Jumat, 21 Januari 2011

Gunung Kelud





Gunung Kelud terletak di wilayah Kediri dengan ketinggian 1.731 mdpl.Untuk mencapai Kawah Gunung Kelud paling mudah, lewat Desa Margomulyo. Dari Malang, naik Bus menuju Kediri dan turun di terminal Pare sekitar 2,5 jam perjalanan. Dari kota Kediri menuju Wates dengan kendaraan minibus. Dari Wates dilanjutkan naik angkot menuju Desa Sugih Waras (30 menit) dan turun di Pos Penjagaan Perkebunan Margomulyo.

Sugihwaras adalah desa terakhir sebelum seseorang memasuki kawasan Gunung Kelud. Sekitar satu kilometer di atas Sugihwaras, terdapat areal perkebunan milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Margomulyo, Pemerintah Kabupaten Kediri. Disini kita harus melapor sebelum melakukan perjalanan ke Gunung Kelud hanya meninggalkan identitas. Satu kilometer dari Pos penjagaan terdapat Pos Vulkanologi.
Dari Sugihwaras, harus ditempuh sepuluh kilometer lagi sebelum sampai ke kawah Kelud.

Jika memang akan memasuki jalan menuju kawah, pengemudi juga harus tetap waspada, karena dari arah berlawanan sering muncul penduduk yang membawa tetumbuhan dan kayu, dan biasanya meluncur dengan kecepatan tinggi. Jangankan mobil. Pengendara sepeda motor pun harus merapat ke sisi kiri untuk menghindari tabrakan. Jika tidak, siapa pun harus siap 'tertampar' sebongkah tumbuhan atau setumpuk kayu.
Menjelang puncak kita bisa menyaksikan pemandangan yang sangat menarik, berupa hamparan lereng-lereng gunung yang tertimbun pasir vulkanis bekas letusan yang mulai di tumbuhi vegetasi baru. Diujungjalan aspal perjalanan diteruskan melewati jalan berbatu sepanjang 700 meter dan memasuki terowongan Ganesha sepanjang 200 meter, kita akan sampai di Danau Kawah Gunung Kelud.

Sekarang di Danau kawah terdapat anak gunung kelud yang merupakan hasil dari aktivitas gunung kelud , dulu kawah ini berisi air yang bewarna kebiru- biruan dan dapat digunakan untuk mandi dan berenang, disekitar danau kawah ini juga terdapat terowongan pembuangan air yang merupakan saluran pembuangan air kawah.
 
Air Terjun coban Rondo terletak di Desa Pondesari, Kec. Pujon, Kota Batu Malang berada di ketinggian 1200 meter dpl (diatas permukaan laut), dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajad Celcius. Aliran airnya berasal dari Sumber Cemoro Dudo, dengan debit 90 liter per detik pada musim kemarau dan menjadi 150 liter per detik pada musim hujan.


Coban Rondo ditetapkan sebagai agrowisata, mengingat kegiatan pertanian dikawasan ini memiliki banyak pesona, seperti pembudidayaan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Selanjutnya kawasan Air Terjun Coban Rondo dikembangkan menjadi agroekowisata sebagai upaya yang mengarah pada usaha produktif dan komersial, tanpa mengurangi pesona wisata dan mengesamping kan ekologi sumber daya alamnya. 

Potensi lainnya berupa Gua Saru dan Tapan, berada dikanan-kiri air terjun. Sebenarnya ada yang lebih menarik lagi, Diatas air terjun Coban Rondo ini terdapat Coban Manten (1.300 meter dpl) yang bisa ditempuh melalui bumi perkemahan, dengan jarak sekitar 4 km. Dinamakan Coban Manten karena ada dua air terjun yang berdiri sejajar layaknya pasangan pengantin di pelaminan. Tinggi airnya mencapai 85 meter, namun obyek ini biasanya hanya dikunjungi para pendaki gunung karena jalannya yang sulit, menanjak dan melewati semak belukar.

Sedikit naik diatas Coban Manten terdapat Hutan Cemara Kendang (1.400 meter dpl). Di kalangan warga masyarakat setempat, kawasan ini dikenal sebagai hutan Lali Jiwo. Seperti halnya Coban Manten, kawasan ini juga sering dikunjungi para pendaki gunung karena jalannya yang berkelok-kelok. Keunikan Coban Rondo dengan segala misterinya memang menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal bahkan para pejiarah untuk mengunjunginya.

Transportasi
1. Dari terminal Arjosari Malang naik bemo jurusan Landungsari.
2. Naik bus jurusan kediri turun di Patung Sapi Pujon.
3. Ojek ke air terjun atau jalan kaki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar