Selasa, 02 November 2010

Penemuan Mumi Tutankhamun


Selama belasan tahun lebih perburuan makam Tutankhamun dilakukan. Dengan semangat terakhir yang tersisa, pekerjaan itu tak sia-sia. Inilah penemuan arkelogi terbesar abad 20 di Mesir.
http://i34.tinypic.com/wb5beo.jpg
Rekonstruksi Wajah Tutankhamun


Howard Carter (1874 – 1939), adalah arkeolog asal London, Inggris, yang mendalami kebudayaan Mesir kuno. Tak ada arkelog yang begitu konsisten terhadap Mesir kecuali dia. Karena itu Howard Carter menjadi satu-satunya pakar kebudayaan Mesir Kuno yang paling ahli.

Dalam perjalanan karir dan hidupnya, Howard Carter mendalami seni menggambar dan arkeologi. Semua hal yang dikerjakannya sejak usia 17 tahun sudah “berbau” Mesir. Lantas diusia 25 tahun ia sudah diberi kepercayaan untuk bekerja di wilayah Mesir untuk melakukan penggalian dan restorasi situs, termasuk pemeliharaan artefak Mesir Kuno.
Sampai akhirnya ia terobsesi untuk menemukan salah satu makam firaun Mesir Kuno dari dinasti ke-18 yang dikenal sebagai Tutankhamun. Ternyata obsesinya ini menjadi “perburuan” tersulit dan terlama selama hidupnya.

Titik pencarian makam Firaun Tutankhamun ini terkonsentrasi di sekitar Lembah Raja di wilayah Tepi Barat, dekat Luxor. Selama bertahun-tahun penggalian dan penelitian dilakukannya namun makam yang dicari tak kunjung ditemukan.
Selama penggalian ia hanya menemukan pasir gurun dan jika sedikit beruntung ada menemukan semacam guci-guci yang mengarah pada masa pemerintahan Tutankhamen.
Sepuluh tahun pertama penggalian, kemajuan terakhir yang ditemukan hanyalah potongan pakaian dan bongkahan batu yang bertuliskan nama Tutankhamun dan jejak yang mengarah pada masa pemerintahan firaun berusia 18 tahun itu.
Seluruh tim ekspedisi itu mulai frustasi sementara biaya yang dikeluarkan sudah banyak dan persediaan keuangan sudah sangat tipis. Namun di tengah rasa frustasi rekan-rekannya, Howard Carter tetap optimis bahwa perkiraannya tepat bahwa Firaun Tutankhamun pastilah dimakamkan di lembah itu. Ia yakin bahwa makam penguasa Thebes yang menyatukan Mesir kuno itu persis di lembah yang sedang mereka gali.
Sir Howard Carter dan Lord Carnavon

Untuk kelanjutan ekspedisi, ia menemui “sponsornya” Lord Carnarvon. Bangsawan yang menyukai barang kuno dan antik ini mengultimatum Howard Carter bahwa ia sudah tak bisa menyokong ekspedisi itu lebih lama. Namun H Carter meyakinkan Carnarvon bahwa ia hanya butuh satu kesempatan lagi.

Pada awal November 1922, H Carter memulai penggalian terakhirnya. Penggalian dilakukan di satu titik yang belum pernah disentuh sebelumnya. Di lokasi ini, ia menemukan semacam komplek tempat tinggal para budak penggali makam dan beberapa artefak kuno lainnya.

Saat penggalian dilanjutkan, seorang mandornya bernama Ali melaporkan penemuan sebuah tangga batu yang menurun di sekitar kompleks itu. Penggalian dilanjutkan selama dua hari dan tangga batu itu jelas terlihat mengarah pada satu pintu tertutup. Lord Carnarvon pun ditelegram memberitahu bahwa pintu makam Tutankhamen sudah ditemukan.

Setelah Carnarvon tiba di lokasi, dua hari kemudian pintu batu menuju makam berhasil dibuka. Didalamnya terdapat lorong dengan serakan bebatuan berhias hiroglif Mesir Kuno di dinding menuju pintu berikutnya.

Carter mencoba membuka pintu batu dengan memahat celahnya. Setelah menggeser beberapa bongkah batu, ia membuat sebuah lubang kecil. Dari celah itu ia memasukkan lilinnya untuk mengintip ke dalam ruangan yang gelap di balik pintu.
Apa yang dilihatnya membuatnya diam takjub selama beberapa saat. Ia telah menemukan makam yang ia cari selama dua puluh tahun terakhir, yakni makam Firaun Tutankhamun .
Tutankhamun

Tutankhamun

Tutankhamun adalah firaun yang masih begitu belia. Ia adalah Firaun ke-12 dari Dinasti Mesir Ke-18. Memerintah sejak tahun 1334 – 1323 SM.

Nama Tutankhamun punya arti “Gambaran Amun yang hidup”. Selama masa kekuasaannya yang singkat (11 tahun) ia menjalankan pemerintahan yang moderat. Padahal usianya baru 8 tahun ketika naik tahta.

Begitupun Tutankhamun dikenal sebagai figur raja yang meletakkan dasar transisi nilai pemujaan Atenism kembali ke agama kaum Mesir Kuno. Ia adalah putra Amenhotep III yang pusat pemerintahannya di Thebes (wilayah Mesir Kuno delat Sungai Nil).
Tutankhamun diduga meninggal dunia akibat dibunuh. Sebab muminya memiliki bekas luka tusuk di bagian pipi kiri.
Tutankhamen: Anatomy of an Excavation

Penemuan Terbesar

Howard Carter yang menemukan situs makam Firaun Tutankhamun ini menjadi berita besar yang mengehbohkan dalam sejarah arkelog masa itu. Penemuan ini dinobatkan sebagai temuan arkelogi paling menakjubkan di abad 20.

Temuan kompleks makam lengkap dengan artefak dan harta peninggalan firauan yang masih utuh, mummi, situs, dan semua yang berada di dalam makam itu masih tersegel dan belum pernah disentuh siapa pun setelah pemakamannya 3.300 tahun yang lalu.
Saat pertama kali menemukan ruang makam bawah tanah itu, H Carter melihat bahwa ruangan itu dilapisi emas murni yang kuning berkilau. Di dalam ruangan itu terdapat 4 lubang kubur dengan masing-masing peti mati batu didalamnya.
Ruangan itu tertata baik dengan beberapa pot bunga, singgasana bertahta permata, baju-baju kerajaan, beberapa set alat rumah tangga, pisau dan senjata, patung berbentuk aneh, dan beberapa peti harta.
Didalam peti mati itu terdapat mummi yang disegel dengan nama Tutankhamun. Peti matinya terdiri dari tiga lapisan. Dan lapisan paling terakhir terbuat dari lempengan emas murni berukir.
Mummi firaun itu dibalut kain kafan putih berlapis permata, bagian wajah ditutup topeng emas berhias permata, dan di bagian dadanya terdapat kalungan bunga yang warnanya masih “segar”.
Temuan makam firaun ini adalah yang terlengkap dalam sejarah. Satu-satunya situs (saat itu) yang belum dijarah dan terjamah manusia. Sampai akhirnya ekpedisi H Carter dan Carnarvon menemukan dan membuka segel firaun yang sudah terkubur ribuan tahun itu.
Sumber :  prabusakti

Mungkinkah Atlantis Yang Hilang Itu Adalah Indonesia?

 
Rekan-rekan yang suka membaca atau mempelajari buku-buku tentang migrasi manusia modern berdasarkan analisis genetika molekuler (DNA), pasti pernah membaca nama Stephen Oppenheimer.


http://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/05/benua-sunda-land.jpg

Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama bidang ini, yang produktif menuliskan hasil-hasil risetnya. Saat ini, Oppenheimer yang semula seorang dokter anak dan pernah bertugas di Afrika, Malaysia, dan Papua New Guinea; adalah research associate di Institute of Human Sciences, Oxford University.


Salah satu bukunya yang terkenal “Out of Eden : the Peopling of the World” (2004). Ini adalah sebuah buku yang komprehensif tentang sejarah penghunian semua daratan di Bumi oleh manusia modern berdasarkan analisis DNA pada semua bangsa.

Oppenheimer memang pernah terlibat dalam suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia seluruh dunia. Dari situ ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, kita bisa menebak dengan mudah bahwa Oppenheimer adalah seorang pembela pemikiran migrasi manusia : Out of Africa, dan menyerang Multiregional.

Namun kita tidak akan membahas buku tersebut,  kita akan membahas tentang bukunya yang lain, yang menyulut perdebatan.

Tahun 1998, Oppenheimer menerbitkan buku yang menggoncang kalangan ilmuwan arkeologi dan paleoantropologi,”Eden in the East : The Drowned Continent of Southeast Asia”.

Buku ini penting bagi kita sebab Oppenheimer mendasarkan tesisnya yang kontroversial itu atas geologi Sundaland. Secara singkat, buku ini mengajukan tesis bahwa Sundaland adalah Taman Firdaus (Taman Eden), suatu kawasan berbudaya tinggi, tetapi kemudian tenggelam, lalu para penghuninya mengungsi ke mana-mana : Eurasia, Madagaskar, dan Oseania dan menurunkan ras-ras yang baru. Dari buku Oppenheimer inilah pernah muncul sinyalemen bahwa Sundaland adalah the Lost Atlantis – benua berkebudayaan maju yang tenggelam.

Tesis Oppenheimer (1998) jelas menjungkirbalikkan konsep selama ini bahwa orang-orang Indonesia penghuni Sundaland berasal dari daratan utama Asia, bukan sebaliknya. Apakah Oppenheimer benar? Penelitian dan perdebatan atas tesis Oppenheimer telah berjalan 10 tahun. Disini kita akan membahas beberapa perdebatan terbaru. Sebelumnya, sedikit tentang ringkasan tesis Oppenheimer (1998) itu.

Dalam “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, Oppenheimer berhipotesis bahwa bangsa-bangsa Eurasia punya nenek moyang dari Sundaland. Hipotesis ini ia bangun berdasarkan penelitian atas geologi, arkeologi, genetika, linguistk, dan folklore atau mitologi.

Berdasarkan geologi, Oppenheimer mencatat bahwa telah terjadi kenaikan muka laut dengan menyurutnya Zaman Es terakhir. Laut naik setinggi 500 kaki pada periode 14.000-7.000 tahun yang lalu dan telah menenggelamkan Sundaland.

Arkeologi membuktikan bahwa Sundaland mempunyai kebudayaan yang tinggi sebelum banjir terjadi. Kenaikan muka laut ini telah menyebabkan manusia penghuni Sundaland menyebar ke mana-mana mencari daerah yang tinggi. Terjadilah gelombang besar migrasi ke arah Eurasia.

Oppenheimer melacak jalur migrasi ini berdasarkan genetika, linguistik, dan folklore. Sampai sekarang orang-orang Eurasia punya mitos tentang Banjir Besar itu, menurut Oppenheimer itu diturunkan dari nenek moyangnya. Hipotesis Oppenheimer (1998) yang kita sebut ”Out of Sundaland” punya implikasi yang luas.

Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Adam dan Hawa bukanlah ras Mesopotamia, tetapi ras Sunda!. Nah…implikasinya luas bukan?

Hipotesis Oppenheimer (1998) segera menyulut perdebatan baik di kalangan ahli genetika, linguistik, maupun mitologi. Kita akan meringkas beberapa perdebatan pro dan kontra yang terbaru (2007-2008). Di buku-bukunyanya yang terbaru (Out of Eden, 2004; dan Origins of the British, 2007), Oppenheimer tak menyebut sekali pun tesis Sundaland-nya itu.

Sanggahan terbaru datang dari bidang mitologi dalam sebuah Konferensi Internasional Association for Comparative Mythology yang berlangsung di Edinburgh 28-30 Agustus 2007.

http://www.nias.knaw.nl/en/oudfellows/research_group_1994_1995/summaries_94_95/wim_van_binsbergen/naam/W.M.J.+van+Binsbergen.jpg
Wim van Binsbergen

Dalam pertemuan itu, Wim van Binsbergen, seorang ahli mitologi dari Belanda, mengajukan sebuah makalah berjudul :

”A new Paradise myth? An Assessment of Stephen Oppenheimer’s Thesis of the South East Asian Origin of West Asian Core Myths, Including Most of the Mythological Contents of Genesis 1-11”.

Makalah ini mengajukan keberatan-keberatan atas tesis Oppenheimer bahwa orang-orang Sundaland sebagai nenek moyang orang-orang Asia Barat. Binsbergen (2007) menganalisis argumennya berdasarkan complementary archaeological, linguistic, genetic, ethnographic, dan comparative mythological perspectives.

Menurut Binsbergen (2007), Oppenheimer terutama mendasarkan skenario Sundaland-nya berdasarkan mitologi. Pusat mitologi Asia Barat (Taman Firdaus, Adam dan Hawa, kejatuhan manusia dalam dosa, Kain dan Habil, Banjir Besar, Menara Babel) dihipotesiskan Oppenheimer sebagai prototip mitologi Asia Tenggara/Oseania, khususnya Sundaland.

Meskipun Oppenheimer telah menerima tanggapan positif dari para ahli arkeologi yang punya spesialisasi Asia Tenggara, Oppenheimer tak punya bukti kuat atau penelitian detail untuk arkeologi trans-kontinental dari Sundaland ke Eurasia.

Binsbergen (2007) menantang hipotesis Oppenheimer atas argument detailnya menggunakan comparative mythology. Berikut adalah beberapa keberatan atas hipotesis tersebut :
(1) Keberatan metodologi (bagaimana mitos di Sundaland/Oseania yang umurnya hanya abad ke-19 AD dapat menjadi nenek moyang mitos di Asia Barat yang umurnya 3000 tahun BC?)

(2) Kesulitan teoretis akan terjadi membandingkan dengan yakin mitos yang umurnya terpisah ribuan tahun dan jaraknya lintas-benua, juga yang sebenarnya isi detailnya berbeda

(3) Pandangan monosentrik (misal dari Sundaland) saja sudah tak sesuai dengan sejarah kebudayaan manusia yang secara anatomi modern (lebih muda daripada Paleolitikum bagian atas)

(4) Oppenheimer tak memasukkan unsur katastrofi alam yang bisa mengubah jalur migrasi manusia

(5) Mitos bahwa Banjir Besar menutupi seluruh dunia harus ditafsirkan atas pandangan dunia saat itu, bukan pandangan dunia seperti sekarang.

Dalam pertemuan comparative mythology sebelumnya (Kyoto, 2005, Beijing 2006), Binsbergen mengajukan pandangan yang lebih luas dan koheren tentang sejarah panjang Old World mythology yang mengalami transmisi yang komplek dan multisentrik, tak rigid monosentrik seperti hipotesis Oppenheimer (1998). Winsbergen juga mendukung tesisnya itu berdasarkan genetika molekuler menggunakan mitochondrial DNA type B.

Itulah sanggahan terbaru atas tesis Oppenheimer (1998). Dukungan terbaru untuk hipotesis Oppenheimer (1998), baru-baru ini datang dari sekelompok peneliti arkeogenetika yang sebagian merupakan rekan sejawat Oppenheimer.

Kelompok peneliti dari University of Oxford dan University of Leeds ini mengumumkan hasil peneltiannya dalam jurnal “Molecular Biology and Evolution” edisi Maret dan Mei 2008 dalam makalah berjudul:

“Climate Change and Postglacial Human Dispersals in Southeast Asia”
(Soares et al., 2008)

dan

“New DNA Evidence Overturns Population Migration Theory in Island Southeast Asia” (Richards et al., 2008).

Richards et al. (2008) berdasarkan penelitian DNA menantang teori konvensional saat ini bahwa penduduk Asia Tenggara saat ini (Filipina, Indonesia, dan Malaysia) datang dari Taiwan 4000 (Neolithikum) tahun yang lalu. Tim peneliti menunjukkan justru yang terjadi adalah sebaliknya dan lebih awal, bahwa penduduk Taiwan berasal dari penduduk Sundaland yang bermigrasi akibat Banjir Besar di Sundaland.

Pemecahan garis-garis mitochondrial DNA (yang diwarisi para perempuan) telah berevolusi cukup lama di Asia Tenggara sejak manusia modern pertama kali datang ke wilayah ini sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Ciri garis-garis DNA menunjukkan penyebaran populasi pada saat yang bersamaan dengan naiknya muka laut di wilayah ini dan juga menunjukkan migrasi ke Taiwan, ke timur ke New Guinea dan Pasifik, dan ke barat ke daratan utama Asia Tenggara – dalam 10.000 tahun.

Sementara itu Soares et al. (2008) menunjukkan bahwa haplogroup E, suatu komponen penting dalam keanekaragaman mtDNA (DNA mitokondria), berevolusi selama 35.000 tahun terakhir, dan secara dramatik tiba-tiba menyebar ke seluruh pulau-pulau Asia Tenggara pada periode sekitar awal Holosen, pada saat yang bersamaan dengan tenggelamnya Sundaland menjadi laut-laut Jawa, Malaka, dan sekitarnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9sKp0cm-HjmIMqpd1l2k9mBLfNMtcA0FIHW_eREcv9HmHzt2VpdjDDOoMGtpJRuW4stCuygZH3xF-wOtnuS5G9uTyVLPzo15BL1EsidEG3a-bsaAW03SobfPk-bMTrF10H0SydDD8-u4/s400/Sundaland.jpg

Lalu komponen ini mencapai Taiwan dan Oseania lebih baru, sekitar 8000 tahun yang lalu. Ini membuktikan bahwa global warming dan sea-level rises pada ujung Zaman Es 15.000–7.000 tahun yang lalu, sebagai penggerak utama human diversity di wilayah ini.

Oppenheimer dalam bukunya “Eden in the East” (1998) itu berhipotesis bahwa ada tiga periode banjir besar setelah Zaman Es yang memaksa para penghuni Sundaland mengungsi menggunakan kapal atau berjalan ke wilayah-wilayah yang tidak banjir.

Dengan menguji mitochondrial DNA dari orang-orang Asia Tenggara dan Pasifik, kita sekarang punya bukti kuat yang mendukung Teori Banjir. Itu juga mungkin sebabnya mengapa Asia Tenggara punya mitos yang paling kaya tentang Banjir Besar dibandingkan bangsa-bangsa lain.

Nah, begitulah, cukup seru mengikuti perdebatan yang meramu geologi, genetika, biologi molekuler, linguistik, dan mitologi ini. Pihak mana yang mau didukung atau disanggah ? Sebaiknya, masuklah lebih detail ke masalahnya agar argument kita kuat, begitulah menilai perdebatan.

Sumber :
Awang H. Satyana - atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com

Para penakluk samudera- yang pertama berlayar mengelilingi bumi

 


Amerigo Vespucci, namanya diabadikan sebagai nama benua Amerika di tahun 1507.

Joshua Slocum, orang pertama yang berlayar mengelilingi bumi sendiri (1895-1898). Merencanakan sebuah perjalanan menyusuri Sungai Amazon, Slocum berlayar dari Vineyard Haven pada tgl 14 November 1909 tetapi kemudian hilang bersama kapalnya.
Di tahun 120 sesudah masehi pakar matematika Mesir dan astronom Ptolemy (Claudius Ptolemeus) menemukan sebuah angka proyeksi dimana daerah cembung pada permukaan bumi dapat dimisalkan dengan sebuah permukaan yang rata. Penemuannya diperkenalkan di Eropa di tahun 1406 dan dengan penemuan mesin cetak di tahun 1450 penemuannya dipublikasikan secara luas dan diterima oleh umum.
Perusahaan pelayaran Cunard Laconia memperkenalkan pelayaran pertama mengelilingi bumi di Laconia pada tahun 1922.
Peta perjalanan Magellan
Perjalanan Francis Drake

Abad Penemuan
Abad penemuan ditandai oleh para petulang samudera dengan tujuan untuk menemukan jalur baru menuju pasar rempah-rempah di Timur Jauh saat daerah bagian timur Mediterania dikuasai oleh musuh. Saat Vasco da Gama berlayar melalui Tanjung Harapan untuk mencapai India di tahun 1488, Portugis mengarahkan usaha mereka ke selatan dan timur. Spanyol, yang sepakat membagi dua dunia ini dengan Portugis dalam Perjanjian Tordesillas pada tanggal 7 Juni 1494, berlayar ke arah barat. Saat itu mereka tidak menyadari akan adanya Benua Amerika dan tidak seorang pun tahu tentang Samudera Pasifik.
Christhopher Columbus (1451-1506), seorang Italia yang hijrah ke Spanyol, berteori bahwa karena bumi bulat, sebuah kapal laut dapat mencapai Timur Jauh dari arah yang berbeda. Dia meyakinkan kerajaan untuk membiayai pencariannya lalu berangkat berlayar pada Agustus 1492. Setelah sepuluh minggu, dia melihat sebuah pulau di Bahamas, yang dinamainya San Salvador. Karena berpikir telah menemukan pulau dekat Jepang, dia berlayar terus sampai mencapai Kuba (yang disangka Cina) dan Haiti. Dia bertemu dengan penduduk berkulit gelap yang dia sebut "Indian" karena dia berpikir dia sedang berlayar di Lautan Hindia.
Columbus melakukan tiga perjalanan lagi ke Dunia Baru yang dia pikir adalah Timur, di tahun 1493, 1497 dan 1502, melalui Puerto Roko, Kepulauan Virgin, Jamaika dan Trinidad. Dia tidak pernah mencapai Amerika Utara, dan sampai saat wafatnya, tetap berpikir bahwa dia telah mencapai Asia.
Amerika Utara telah ditemukan
Kapal-kapal Bangsa Viking telah mencapai Amerika Utara hampir 500 tahun sebelum Columbus berlayar. Berlayar dari Pulau Es pada pertengahan tahun 990, Biarni Heriolfsson merubah haluan arah semula dan terdampar di daerah tak bertuan. Dia tidak menjelajahi ataupun menamai daerah daratan tersebut. Pada tahun 1002, Leifr Eiriksson menelusuri jalur yang sama tapi dengan arah berlawanan dan mencapai pantai yang sekarang kita sebut Canada. Kemudian dia berlayar lagi ke arah selatan dan menemukan sebuah pulau yang dinamai Vinland (Newfoundland-sekarang) di mana dia membangun pemukiman dan berdagang selama 3 tahun dengan penduduk asli yang dikenal sebagai Bangsa Skraeling. Pada akhirnya Bangsa Skraeling memaksa mereka untuk pergi, tetapi Bangsa Viking tetap berlayar menuju Kanada untuk mencari hasil hutan.
"New Found Land" Di tahun 1497, Raja Henry ke VII menyetujui penjelajahan John Cabot (1450-1498). Pada tanggal 2 Mei, Cabot dengan 18 awaknya meninggalkan Bristol, Inggris dengan menggunakan sebuah kapal kecil dengan nama Matthew. Dia berlayar lebih jauh ke Utara dari pada yang dilakukan oleh Columbus, jauh diluar wilayah kekuasaan Spanyol. Pada tanggal 24 Juni, para awak melihat daratan. Cabot diyakinkan telah menemukan sebuah pulau di lepas pantai Asia and menamakannya "new found land". Itu adalah pendaratan pertama di Newfoundland yang didokumentasikan sejak penjelajahan Bangsa Viking. Cabot kembali ke Inggris pada tanggal 6 Agustus 1497, dan meskipun dia tidak membawa rempah-rempah maupun harta karun, dia adalah orang pertama yang memetakan Pantai Amerika Utara.
Penamaan "Amerika" Garis pembagi dunia milik Portugis dan Spanyol membelah Samudera Atlantik dengan Spanyol menguasai daerah sebelah barat, termasuk Amerika. Brasil diberikan kepada Portugal, yang menguasai Afrika dan India. Tetapi karena tanpa penghitungan yang teliti, timbul pertanyaan tentang kejelasan garis pembagi tersebut. Di tahun 1501, Raja Manuel ke 1 dari Portugal mengirim satu armada ke Brasil, salah satu awak kapal tersebut adalah Amerigo Vespucci. Dia termasuk dalam kelompok penjelajah pertama yang melaporkan bahwa Amerika Selatan adalah sebuah benua, bukan sebuah pulau, dam menyebutnya "Dunia Baru". Sebagai seorang ahli pembuat peta, Vespucci menjual duplikat peta yang dibuatnya kepada seorang German pelukis peta, Martin Waldseemuller, yang saat membuatnya di tahun 1507, memberikan penghargaan kepada Vespucci dengan menulis nama depan Vespucci pada gambar Benua Amerika Selatan. Sejak saat itu benua bagian selatan dinamai "Amerika".
Pelayaran pertama mengelilingi bumi
Pelayaran pertama mengelilingi bumi dipimpin oleh Ferdinand Magellan, lahir di Oporto, Portugal tahun 1480. di tahun 1505, dia terdaftar di angkatan laut di mana dia belajar tentang keahlian kelautan dan peralatan perang di bawah bimbingan seorang purnawirawan Portugis di India. Di tahun 1509, dia ambil bagian dalam Perang Kematian, yang memberikan kekuasaan penuh bagi Portugal di Laut India. Selama 7 tahun, dia berdagang di Kocin, Cina dan Malaka.
Seperti Columbus, Magellan yakin dapat mencapai Timur Jauh dengan berlayar ke barat. Karena dihina oleh penguasa Portugis, Magellan meyakinkan penguasa Spanyol, Charles ke 1 bahwa sebagian pulau rempah-rempah berada di wilayah kekuasaan Spanyol yang belum pernah di jelajahi. Pada September 1519, Magellan mulai berlayar bersama 280 awak dengan menggunakan 5 kapal (San Antonio, Santiago, Trinidad, Victoria, dan Concepcion) dalam sebuah perjalanan penuh dengan penderitaan dan pemberontakan. Seorang bangsawan Italia yang juga ikut, Antonio Pigaffeta, mencatat semua kejadian dalam perjalanan tersebut.
Mereka melintasi ekuator pada tanggal 20 Nopember 1519, dan melihat Brasil pada 6 Desember. Magellan berpendapat bahwa tidak bijaksana untuk mendekati daerah kekuasaan Portugis sedangkan dia berlayar menggunakan bendera Spanyol, lalu membuang sauh di dekat yang sekarang disebut Rio de Janiero pada hari ke 13 bulan Desember. Mereka disambut oleh Suku Indian Guarani yang percaya bahwa orang kulti putih adalah dewa dan akan mendatangkan kebaikan bagi mereka. Setelah mengumpulkan perbekalan, mereka berlayar ke selatan, mencapai Patagonia (Argentina) pada Maret 1520. Santiago dikirim untuk menjelajahi lebih jauh ke selatan tapi kemudian hilang ditelan badai.
Pada bulan Agustus, Magellan memutuskan untuk bergerak lebih jauh ke selatan untuk mencari jalan menuju ke timur. Di bulan Oktober mereka menemukan sebuah selat. Dalam perjalanan melewati selat tersebut, kapten kapal San Antonio berputar arah kembali ke Spanyol, membawa sebagian besar perbekalan.
Memasuki Pasifik yang luas
Ketiga kapal yang tersisa muncul di Pasifik dari selat tersebut pada akhir November. Magellan berpikir bahwa pulau rempah-rempah tidak lama lagi akan ditemukan, tapi ternyata mereka berlayar selama 96 hari tanpa melihat daratan. Keadaan di atas kapal buruk sekali. Para awak bertahan hidup dengan memakan serbuk kayu, potongan kulit dan tikus. Akhirnya pada Januari 1521, mereka berlabuh di sebuah pulau untuk merayakannya. Di bulan Maret, mereka mencapai Guam. Mereka terus berlayar menuju Pilipina, dan tiba di sana pada tanggal 28 Maret.
Replica of Magellan's ship
Replica of the ship in which Ferdinand Magellan led the first circumnavigation of the world.
Setelah berteman dengan seorang raja pulau, Magellan dengan tololnya terlibat dalam sebuah perang suku dan terbunuh dalam pertempuran pada tanggal 27 April 1521. Sebastian del Cano mengambil alih kepemimpinan kapal dan 115 orang yang selamat. Karena tidak cukup awak untuk tiga kapal, dia membakar Concepcion.
Mereka berlayar menuju Maluku (Kepulauan Rempah-rempah) pada November, mengangkut rempah-rempah yang berharga tinggi. Untuk memastikan bahwa paling tidak ada satu kapal dapat kembali ke Spanyol, Trinidad berlayar ke timur melalui Pasifik, sedangkan Victoria terus ke arah barat. Trinidad tertangkap oleh armada Portugis dan sebagian besar awaknya dibunuh. Victoria berusaha untuk menghindari Portugis di Laut Hindia dan mengambil jalur melalui Tanjung Harapan. Pada tanggal 6 September 1522, hampir tiga tahun setelah mereka memulai perjalan bersejarah mereka, Victoria beserta ke 18 awaknya (Pigaffeta terdapat diantara mereka) tiba di Spanyol. Mereka adalah yang pertama mengelilingi dunia.
Pelayaran berkeliling yang ke dua
Perjalanan ke dua mengelilingi bumi dilakukan oleh seorang Inggris mantan bajak laut yang menjadi penjelajah Francis Drake (1540-1596). Saat melihat Kerajaan Spanyol menjadi lebih luas, Ratu Elisabeth ke 1 secara diam-diam mengutus Drake ke barat, dengan maksud terselubung untuk mengusik orang Spanyol. Pada tanggal 13 Desember 1577, Drake berlayar dari Plymouth, Inggris dengan dengan membawa 6 buah kapal.
Pada bulan September 1578, lima buah kapal pulang kembali saat mencapai Selat Magellan, sedangkan Drake terus berlayar menggunakan Kapal Golden Hind. Di bulan Juni 1579, dia mencapai yang sekarang disebut California dan berlayar terus ke arah utara ke perbatasan yang sekarang dikenal sebagai perbatasan Amerika Serikat-Kanada. Kemudian dia berbelok ke arah barat daya dan melintasi Samudera Pasifik dalam 2 bulan. Dia melintasi India, Laut India, dan Tanjung Harapan. Bersama dengan Golden Hind yang dimuati dengan emas dan rempah-rempah, dia berlayar kembali dan mencapai Plymouth pada 26 September 1580, kapten pertama yang berlayar mengelilingi bumi.
Kapten Cook
Pengeliling dunia lainnya yang terkenal adalah James Cook. Dia berlayar dari Inggris pada tanggal 25 Agustus 1768 dengan menggunakan Kapal Endeavor bersama dengan 94 awak dan peneliti. Pada tanggal 11 April 1769, mereka mencapai Tahiti. Atas perintah dari pemerintah Inggris, mereka berlayar ke selatan, mencapai Selandia Baru pada tanggal 6 Oktober. Pada bulan April 1770, Cook menjelajahi dan mendokumentasikan Australia. Kemudian endeavor meneruskan perjalanannya melalui ke Jawa, lalu melintasi Tanjung harpan. Pada tanggal 30 Juli 1771, Cook berlayar memasuki dover. Karena perjalanan selama 3 tahun yang bersejarah itu, dia diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut oleh Raja George ke III.


Joshua Slocum's Spray - first around the world alone
Joshua Slocum menjadi orang pertama yang berlayar sendiri mengelilingi dunia menggunakan 37-sekoci Spray.
Pelayaran berkeliling yang pertama tunggal
Joshua Slocum,lahir di Nova Scotia pada tahun 1844, menjadi warga negara Amerika dan seorang Kapten pada usai 25 tahun. Pada tanggal 24 April 1895, saat berusia 51 tahun, Slocum berlayar meninggalkan Boston dengan menggunakan sekoci miliknya, Spray dengan panjang 11 m (37 kaki), sebuah kapal tua untuk mencari kerang yang dia buat sendiri.

Slocum melintasi Atlantik menuju Terusan Suez. Di Gibraltar, dia diberitahu mengenai bajak laut di Mediterania. Jadi dia berlayar kembali melintasi Atlantik dan menuju ke pantai Brasil, melalui selat neraka Selat Magellan. Dia menghadapi arus yang mematikan, pantai berkarang dan laut yang ganas saat dia berlayar mengitari Australi, Tanjung Harapan dan saat melintasi Atlantik.

Pada tanggal 27 Juni 1898, lebih dari 3 tahun dan 74.000km (46,000 mil) kemudian, Joshua Slocum memasuki Newport, Rhode Island, sebagai orang pertama tunggal yang mengelilingi bumi. Dia menceritakan perjalanannya yang luar biasa dalam bukunya "Sailing Around the World".

Chichester's Gypsy Moth IV
Francis Chichester dengan Gypsy Moth IV, yang pertama berlayar mengelilingi dunia dengan hanya sekali berhenti.
Pengelilingan pertama dengan satu kali berhenti
Kehormatan sebagai pengeliling dunia pertama tunggal diberikan kepada Francis Chichester (1902-1972). Di tahun 1966, Chicester yang berusia 64 tahun berlayar menggunakan Gipsy Moth IV dengan panjang 16 m (53 kaki) dari Inggris. Sistem kemudinya rusak saat berada 3700 km (2,300 mil) dari Australia. Segera setelah meninggalkan Sydney, Gipsy terbalik tapi berhasil memperbaiki keadaannya. Di sekitar Tanjung Tanduk, Chichester menghadapi gelombang setinggi 15 m (50 kaki). Tetapi dia bukan tipe orang yang cepat menyerah. Di tahun 1960 dia adalah pemenang perlombaan melintasi atlantik dengan hanya menggunakan satu tangan. Dia juga adalah orang pertama yang melakukan penerbangan tunggal jarak jauh dengan menggunakan pesawat terbang air (dari Inggris ke Australia). Pada tanggal 28 Mei 1967, setelah 226 hari di laut, dia disambut oleh setengah juta orang di Plymouth , Inggris.
Pengelilingan Tunggal
Saat ini, pelayaran berkeliling dunia dengan satu tangan tanpa berhenti masih merupakan khayalan semata. Chay Blyth, dengan julukan "manusia besi" menjadi salah satu diantaranya saat dia berlayar melawan angin dari arah timur ke barat dengan menggunakan British Steel di tahun 1971, dan menyelesaikan perjalanannya dalam 302 hari. Dua tahun kemudian seorang Perancis Alain Colas dengan menggunakan berlambung tiga Manureva berlayar mengelilingi 3 tanjung utama, dan hanya menghabiskan 129 hari untuk menyelesaikan perjalanannya.
Wanita pertama yang berlayar mengelilingi bumi adalah orang Inggris Lisa Clatyon. Dia menggunakan sebuah kapal yang panjangnya 11 m (38 kaki) dengan lambung terbuat dari besi, Spirit of Birmingham, dari Dartmouth, Inggris pada tanggal 17 September 1994, dan menyelesaikan perjalanan yang sangat meletihkan dalam 285 hari kemudian.
Jonathan Sanders mengelilingi dunia dengan satu tangan sebanyak lima kali sejak bulan Mei 1986 sampai Maret 1988, menempuh 128.000 km (80.000 mil). Pelayaran berkeliling telah menjadi kegemaran, as with the Whitbread race??. Kemudian seorang Perancis Philippe Jeantot mengemukakan gagasannya tentang suatu perlombaan pelayaran mengelilingi bumi dengan satu tangan tanpa berhenti.
Pertandingan-pertandingan
Pada tahun 1982, sebuah perusahaan Inggris meluncurkan balapan satu tangan BOC Challenge mengelilingi dunia. Sekarang pertandingan itu dinamakan AroundAlone, yang artinya : "Satu orang, Satu Kapal, Mengelilingi Dunia". Merupakan pertandingan yang terpanjang yang pernah ada di bumi untuk perseorangan dalam kategori olahraga apapun, menempuh jarak 43.000 km (27.000 mil) melalui samudra yang ganas dan tak bertepi. Garis akhirnya sama dengan sepanjang bumi itu sendiri. (Perlombaan berikutnya akan dimulai 26 Sept 2000.)
Tantangan untuk menjadi penjelajah pertama yang mengelilingi bumi menggunakan sebuah balon udara
Memerlukan waktu 175 hari untuk menyelesaikan perjalanan pertama mengelilingi dunia melalui udara
Benarkah Wright Bersaudara adalah orang yang pertama terbang?

Tahukah anda bahwa semua jenis kucing yang ada berasal dari satu nenek moyang?

Apakah kucing itu mengeong atau mengaum, dia tetap saja turunan dari spesies Felis silvestris , yang dapat dikategorikan sebagai kucing liar Afrika, kucing liar Eropa dan kucing liar Steppe.
Jenis yang paling kecil adalah kucing berbulu bintik-bintik yang ditemukan di Sri Lanka. Ukurannya setengah ukuran kucing kampung. Sedangkan kucing yang terbesar adalah seekor harimau. Harimau jantan Siberia atau harimau Amur mempunyai panjang badan keseluruhan lebih dari 3m (10 ft) dan berat badan hingga 300kg (660 lb).
Singa adalah rajanya para kucing. Berbeda dari jenis kucing lainnya, tidak hanya dalam penampilannya saja, tetapi juga dari sifat hidupnya yang berkelompok. Seekor singa jantan berat badannya mencapai 225kg (500 lb) dan panjang badannya dapat mencapai hingga 3m (10 ft).
Kucing yang tercepat, cheetah, juga merupakan binatang daratan yang paling cepat larinya. Dapat mencapai kecepatan 95 km/jam (60 mph) dalam waktu singkat. Tidak seperti kucing lainnya, dia tidak mengaum melainkan bersuara melengking. Dan seperti kucing rumahan, dia juga mendengkur.
Meong!
Kucing kampung mendengkur setiap 26 kali per detik, sama dengan frekwensi mesin disel dalam keadaan idle. Kucing kampung dapat mendengar frekswensi suara hingga 65 kHz, sedangkan manusia hingga 20 kHz. Kemampuan indera penciumannya 14 kali lebih kuat daripada penciuman manusia.
Pada mata kucing ada lapisan pemantul cahaya yang dinamakan tapetum lucidum, yang menyebabkan mata kucing berpendar di malam hari. Lapisan pemantul ini dapat menyerap cahaya 6 kali lebih kuat daripada mata manusia, yang memungkinkan kucing untuk dapat melihat di kegelapan.
Ada lebih dari 3.000 jenis kucing kampung, tetapi hanya 8% diantaranya yang mempunyai silsilah. Dan tidak seperti kucing biasanya, jenis ini ditemukan diseluruh dunia dengan jenis yang berlimpah. Di Amerika Serikat sendiri, jumlah kucing lebih banyak daripada jumlah anjing, dan masyarakat lebih banyak berbelanja makanan kucing daripada makanan bayi.
Kucing kampung - atau jenis kucing apapun juga - tidak mempunyai 9 nyawa cadangan. Mereka juga tidak selalu mendarat dengan ujung kakiknya. Dikatakan bahwa seekor kucing yang jatuh dari tingkat 20 mempunyai kemungkinan selamat lebih besar dibanding dengan yang jatuh dari tingkat 7, karena seekor kucing membutuhkan ketinggian sekurangnya 7 lantai untuk dapat mengatur tubuhnya agar dapat mendarat dengan kakinya.
Kucing melangkah dengan kedua kaki kirinya, sedangkan pada saat berlari menggunakan kedua kaki kanannya. Satu-satunya binatang yang melakukan hal ini adalah jerapah dan onta.
Kucing langka
Memang jenis kucing kampung adalah yang paling banyak, tetapi ada juga jenis kucing yang sangat langka bahkan terancam kepunahan di muka bumi. Hanya terdapat sekitar 250 ekor kucing mirip musang di Malabar, Asia yang berjuang dari kepunahan. Kucing Iriomote, ditemukan di kepulauan Jepang Iriomotejima, dengan jumlah kurang dari 100 ekor.

Benarkah Taman Gantung Babylonia Pernah Ada?

http://www.mimifroufrou.com/scentedsalamander/images/Hanging_Gardens_of_Babylon-thumb.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiubOd1siWvRWVz2gcDIqjBlOMLqPMGPJ4KYFcq-2r2_ToAQgYWWh1xHaY9U5NwNHOs_ysqPo1t2KL1f2kLWF94KEXATKvft48gvps8-2rw7PeOIPB0NO3frPfBprmpUvZo8ewmqODuOfg/s400/Hanging-Gardens-of-Babylon.jpg


Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika

Hammurabi (1792-1750 BC) menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.
Literature bangsa babylonia dibangun dengan sangat bagus dan rekaman cuneiform yang berhasil ditemukan menunjukkan agama, sejarah dan ilmu pengetahuan sangat berkembang.
Obat-obatan, kimia, alchemy, botany, matematika dan astronomi juga dipraktekkan. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang lebih tua. Mereka juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (berbentuk baji). Tulisan ini ditulis di tanah lempung yang basah dan dibakar dibawah terik matahari.
“Dongeng tentang penciptaan” bangsa babylonia ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Babylon. Lembaran-lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Tuhan Kota Babylon, Marduk dan bagaimana Marduk bisa menjadi tuhan tertinggi, raja semua tuhan yang ada di surga dan bumi.
Bangsa Babylonia mempunyai system angka yang lebih maju dari yang kita miliki sekarang, dengan system posisi dengan dasarnya 60. Mereka juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Mereka membagi hari sama seperti yang sekarang kita lakukan, 24 jam dengan 60 menit untuk setiap jam dan setiap menit 60 detik.
Adat kebiasaan bangsa Babylonia ini ikut mempengaruhi bangsa Assyria dan turut memberikan kontribusi terhadap sejarah Timur Tengah dan Eropa Barat dikemudian hari.
Babylonia mengalami kemerosotan dan jatuh kedalam anarki sekitar 1180 BC, tetapi kemudian tumbuh berkembang kembali sebagai Negara bagian dari imperium Assyria setelah abad ke 9 BC.
Babylon akhirnya dihancurkan pada 689 BC oleh bangsa Assyria dibawah kepemimpinan SennaCherib, tetapi kembali dibangun lagi. Nabopolassar mendirikan apa yang sekarang dikenal sebagai Chaldean atau Imperium baru Babylonia pada 625 BC, dan akhirnya mencapai masa keemasannya dibawah pemerintahan anaknya Nebuchadnezzar (604-562 BC).
Kejayaan serta kemegahan Babylon menjadi terkenal dan melegenda sejak naik tahtanya Nebuchadnezzar, yang dipercayai sebagai pendiri Taman Bergantung Babylonia.
Disebutkan bahwa taman itu dibangun oleh Nebuchadnezzar untuk menghibur istrinya atau selirnya yang sangat gemar berada didaerah yang dikelilingi oleh pegunungan. Semenjak itulah taman bergantung, satu dari tujuh keajaiban dunia diperkirakan ada.
Dalam literature Babylonia, tidak ditemukan adanya rekaman sejarah tentang taman bergantung, dan laporan yang sangat deskriptif berasal dari ahli sejarah bangsa Yunani. Dalam lembaran tanah liat yang berasal dari periode Nebuchadnezzar, deskripsi tentang istananya, kota Babylon dan dindingnya ditemukan, tetapi tidak ada satupun referensi yang ditemukan tentang taman bergantung.
Sebagian ahli sejarah percaya bahwa legenda taman bergantung hanyalah cerita campuran tentang taman dan pohon palm di Mesopotamia, istana Nebuchadnezzar, the tower of Babel, dan ziggurats yang diceritakan oleh tentara Alexander ketika mereka kembali ke kampung halamannya.
http://trendliest.files.wordpress.com/2009/05/tower_of_babel-erich_lessing.jpg
Tower of Babel

http://joseph_berrigan.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/zig2.jpg
Ziggurats
http://www.bible-archaeology.info/images/Archae14.jpg
Pada abad ini, beberapa struktur yang diperkirakan adalah bagian dari taman bergantung ditemukan. Archeologists sedang mengumpulkan bukti untuk mencapai kesimpulan tentang lokasi taman, system irrigasinya, dan wujud aslinya.
Sumber dari bangsa Yunani menyebutkan bahwa taman bergantung berbentuk quadrangular, setiap sisi panjangnya 4 plethora, terdiri dari arched vaults di pondasinya. Taman ini mempunyai tumbuhan yang ditanam diatas permukaan tanah, dan akar dari tanaman ini melekat di teras bagian atas, bukan didalam bumi. Seluruh massanya didukung oleh colom batuan. Air dipompa ke atas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng, mengairi tumbuh-tumbuhan.
Penggalian archeology terbaru berhasil menemukan pondasi dari istana Nebuchadnezzar. Penemuan lainnya yang mendukung adanya taman bergantung termasuk kolong bangunan dengan dinding yang tebal dan irrigasi yang dekat dengan istana selatan.
Sekelompok archeologist melakukan survey di istana selatan dan merekonstruksi kolong bangunan sebagai taman bergantung. Ahli sejarah Yunani, Strabo, mengatakan bahwa taman bergantung terletak di sungai Euphrates.
Yang lainnya berpendapat bahwa lokasinya sangat jauh dari sungai Euphrates berdasarkan penemuan dari kolong bangunan yang terletak beberapa ratus yard dari sungai.
Tempat beradanya istana telah direkonstruksi dan diperkirakan taman bergantung terletak didaerah yang merentang dari sungai ke istana. Dinding yang massif, tebal 25 kaki baru-baru ini ditemukan di pinggir sungai, yang kemungkinan merupakan langkah untuk membentuk teras yang dideskripsikan dalam referensi yunani.
Sampai saat ini, legenda Taman Bergantung masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih belum bisa dikatakan juga itu hanya dongeng belaka. Archeologist masih sedang berusaha mencari bukti peninggalan zaman Nebuchadnezzar.
http://patentpending.blogs.com/patent_pending_blog/images/babylon_hanging_gardens_1.jpg
Pada tahun 538 BC, pemimpin terakhir Babylonia menyerah kepada Cyrus Agung dari Persia. Dan ini adalah pertanda berakhirnya dinasti Chaldean dan Babylonia.

