Sabtu, 24 April 2010

USAHA MENGURANGI EROSI TANAH

Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar 4 ini, Anda diharapkan dapat:
1. menyebutkan jenis-jenis erosi oleh air;
2. menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi erosi; dan
3. menjelaskan 3 metode pengawetan tanah.
Anda tentu sudah tahu pengertian erosi? Apa saja jenis-jenis erosi oleh
air, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi erosi, dan bagaimana agar
tanah menjadi awet? uraian berikut ini akan membahas pertanyaanpertanyaan
tersebut. Selamat belajar. Sukses untuk Anda!
Erosi adalah suatu proses penghancuran tanah (detached) dan kemudian tanah
tersebut dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angina, gletser atau gravitasi.
Di Indonesia erosi yang terpenting adalah disebabkan oleh air.
Jenis-jenis Erosi oleh Air
1 Pelarutan
Tanah kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering ditemukan
sungai-sungai di bawah tanah.
2. Erosi percikan (splash erosion)
Curah hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melemparkan butir-butir tanah
sampai setinggi 1 meter ke udara. Di daerah yang berlereng, tanah yang terlempar
tersebut umumnya jatuh ke lereng di bawahnya.
3. Erosi lembar (sheet erosion)
Pemindahan tanah terjadi lembar demi lembar (lapis demi lapis) mulai dari lapisan
yang paling atas. Erosi ini sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisanlapisan tanah seragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh
top soil akan habis.
4. Erosi alur (rill erosion)
Dimulai dengan genangan-genangan kecil setempat-setempat di suatu lereng,
maka bila air dalam genangan itu mengalir, terbentuklah alur-alur bekas aliran
air tersebut. Alur-alur itu mudah dihilangkan dengan pengolahan tanah biasa.
Kegiatan Belajar 4

5. Erosi gully (gully erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut di atas. Karena alur yang
terus menerus digerus oleh aliran air terutama di daerah-daerah yang banyak
hujan, maka alur-alur tersebut menjadi dalam dan lebar dengan aliran air yang
lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapat hilang dengan pengolahan tanah biasa.
6. Erosi parit (channel erosion)
Parit-parit yang besar sering masih terus mengalir lama setelah hujan berhenti.
Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau dinding-dinding tebing
parit di bawah permukaan air, sehingga tebing diatasnya dapat runtuh ke dasar
parit. Adanya gejala meander dari alirannya dapat meningkatkan pengikisan
tebing di tempat-tempat tertentu.

7. Longsor
Tanah longsor terjadi karena gaya gravitasi. Biasanya karena tanah di bagian
bawah tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukar ketembus air)
seperti batuan liat. Dalam musim hujan tanah diatasnya menjadi jenuh air
sehingga berat, dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licin tersebut sebagai
tanah longsor.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Erosi
Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya erosi air adalah :
1. Curah hujan
Sifat-sifat yang perlu diketahui adalah:
- Intensitas hujan: menunjukkan banyaknya curah hujan persatuan waktu.
Biasanya dinyatakan dalam mm/jam atau cm/jam.
- Jumlah hujan: menunjukkan banyaknya air hujan selama terjadi hujan, selama
satu bulan atau selama satu tahun dan sebagainya.
- Distribusi hujan: menunjukkan penyebaran waktu terjadinya hujan.
2. Sifat-sifat tanah
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah:
- Tekstur tanah: tanah dengan tekstur kasar seperti pasir adalah tahan terhadap
erosi, karena butir-butir yang besar (kasar) tersebut memerlukan lebih banyak
tenaga untuk mengangkut. Tekstur halus seperti liat, tahan terhadap erosi
karena daya rekat yang kuat sehingga gumpalannya sukar dihancurkan.
Tekstur tanah yang paling peka terhadap erosi adalah debu dan pasir sangat
halus. Oleh karena itu makin tinggi kandungan debu dalam tanah, maka tanah
menjadi makin peka terhadap erosi.
- Bentuk dan kemantapan stuktur tanah
Bentuk struktur tanah yang membulat (granuler, remah, gumpal membulat)
menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap
ke dalam tanah, dan aliran permukaan menjadi kecil, sehingga erosi juga
kecil. Struktur tanah yang mantap tidak akan mudah hancur oleh pukulan27
pukulan air hujan, akan tahan terhadap erosi. Sebaliknya struktur tanah yang
tidak mantap, sangat mudah oleh pukulan air hujan, menjadi butir-butir halus
sehingga menutup pori-pori tanah. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran
permukaan meningkat yang berarti erosi juga akan meningkat.
- Daya infiltrasi tanah
Apabila daya infiltrasi tanah besar, berarti air mudah meresap ke dalam tanah,
sehingga aliran permukaan kecil dan erosi juga kecil.
- Kandungan bahan organik
Kandungan bahan organik menentukan kepekaan tanah terhadap erosi
karena bahan organik mempengaruhi kemantapan struktur tanah. Tanah yang
mantap tahan terhadap erosi.

3. Lereng
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin panjang.
Apabila lereng makin curam maka kecepatan aliran permukaan meningkat
sehingga kekuatan mengangkut meningkat pula. Lereng yang semakin panjang
menyebabkan volume air yang mengalir menjadi semakin besar.

4. Vegetasi (tumbuhan)
Pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah:
- Menghalangi air hujan agar tidak jatuh langsung di permukaan tanah, sehingga
kekuatan untuk menghancurkan tanah dapat dikurangi.
- Menghambat aliran permukaan dan memperbanyak air infiltrasi.
- Penyerapan air kedalam tanah diperkuat oleh transpirasi (penguapan) melalui
vegetasi.
Hutan paling efektif dalam mencegah erosi karena daun-daunnya dan rumputnya
rapat. Untuk pencegahan erosi paling sedikit 70% tanah harus tertutup vegetasi.

5. Manusia
Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diubah oleh manusia menjadi lebih baik
atau buruk. Pembuatan teras-teras pada tanah berlereng curam merupakan
pengaruh baik manusia, karena dapat mengurangi erosi. Sebaliknya
penggundulan hutan di daerah pegunungan merupakan pengaruh yang jelek
karena dapat menyebabkan erosi dan banjir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar