Dua atau tiga angka di belakangnya menunjukkan jumlah individu, mulai dari 01.
Misalnya
  • D301 68 70: Lokomotif diesel hidrolik generasi kedua dengan susunan roda D (empat gandar) didinaskan pada tahun 1968 dengan nomor urut 70
  • CC203 98 13: Lokomotif diesel elektrik dengan susunan roda Co-Co generasi keempat didinaskan pada tahun 1998 dengan nomor urut 13

Kelas lokomotif diesel PT Kereta Api Indonesia[16]

Loko Diesel Hidrolik
  • C300 (Karl Marx V30C)
  • C301 (Nederlandse Constructiebedrijven Machinefabrik)
  • D300 (Krupp M350D)
  • D301 (Krupp M350D)
  • BB300 (Kruup M700BB)
  • BB301 (Krupp M1500BB)
  • BB302 (Henschel DHG 600 BB)
  • BB303 (Henschel DHG 1000 BB)
  • BB304 (Krupp M1500BB)
  • BB305 (Jenbacher Ldh1500BB, CFD BB1500HV, dan NS)
  • BB306 (Henschel DHG 800 BB)
  • CC300 (INKA CC 300)
Loko Diesel Elektrik

Armada[17]

Pada tahun 2012, KAI mengoperasikan:
Lokomotif diesel elektrik PT KAI sebagian besar dibuat di Amerika Serikat atau Kanada, sedangkan diesel hidraulik kebanyakan Jerman. Unit listrik beberapa kebanyakan buatan Jepang. Industri lokal mampu membangun beberapa unit, baik diesel dan listrik.

Jalur pipa: minyak mentah 2.505 km; produk petroleum 456 km; gas alam 1.703 km (1989)
Bandara: 446 (perkiraan 1999)
Bandara - dengan landas pacu beraspal:
total: 127
lebih 3.047 m: 4
2.438 sampai 3.047 m: 12
1.524 sampai 2.437 m: 39
914 sampai 1.523 m: 41
di bawah 914 m: 31 (perkiraan 1999)
Bandara - tanpa landas pacu beraspal:
total: 319
1.524 sampai 2.437 m: 5
914 sampai 1.523 m: 33
di bawah 914 m: 281 (perkiraan 1999)

Daftar bandar udara di Indonesia

Sumatera

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f0/8957.jpg/220px-8957.jpg
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda
·          

Jawa

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/0/00/Terminal3-01.jpg/220px-Terminal3-01.jpg
Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta
·          

Bali dan Nusa Tenggara

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Denpasar_Airport_200507-4.jpg/220px-Denpasar_Airport_200507-4.jpg
Bandara Udara Ngurah Rai

Kalimantan

·          

Sulawesi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/70/Hasanuddin-airport1.jpg/220px-Hasanuddin-airport1.jpg
Bandar Udara Sultan Hasanuddin
·          

Papua

·          
Ket: Bandar udara internasional memiliki 2 jenis penerbangan, yaitu penerbangan internasional dan penerbangan domestik.

Domestik

Sumatera

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/9f/BANDARA_JAMBI_TERMINAL_BARU.jpg/220px-BANDARA_JAMBI_TERMINAL_BARU.jpg
Bandar Udara Sultan Thaha Syaifuddin (dalam konstruksi)
·          

Aceh

·          

Jawa

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/39/Bandara_Trunojoyo_Sumenep.jpg/220px-Bandara_Trunojoyo_Sumenep.jpg
Bandar Udara Trunojoyo
·          

Bali dan Nusa Tenggara

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/2c/Eltari.jpg/220px-Eltari.jpg
Bandar Udara El Tari
·          

Kalimantan

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/2c/Dsc02962c.jpg/220px-Dsc02962c.jpg
Bandar Udara Tjilik Riwut
·          

Sulawesi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/cc/Kdiairport.jpeg/220px-Kdiairport.jpeg
Bandar Udara Haluoleo
·          

Maluku

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d6/73336509.jpg/220px-73336509.jpg
Bandar Udara Dumatubun
·          

Papua

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/98/Fakfak_airport.jpg/220px-Fakfak_airport.jpg
Bandar Udara Torea
·          

Pangkalan militer

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8f/SULTAN_SYARIF_KASIM_II_NEW_TERMINAL.JPG/220px-SULTAN_SYARIF_KASIM_II_NEW_TERMINAL.JPG
Bandar Udara Sultan Syarif Kasim