Hammurabi

Hammurabbi adalah raja Babylonia yang memerintah sejak 1792-1750 BCE. Permulaan lahirnya Babylonia dianggap dimulai sejak pemerintahan Hammurabi, walaupun sebenarnya dia adalah raja ke 6 dari dinastinya.
Hammurabi dikenal dengan kitab undang-undangnya yang kemungkinan bukan hasil ciptaan dia, tetapi kelanjutan dari system resmi yang telah ada sebelumnya.
http://totalqualitymanagement.files.wordpress.com/2009/08/gamespot_bts525_09.jpg
Walaupun Hammurabi berhasil memenangkan banyak peperangan semasa periode akhir pemerintahannya, dia tetap bukan seorang state builder yang hebat. Dia tidak mendirikan fungsional birokrasi dan memilih untuk mengikuti pendekatan total dalam pemerintahannya.
Hammurabi sangat aktif dalam membangun dan memperbaiki tempat ibadah, dinding kota dan gedung publik, membangun kanal untuk irigasi dan juga berperang. Hal utama yang menjadi perhatian Hammurabi semasa pemerintahannya adalah untuk menjamin penguasaan penuh bangsa Babylonia atas sungai Euphrates, sumber kehidupan negaranya.
Selama 25 tahun pemerintahannya, bangsa Babylonia merupakan korban dari desakan dan gangguan dari kota dan Negara tetangganya. Saingan utamanya adalah Larsa, Mari, Ashur dan Eshnunna, Negara yang pada saat suatu saat nanti akan menjadi temannya.
Mungkin Hammurrabi adalah penguasa yang paling terkenal di masa awal munculnya peradaban Mesopotamia, tetapi salah jika menganggap dia adalah yang paling berperan dan yang paling penting.

Nebuchadnezzar

Merupakan raja Babylonia yang memerintah sejak 605 BC – 561 BCE dan merupakan raja kedua dari Dynasti Chaldean. Nebuchadnezzar adalah salah satu dari raja terhebat yang pernah memerintah di Timur Tengah, tetapi di dunia barat hanya dikenal sebagai penakluk jerussalem dan memulangkan kembali raja Judah, Jehoiakim dan pengikutnya ke Babylonia.

Keberhasilan utamanya adalah berhasil membangun kembali Babylonia setelah kehancurannya, membangun taman Bergantung (yang kemungkinan tidak pernah ada dan merupakan dongeng belaka), membangun kembali temple Marduk dan Ziggurat .
Untuk mendukung pertahanan kota Babylon, Nebuchadnezzar juga berhasil membangun Dinding Median. Dinding ini dibuat untuk mencegah aksi penyerangan dari bangsa Medes di Utara, bangsa yang tumbuh menjadi sangat kuat semasa pemerintahannya.
Ayahnya adalah Nabopolassar, yang merupakan pendiri dari dinasti Chaldean. Nebuchadnezzar mengklain bahwa dirinya adalah keturunan dari raja Akkadian, Naram-sin. Dia juga memploklamirkan bahwa ia telah dijamin kekuasaannya oleh Dewa Marduk,
Sumber : fatarana.wordpress.com

8 Gunung Berapi Indonesia yang Terkenal Karena Letusannya


Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Beberapa diantaranya pernah mencatatkan rekor letusan fantastis yang membuat dunia ikut merasakan dampaknya. Besarnya letusan sebuah gunung berapi  dapat dihitung menggunakan pengukuran VEI.
 
http://img98.imageshack.us/img98/3936/krakataujh9.jpg

Volcanic Explosivity Index (VEI), dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi.
 

Berikut ini adalah beberapa gunung berapi di Indonesia yang pernah tercatat memiliki letusan yang dahsyat diukur menggunakan VEI.
 

8. Gunung Kelud (VEI=4)

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
 

Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.

 

7. Gunung Merapi (VEI=4)

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
 

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.

Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

 

6. Gunung Galunggung (VEI=5)

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.


Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.
 
 
 

5. Gunung Agung (VEI=5)

Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.

Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan.
 

Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung.

Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.

 

4. Krakatau (VEI=6)

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia.

Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
 
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
 

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska.

Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

 

3. Maninjau (VEI=7)


 
Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Memiliki volume 220-250 km ³ dan panjang 20 km dan lebar 8 km.
 


2. Gunung Tambora (VEI=7)

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.

Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000 - 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.

Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.

Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.
 

Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

 

1. Toba Supervolcano (VEI=8)

Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.
73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.
 
File:Tobaeruption.png

Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.

Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.

Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia.

Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu. Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia.

Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera, meletus dengan sangat dahsyat. Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10.000 manusia saja.

Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia.
 
http://almuchibbin.files.wordpress.com/2008/06/toba.jpg

Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut (Indonesia) sekarang, beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasar laut pada bulan Desember 2004.

Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara, banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.

Vulkanologis Prof. Ray Cas mengatakan 'Hal itu mungkin saja terjadi, tapi bila Toba siap untuk meletus dan kejadian diatas bukanlah satu-satunya indikasi akan kejadian tersebut."

Sang ahli tersebut berpikir bahwa mungkin saja suatu hari nanti letusan besar lain akan terjadi tapi hal itu baru akan mungkin terjadi sekitar 10.000 atau bahkan 100.000 tahun lagi. Tetapi biar bagaimana pun tidak semua hal dapat diprediksi.
Sumber : opinibureto.blogspot.com

Ditemukan Sungai Besar di Bawah Laut Hitam


Para ilmuwan menemukan sungai besar yang mengalir di bawah Laut Hitam. Sungai yang ukurannya 350 kali lebih besar dibanding sungai Thames di Inggris ini mengalir deras layaknya sungai di daratan.
http://static.liputan6.com/201008/100802bsungai.jpg
Sungai yang lebarnya sekitar setengah mil ini letaknya ada pada kedalaman 115 kaki di bawah laut. Memiliki arus yang cukup deras dan bahkan juga air terjun. Jika dibanding-bandingkan, sungai yang belum ada namanya ini merupakan sungai terbesar ke enam di dunia.   

Para ilmuwan dari Universitas Leeds menggunakan kapal selam robot untuk meneliti sungai yang letaknya di bawah laut dekat Turki ini.

Sungai bawah laut ini membawa sedimen dan air yang sangat asin, mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam melalui Selat Bosphorus. Jumlah air asin yang mengalir pada sungai bawah laut itu sekitar 22 ribu meter kubik atau 10 kali lebih besar dari sungai terbesar di Eropa, Rhine.

Ketua tim peneliti dr Dan Parson mengatakan, air yang mengalir pada sungai bawah laut memiliki "kepadatan" yang lebih tinggi dibanding air laut di sekitarnya, karena membawa begitu banyak sedimen.

Penemuan sungai besar ini membantu penjelasan tentang bagaimana makhluk di dasar laut bisa bertahan hidup, karena mereka ternyata memanfaatkan sedimen dan nutrisi yang dibawa oleh sungai tadi.
Sumber :
telegraph/mla - tekno.liputan6.com

Gunung Berapi Raksasa Akan Muncul di Bawah Arab Saudi

Gempa ribuan kali itu terjadi tahun 2009. Melanda Harrat Lunayyir, daerah barat laut Arab Saudi, gempa itu mencenggangkan para ahli. Sebab di wilayah terpencil itu tak ada gunung berapi. Jadi sulit menemukan alasan mengapa gempa terjadi sesering itu.


http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/09-26-volcano/8704479-1-eng-US/09-26-volcano_full_380.jpg
Setahun lebih melakukan penelitian, para ahli itu menemukan alasan mengapa bumi sering bergoyang. Di  bawah tanah di lokasi  gempa itu, terdapat lava (cairan magma pijar) dengan jumlah yang luar biasa besar. Lava raksasa itulah yang diduga memantik rangkaian gempa.

Sebagaimana dilansir msnbc edisi 27 September 2010, para ilmuwan menyebutkan hamparan lava di daerah itu sangat luas. Saking luasnya hamparan lava itu menyebabkan daerah itu disebut sebagai “Provinsi Lava”. Dalam bahasa Arab, Harrat memang berarti hamparan lava.
Hamparan lapangan lava  di dalam tanah itu mencapai sekitar 180.000 kilometer persegi. Lapangan lava itu terbentuk sejak 30 juta tahun lalu, atau sejak Saudi memisahkan diri dari Afrika, yang diduga menjadi salah satu pemicu terbentuknya Laut Merah.
Semula hampir semua ahli geologi  menduga bahwa bagian barat laut Arab Saudi itu termasuk wilayah yang tenang. Tetapi, beberapa gempa bumi dan letusan gunung berapi yang terjadi belakangan ini mengubah segalanya. Daerah itu kini diduga sebagai lokasi vulkanik aktif.
Pada bulan April dan Juni 2009 lebih dari 30.000 gempa bumi melanda lapangan lava kuno itu. Sebanyak 19 gempa bumi tercatat sebesar 4 pada skala richter.
Puncaknya pada 19 Mei 2009, terjadi gempa berskala 5,4 skala richter yang menyebabkan dinding rumah warga kota Al Mandy mengalami kerusakan. Sensor gempa bahkan menyebutkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi letusan gunung berapi. Saat itu, pemerintah Arab Saudi mengevakuasi sekitar 40.000 penduduk dari lokasi.
John Pallister, vulkanologis dan Kepala US Geological Survey (USGS) untuk program bantuan bencana gunung api,  mengatakan bahwa  proses pembentukan Laut Merah masih berhubungan dengan rantai gunung berapi dan hamparan lava di bawah tanah itu.

Sumber :
Ismoko Widjaya  - teknologi.vivanews.com

10 TANAMAN UNIK DI DUNIA


Tumbuhan memang makhluk yang beragam dan unik. Ada yang sereem, unik, ganas lagi! Berikut tanaman yang mungkin aneh dan unik di dunia :


1. Welwitschia Mirabilis (Tumbuhan Paling Tangguh di Dunia)



 
Memang tumbuhan yang satu ini nggak keliatan bagus, tapi tumbuhan asli Namibia ini memang luar biasa, hanya satu-satunya. Tumbuhan ini hanya punya dua daun, dan satu batang dan sistem akar, hanya itu aja.

Tapi dua daun ini terus tumbuh sampai akhirnya mirip tumbuhan di dunia Alien. Batang tanaman ini makin lama akan makin tebal, tapi tidak meninggi, tinggi maksimum tanaman ini hanya 2 meter saja tapi lebarnya dapat mencapai 8 meter.

Umur tanaman ini bisa mencapai 400 sampai 15 abad. Bisa hidup terus tanpa hujan selama 5 tahun lamanya. Selain itu, tanaman yang dalam bahasa Namibia disebut Onyanga ini ternyata enak untuk dimakan baik dimakan mentah maupun dimasak dalam bara. Arti nama Onyanga adalah Bawang Padang Pasir!


2. Dionaea Muscipula (Tanaman Karnivora)


Tanaman satu ini adalah tanaman karnivora paling terkenal, karena aktivitas dan efisiensinya dalam memerangkap mangsa. Pasangan "Daun" yang menjadi ciri khas tanaman ini adalah perangkap yang memiliki rambut yang ultra sensitif, yang dapat merasakan adanya hewan atau serangga kecil yang datang.

Begitu rambut di daun ini tersentuh, maka daun akan menutup dan memerangkap hewan apapun yang mendekatinya.


3. Rafflesia Arnoldii (Bunga Terbesar di Dunia)


Bunga besar yang langka ini mendapat perhatian luar biasa di dunia. Bayangkan ukuran bunganya yang dapat mencapai 1 meter dan beratnya sendiri bisa mencapai 8 kg sampai 12 kg.

Tapi masalahnya baunya tidak wangi, malah lebih mendekati daging busuk. Makanya bunga ini disebut bunga bangkai di negara kita, yang adalah habitat asli bunga ini. Bunga ini akan mekar seminggu atau tiga hari, dan menarik serangga untuk membuahi dengan bau busuk yang dipancarkan oleh bunga ini. Sayangnya, dari hasil pembuahan, hanya 10-20 persen saja yang berhasil tumbuh.


4. Desmodium Gyrans (Tanaman Menari)


Darwin menamai tumbuhan ini sebagai Hedysarum, atau para ahli botani menyebutnya Desmodium Gyrans, atau lebih modern lagi Codariocalyx Motorius.

Nama yang biasa dikenal adalah Rumput Menari (Dancing Grass) atau Tanaman Semaphore (Semaphore Plant), karena gerakan daunnya, yang mirip dengan gerakan tangan pengirim sinyal semaphore. Tanaman ini gampang sekali tumbuh, hanya butuh matahari dan air saja tanpa perlu pupuk yang rumit.


5. Euphorbia Obesa (Tanaman Bola Baseball)


Tanaman ini adalah tanaman endemik di daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Karena bentuknya yang lucu, banyak penggemar tanaman akhirnya mengambil tanaman ini dan mengkoleksinya, sehingga populasinya rusak berat. Akhirnya tanaman ini dilindungi oleh pemerintah Afika Selatan.


6. Amorphophallus Titanum (Bunga Bangkai)


Bunga yang satu ini tinggi besar, bahkan lebih tinggi dari manusia. Nah.. bunga yang ini yang ternyata mendapat julukan bunga bangkai, karena selain baunya yang memang mirip bangkai, juga warnanya meniru daging yang membusuk. Bunga ini ternyata juga dikenal luas di masyarakat dunia sebagai salah satu tumbuhan asli Indonesia.


7. Baobab (Pohon Botol)


Pohon ini merupakan tumbuhan asli daerah Madagaskar, Afrika dan Australia. Pohon ini disebut pohon botol, karena selain bentuknya yang memang mirip botol, pohon ini ternyata memang dapat meyimpan sampai dengan 300 liter air! Makanya bisa tumbuh sampai 500 tahun!


8. Dracaena Cinnabari (Pohon Darah Naga)


Tanaman ini asli kepulauan Socotra. Pohon ini dikenal dengan nama Pohon Darah Naga atau Pohon Naga Socotra. Bentuknya yang unik, seperti payung, ternyata hanya salah satu dari uniknya pohon ini.

Nama darah naga dari pohon ini ternyata diambil dari getah pohon ini yang berwarna merah. Ternyata 'darah naga' dari pohon ini berguna untuk pengobatan. Selain itu, ternyata warna merah 'darah naga' pohon ini juga sering digunakan sebagai pewarna merah alami.


9. Selaginella Lepidophylla (Tanaman Kebangkitan)


Nama lain bunga ini adalah Bunga Jericho, tumbuhan gurun pasir ini dikenal atas kemampuannya bertahan bahkan di saat kekeringan. Pada saat musin kering, batangnya akan mengkerut dan menggulung menjadi bola. Dan begitu ada air, batang tadi akan melepaskan diri dari gulungannya. Tanaman ini banyak ditemui di gurun Chihuahua.


10. Hura Brasiliensis (Pohon Dinamit)


Tanaman ini ternyata merupakan salah satu tanaman yang berasal dari hutan tropis Amazon. Julukan lainnya, Pohon Neraka, atau ada juga yang menjuluki Pohon Kotak Pasir (sandbox tree).

Bayangkan saja, batangnya ditutupi duri tajam, dan sudah seperti itu, getah pohon ini ternyata beracun dan banyak digunakan oleh penduduk setempat untuk meracuni mata panah mereka.

Selain itu, mereka juga punya buah. Dan buah pohon ini nggak main-main, begitu matang, buah pohon ini akan meledak! Bahkan kekuatan ledakan pohon ini sanggup melukai manusia dan hewan yang tidak sengaja lewat di dekat pohon ini! makanya namanya seperti itu.